
Namun Adam tidak melakukan itu, sebab ia merasa berhutang Budi pada Papa Hardy sang ayah angkat yang sudah menjadikannya sukses dan juga papa Hardy yang sudah membuatnya berhasil menyelesaikan pendidikannya hingga S3 bersama Damar.
Papa Hardy juga memberikan anak perusahaan pada Adam tapi Adam malah menolaknya karena ia lebih memilih menjadi wakil CEO saja di perusahaan keluarga Wijaya sebab ia tidak mau berhutang Budi terlalu banyak, semua yang diberikan Papa Hardy padanya sudah lebih dari cukup hingga Adam memilih setia pada keluarga Wijaya.
Pukul dua belas dini hari dan pesta pun selesai perlahan dan tamu undangan mulai meninggalkan pesta, semua keluarga pun sudah masuk ke kamar mereka sebab semua merasa lelah. Tidak terkecuali pasangan Damar dan Yasmin.
"Yang kira-kira Adam sama Sela ngapain ya?" Kata Damar yang duduk di samping Yasmin, keduanya sudah selesai mandi dan beranjak tidur.
"Mas apa sih, pertanyaannya aneh banget deh" Yasmin terkekeh mendengar pertanyaan Damar.
"Mas penasaran aja yang" kata Damar lagi sambil berbaring disamping Yasmin.
"Main catur kali mas" jawab Yasmin asal sambil menutup mata dengan tangannya melingkar di tubuh Damar.
"Emang ada yang, pengantin baru malam malam main catur?" Damar sepertinya memberi kode pada Yasmin untuk melakukan suatu hal.
"Mas lagian ada-ada aja pertanyaannya" kesal Yasmin.
__ADS_1
"Ya kan Mas tanya yang, mana tahu kamu bisa tebak" kata Damar sambil mulai menarik tengkuk Yasmin.
"Bilang aja mau" kesal Yasmin.
"He he he... tau aja"
Sementara Adam yang sudah masuk ke kamar tersenyum karena Sela kini benar-benar menjadi istrinya.
Tapi Adam hanya mendeguk saliva saat melihat tubuh Sela yang hanya memakai handuk tertidur dengan lelap di ranjang. Sela yang sehabis mandi ingin memakai piyama tidurnya namun sayang ia tidak melihat koper miliknya di sana, dan ia tak mungkin memakai gaun pesta untuk tidur. Dengan kantuk yang sudah menyerang Sela merebahkan tubuhnya di ranjang dan dalam hitungan detik Sela sudah berada di alam mimpi hingga melupakan kalau ia tak memakai pakaiannya.
Adam masuk ke kamar mandi dan membersihkan tubuhnya setelah itu ia juga ikut berbaring di samping Sela dengan perasaan yang tidak karuan. Adam tahu alasan Sela tidak memakai pakaian sebab koper milik Sela baru diberikan Yasmin tadi saat pesta sudah selesai, bahkan ia baru saja membawanya masuk. Pagi harinya Sela merasa tidurnya terusik karena ada cahaya yang menembus kaca langsung menyinari wajahnya, perlahan Sela membuka mata dan melihat seorang pria yang tidur terlelap di sampingnya.
"Aaaaa" teriak Sela.
Adam yang mendengar teriakan Sela juga ikut terbangun.
"Kamu kenapa?" Adam bangun ikut duduk di ranjang, ia bertanya dengan suara serak khas bangun tidur sambil tangan mengucek mata sebab masih sangat mengantuk. Semalam ia tidak bisa tidur karena tersiksa melihat Sela yang sangat menggoda.
__ADS_1
"Adam kamu ngapain tidur di sini!" Teriak Sela yang sepertinya belum dihampiri kesadaran penuh.
"Kenapa?" Tanya Adam sambil menatap Sela yang hanya berbalut handuk bahkan setengah gundukan Sela menyembul.
Tuhan ini sangat menyiksa.
"Apanya yang kenapa, lu ngapain tidur seranjang sama gue?"
"Karena lu istri gue" jawab Adam dengan kesal. Sela mulai mencerna ucapan Adam, otaknya mengingat kejadian kemarin saat Adam menikahi nya.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
.......
__ADS_1