ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
212


__ADS_3

"Selamat pagi" Mama Sinta dan Papa Hardy baru saja datang setelah semalam ia pulang, pagi ini mama Sinta sangat bersemangat bahkan ia memerintahkan ART untuk cepat bangun membersihkan semua sudut rumah tidak boleh ada yang berdebu karena baby Zie sore ini akan dibawa pulang, dan Yasmin akan dirawat di rumah dengan dokter.


"Pagi Oma" jawab Yasmin.


Mama Sinta sudah tidak mau lagi dipanggil mama. Mulai kemarin malam sejak kelahiran baby Zie, mama Sinta menegaskan kalau ia harus dipanggil Oma dan sekarang semuanya sudah memanggil Mama Sinta dengan panggilan Oma.


"Mana cucu Oma" Mama cinta berjalan mendekati sang cucu dan mencubit gemes pipi baby Zie.


"Mama apa sih anak Damar dicubit-cubit gitu" lagi-lagi Damar protes kepada sang mama.


"Ck" mama Sinta tidak peduli dengan ucapan Damar ia kembali memainkan pipisan baby mungil yang sedang menyusu pada sang bunda.


"Permisi nyonya Yasmin, saya ingin membersihkannya nyonya" kata seorang perawat yang ditugaskan merawat Yasmin.


"Biar saya saja" Damar mengambil alih handuk yang dibawa oleh suster.

__ADS_1


"Baik tuan saya permisi, nanti saya kembali lagi" ucap perawat itu.


"Zizie sini sama Oma dulu ya, biar bunda kamu bersih-bersih dulu" sang oma yang mengambil alih beby zie dari pangkuan Yasmin dan membawanya duduk di sofa bersama papa Hardy di sana.


"Opa" seru Mama Sinta saat mulai mendekati sang suami.


"Aduh-aduh cucuku, sini sama opa" papa Hardy yang berusaha mengangkat biby Zie.


"Papa bangga sekali ma" ucap papa Hardy pada sang istri.


"Iya tapi sekarang papa udah jadi oppa-oppa yang keren itu ma!" Dengan bangganya papa Hardi yang menyebutkan gelar Oppa pada dirinya.


"Papa bukan oppa-oppa yang keren-keren itu tapi opa alias kakek" ucap Mama cinta yang terkekeh mendengar ucapan sang suami yang begitu bangga dirinya menjadi Oppa-Oppa.


"Ck, kita memang sudah tua ma tapi kan jiwa kita masih muda" ucap papa Hardy mulai menggoda sang istri sambil mengganggu sang cucu yang tengah tidur pulas. Sementara Damar mulai menutup layar yang memisahkan antara mereka dan mama Sinta. Damar membuka baju yang dikenakan Yasmin, dan Damar meneteskan air matanya melihat bekas jahitan di bagian perut Yasmin.

__ADS_1


"Mas kenapa?" Yasmin bingung setelah ia membuka baju Damar hanya diam melihat tubuhnya.


"Maaf" lagi-lagi Damar hanya memeluk Yasmin karena ia tidak sanggup melihat perut sang istri yang bekas operasi tersebut.


"Maaf?" Yasmin merasa bingung karena Damar yang terus-terusan meminta maaf padanya.


"Mas nggak sanggup yang bayangin kamu operasi dan sekarang ada bekas jahitan nya, pasti ini sakit banget ya?"


"Mas jangan sedih terus dong justru Yasmin bangga dengan begini Yasmin sudah sempurna karena menjadi seorang ibu dan Yasmin baru tahu alasan mengapa surga dibawah telapak kaki ibu setelah Yasmin menjadi seorang ibu, ternyata proses menjadi seorang ibu itu nggak mudah"


Yasmin menitikkan air mata karena mengingat mendiang sang mama yang selalu ada untuknya dan selalu memaafkan dirinya, padahal ia selalu bandel dan bertingkah semaunya. Andai sekarang mamanya masih di sana Yasmin ingin mencium telapak kaki sang mama dengan sebanyak-banyaknya, sungguh kini Yasmin tahu bagaimana perjuangan menjadi seorang ibu.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2