
"Mas besok kalau sudah sampai di kota bawa dulu bayi nya ke dokter ya, soalnya banyak sekali semut yang saya temukan di bajunya tadi. Sepertinya bayi mas dari tadi menangis karena digigit semut ditambah lagi lapar dan haus nya" tutur si ibu
Damar memperhatikan wajah putrinya yang kini terlelap digendongan si ibu itu, baju yang digunakan Zie hanya baju murahan namun Damar sangat bersyukur si ibu itu mau memberikan baju anaknya pada Zie, bahkan Zie memakai baju anak laki-laki karena memang anak ibu itu anak laki-laki.
"Mas Mas mau menginap di sini atau langsung pulang?" Tanya suami ibu karena malam sudah sangat larut ditambah lagi mereka membawa bayi. "Kami pulang saja Pak, istri saya tidak tahu apa-apa dan saya takut dia khawatir" Damar mengingat Yasmin, waktu sudah menunjukkan pukul dua belas malam tapi mereka belum juga pulang dan Yasmin pun sedang hamil pasti saat ini ia sangat khawatir.
"Kalau Mas mau pulang, sebaiknya sekarang saja mumpung bayinya tidur karena perjalanan ke kota masih sangat jauh" ucap si bapak.
Damar membuka dompetnya dan memberikan pada si ibu, uang lembaran seratus ribu berjumlah sepuluh lembar.
"Di terima Bu" Damar memberikan pada si ibu.
__ADS_1
"Tidak usah mas, saya ikhlas kok" si ibu menolak.
Tapi Damar memberikan pada anak si ibu yang masih berusia sekitar tiga tahun yang berdiri di dekat si ibu.
"Ini tidak seberapa dengan pertolongan ibu pada putri saya" tutur Damar.
"Ini bawa susu nya dan bawa termos saya, mana tahu nanti si kecil nangis di jalan" si ibu mengambil termos dan membuatkan satu botol susu, si ibu tidak tega melihat keadaan Zie hingga memberikan selimut milik bayinya untuk menghangatkan Zie.
"Terima kasih banyak Bu, kami permisi dulu ya" pamit Damar dan dua anak buahnya.
Damar dan ketiga anak buahnya mulai berangkat pulang, Zie yang terlihat lelah tertidur diperlukan Damar dengan sangat pulas. Terlihat wajah lelah Zie, Damar tidak tahu lagi kalau ia terlambat membawa Zie mungkin saja bayinya tidak lagi bernafas karena digerogoti semut serta kelaparan dan kehausan. Damar membayangkan anaknya yang dibiarkan di tanah dengan menangis, rasanya Damar ingin berteriak namun saat ini dan merasa sangat bersyukur pada tuhan karena bayinya selamat.
__ADS_1
Hingga satu jam kemudian mereka sampai di kota, Damar tidak berani mencium Zie sedikit pun walau ia sangat ingin karena takut Zie terbangun dan menangis. Ia hanya memeriksa nafas Zie takut bila anak nya tidak bernafas, dengan kaca mobil yang sedikit dibuka agar udara masuk. Itu yang dikatakan oleh si ibu penjual dan Damar pun menuruti nya.
Damar dan Zie diiringi dua orang anak buah Adam sudah sampai di rumah, mereka sampai pukul pukul tiga dini hari.
"Mas" Yasmin yang belum bisa tidur karena perasaannya yang sangat cemas, yang ia pun bingung karena hanya bisa menunggu Damar pulang di ruang tamu bersama Sela.
"Sayang" Damar berjalan mendekati Yasmin.
Yasmin yang heran mengapa Zie bersama Damar, bukankah bersama mama Sinta. Dan Yasmin menyadari Zie yang kini malah memakai pakaian yang bukan pakaian nya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...