ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
321


__ADS_3

"Sela bangun, jangan seperti ini apa kau sangat membenci ku hingga kau pergi meninggalkan aku dengan cara yang seperti ini" Tutur Adam di iringi tangisan.


"Adam sabar kasian Sela" Damar memang merasa kasihan pada Sela yang setengah di angkat Adam, sedangkan Sela sudah dinyatakan tiada lagi bernyawa dan Adam belum bisa menerima.


Adam tak mau menjauh, ia masih ingin Sela bangun bahkan Adam masih tak yakin Sela telah tiada ia yakin Sela masih ada dan bernafas.


"Dia belum meninggal, tubuhnya masih hangat kalau mayat itu dingin dan istri ku tidak!" Teriak Adam dengan suara kencang sebab dokter beserta Damar berusaha mendorong Adam keluar, karena dokter harus mempersiapkan Sela untuk di bawa pulang.


"Adam Sela sudah tidak ada" Tidak ada yang bisa di katakan Damar selain itu, ia pun merasa bersedih melihat kondisi Adam sama saja halnya saat dulu ia terpuruk Adam orang yang selalu menjaga dan ada untuknya, begitu juga saat ini Damar berusaha untuk menjadi orang yang berguna memberi semangat untuk Adam.


"Istri ku masih hidup!" Teriak Adam hanya itu saja yang ia teriakan.


"Tunggu!" Teriak bunda Lesti yang sudah masuk karena dokter hampir menutup wajah Sela dengan kain putih.

__ADS_1


"Mbak Lesti ikhlas kan Mbak kasian Sela" Kata mama Sinta.


"Jari anak ku bergerak" Kata bunda Lesti membuat semua mata menatap arah telunjuk bunda Lesti.


"Sela" Adam mendekati dan ia pun melihat apa yang terjadi.


"Tunggu apa lagi, pasang semuanya kembali" Kata Gita sebab dokter dan perawat sepertinya masih bingung.


"Sayang, terimakasih" Adam memeluk Sela, bunda Lesti yang mendengar perkataan Adam juga ikut masuk dengan cepat bunda Lesti berlari memeluk Sela yang kini sudah membuka mata namun masih di pelukan Adam.


"Sela" bunda Lesti juga ikut memeluk Sela yang masih memandang kosong, sepertinya Sela masih butuh waktu untuk kembali mengingat apa yang terjadi, karena seingatnya ia tertidur lalu kenapa orang-orang malah menangis di hadapannya. Sela juga melihat sekitarnya di tambahnya tubuhnya terpasang alat medis sangat membingungkan bagi Sela.


"Sela di mana Bunda?" Tanya Sela, ia juga bingung ia tadi memang mendengar Adam memanggilnya, bahkan Sela terbangun karena Adam menyebutnya istri. Sela yang bermimpi memasuki taman bunga indah di jemput oleh sang Ayah untuk ikut bersamanya, namun ketika Sela mendengar suara Adam memanggilnya dengan perkataan Istri ia menolak ikut pergi bersama sang Ayah.

__ADS_1


"Kamu di rumah sakit Nak" bunda Lesti terus memeluk sang putri, hingga mata Sela dan Adam bertemu. Bunda Lesti juga menyadari itu ia keluar bersama yang lainnya meninggalkan Adam dan Sela saja berdua.


"Kak, Sela nggak mau cerai hiks hiks hiks"


Sela takut saat ini Adam membawa surat cerai dari pengadilan hingga, ia lebih memilih untuk berkata seperti itu sebelum benar-benar bercerai dengan Adam.


Adam tak menjawab ia hanya diam dan mendekati Sela juga langsung memeluk Sela kembali, jantung Adam masih belum bisa berhenti berdetak kencang ketakutan akan kehilangan Sela masih menghantuinya.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2