ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
294


__ADS_3

"Sayang kamu kok pinter ngebombal sih?"


"Di ajarin Edo" jawab Yasmin.


"Jadi tadi nggak dari hati kamu?" tanya Damar kesal.


"Kan Yasmin bilang di ajarin Edo!" Jawab Yasmin tegas.


"Yasmin!!...." Damar kesal dan memeluk Yasmin dengan kuat.


"Ahahahah, Ampun Mas" Teriak Yasmin.


********


"Hueek, hueek" Sela memijat dahi karena merasa pusing, bahkan sudah dua hari ini Sela tak lagi datang ke kantor untuk mengantarkan makan siang suaminya itu, karena Sela mendadak malas masak dan malas berpergian ia lebih suka tidur di rumah saja.


Sela yang sudah tidak tahan dengan mual yang terus mengganggunya akhirnya mengambil ponsel untuk menghubungi Adam dan meminta agar sang suami segera pulang. Namun berulang kali Sela menghubungi Adam tak satupun panggilannya di jawab, hingga akhirnya Sela memutuskan pergi ke dokter sendiri.

__ADS_1


Namun saat Sela keluar dari apartemen miliknya tiba-tiba pandangannya berubah gelap hingga dalam hitungan detik ia sudah tidak sadarkan diri. Sela yang tergeletak di lantai di temukan oleh seorang pria, dan pria itu adalah Fahri. Fahri hendak masuk ke apartemen milik temannya yang bersebelahan dengan Apartemen milik Sela, namun ia terkejut melihat seorang wanita yang tergeletak di lantai dengan pintu yang masih terbuka.


"Sela" Fahri terkejut melihat orang yang tergeletak di lantai ternyata Sela, dengan cepat ia mengangkat tubuh Sela masuk kembali dan membaringkannya di sofa.


"Sela bangun" Berulang kali Fahri mencoba membangunkan Sela namun Sela tetap saja belum sadarkan diri, hingga beberapa menit kemudian Sela sadar dan melihat Fahri di hadapannya.


Sementara Adam yang selesai rapat kini sudah kembali ke ruangannya, ia menunggu Sela untuk mengantar makan siang, Adam merasa aneh sudah tiga hari Adam tak merasakan masakan sang istri bahkan di rumah saja Sela hanya tidur dan tidur, tiba-tiba ponsel Adam berdering dan ada pesan yang masuk, emosi Adam mendidih melihat fhoto Sela di peluk lelaki, hingga ia pulang dan ingin cepat melihat apa yang Sela lakukan bersama seorang pria di dalam apartemennya.


Adam yang kini sudah berada di depan pintu perlahan memegang gagang pintu dan masuk, tangan Adam terkepal kuat melihat Sela di pegang Fahri bahkan Fahri membantu Sela untuk minum dengan memegang gelas, tanpa banyak tanya karena terbakar cemburu Adam merebut gelas di tangan Fahri yang tengah di teguk Sela.


Gelas itu pecah di dinding, Sela malah semakin mengeluarkan keringat dingin karena ketakukan melihat Adam menatapnya tajam.


"Kurang ajar" Adam menarik kerah baju Fahri dan memberinya bogem mentah.


BUUK.


Fahri tersungkur di lantai.

__ADS_1


"Dengarkan aku dulu" Kata Fahri berusaha menenangkan Adam yang sedang cemburu.


"Kurang ajar" Adam tetap saja memukul Fahri hingga Sela berusaha bangun dan menengahi perkelahian keduanya.


"Kak cukup" Teriak Sela menarik lengan Adam.


Adam yang menyadari Sela membela Fahri langsung berbalik dan menatap Sela dengan tajam, Sela mundur selangkah karena takut.


PLAK.


Satu tamparan mendarat di pipi Sela, Sela terjatuh di lantai tak sadarkan diri sebab tubuhnya yang lemah, tidak bisa lagi menerima hal itu. Adam menyadari istrinya yang tak juga bangun dari jatuhnya, Adam duduk di lantai dan memangku kepala Sela terlihat pipi yang memar bekas tamparan Adam.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2