ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
334


__ADS_3

"Yeeeee" Ghaffar berdiri di darat karena ia beehasil menjadi pemenang.


"Jatahnya gue" Ghani kesal pada hal hanya sedikit berselisih dengan Ghaffar.


Semua naik kedaratan dan mulai melilitkan handuk di pinggang.


"Papa kenapa?" Tanya Yasmin khawatir melihat papa Hardy.


"Encok Papa kayaknya kambuh lagi" jawab papa Hardy memegang pinggangnya.


"Ayo kedalam Pa" mama Sinta memapah sang suami namun dengan cepat mami Ratih berbisik di telinga mama Sinta.


"Aku turut berduka ya Mbak" mami Ratih tersenyum sesaat setelah berbisik, namun tidak dengan mama Sinta yang malah di buat bingung.


"Berduka?" Tanya mama Sinta.


"Mbak kayaknya harus sabar libur di goyang" bisik mami Ratih agar tak ada yang mendengar.


"Dasar nenek-nenek rempong" kesal mama Sinta kembali memapah papa Hardy dari pada mendengar mami Ratih yang berbicara tidak berfaedah sedikit pun.


"Pi, hadiahnya jangan lupa" Pinta Ghaffar yang menjadi pemenang.

__ADS_1


"Iya sip tenang nanti Papi belikan ya" papi Rianda dan mami Ratih juga ikut masuk.


"Kok lu menang sih" kesal Ghani.


"Gue kan calon polisi bro" Ghaffar menepuk dada di hadapan Ghani.


"Gue ogah, gue mau terusin perusahaan Papah aja" jiwa bisnis sang mendiang Papah tampaknya turun pada Ghani.


"Cie kalah" seloroh Edo pada Adam.


"Ck, lu udah kayak menang aja" Jawab Adam tak kalah kesal.


"Mas kalah yang, kamu masih cinta nggak sama Mas" Damar menarik Yasmin untuk berdiri.


"Uuuuu, leba," Teriak yang lain.


"Apasih iri yee" Damar mengangkat Yasmin menuju kamar, kalau sudah di kecup walau sekali itu tandanya ada peluang dan ketika ada peluang harus di manfaatkan dengan baik, sebaik mungkin begitu juga dengan Damar.


🍃🍃🍃🍃🍃🍃


Sebulan Kemudian

__ADS_1


"Mas" Yasmin merasa kesal pada sang suami karena hari sudah sangat malam tapi Damar masih berada di ruang kerjanya bersama dengan Adam, keduanya terlihat sangat sibuk dengan pekerjaan mereka.


"Sayang" Damar menatap arah pintu di mana ada istri tercinta yang terlihat sedang cemberut, hingga Damar bangun melangkah mendekati sang istri.


"Mas ayo bobo" Yasmin seperti anak kecil karena kini ia malah sering kali cemburu karena Zie selalu di peluk Damar. Mendekati hari beberapa bulan kelahirannya Yasmin terlihat semakin manja dan Yasmin juga seperti ingin selalu di perhatikan.


"Nanti yang, Mas ada kerja sedikit lagi" Damar menarik Yasmin ikut dengannya duduk di sofa tapi tidak seperti biasanya Damar yang memangku Yasmin, kini Damar bukan tidak sanggup memangku sang istri yang sangat gemuk tapi karena ia tidak bisa melihat laptop di hadapannya karena kegemukan sang istri.


"Tapi Yasmin pengen bobo, sambil di peluk"


Yasmin bersender dan memeluk lengan Damar, Damar menatap lucu sang istri dengan gemas Damar menarik hidung Yasmin.


"Bentar lagi ya sayang ku" jawab Damar meminta agar Yasmin mengerti.


Lama Yasmin menunggu sampai ia menghabiskan satu toples cemilan dan meminum secangkir kopi milik Damar, namun pekerjaan Damar belum juga selesai hingga Yasmin sedikit memikirkan ide cemerlang.


"Adam" Yasmin kini malah berpikir jika Adam bisa di jadikan alat.


"Ya kenapa?" jawab Adam yang masih fokus dengan kertas-kertas di hadapannya.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2