ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
240


__ADS_3

Handoko turun dari mobil dan terlihat tidak satupun anak buahnya terlihat di sana, Handoko melihat kearah sekitarnya namun tidak ada tanda-tanda mereka juga di sana.


DORRR.


"Au" ringis Handoko merasakan sesuatu pada bagian kakinya.


"Bagaimana?" Tanya papa Hardy yang kini berdiri dihadapan Handoko, dengan meniup senjata yang ia tembakan tadi pada Handoko.


"Hardy?" Handoko terduduk di jalanan dan memegang kakinya yang terlihat berdarah, Handoko tampaknya terkejut mengapa bisa papah Ardi malah kini ada di hadapannya.


"Apa kau bertanya dimana anak buahmu?"


"Kurang ajar!" Kata Handoko yang tetap tak mau kalah.


"Mereka di sana dan kau pun akan ikut dengan mereka" Papa Hardy menunjuk arah hutan terlihat ketika anak buahnya yang terikat di semak-semak itu.


DORRR.


Papah Hardy kembali melepaskan peluru panas pada kaki sebelahnya hingga Handoko tak mampu lagi untuk bergerak.


"Hardy berengsek!" Handoko mencaci dan memaki Papa Hardy namun Papa Hardy sama sekali tidak peduli.

__ADS_1


"Bawa bajingan ini ke ruangan yang tak pernah lagi terpakai itu, dan siapkan harimau kelaparan. Jangan habisi dia sebelum aku datang" perintah Papa Hardy pada anak buahnya.


"Siap bos"


"Hiks hiks" Mama Sinta menangis memeluk Edo dan Adam, Mama Sinta tidak sanggup melihat Apa yang dilakukan Papa Hardy. Sungguh Mama Sinta baru kali ini tahu tentang papah Hardy yang memiliki senjata api.


"Mama tenang ya" pinta Edo.


"Zie di mana?" Mama Sinta sepertinya tidak sadar saat Zie dibawa oleh Damar pergi karena saat itu ia menutup mata dan merasa tubuhnya dingin sebuah benda tajam yang menempel di lehernya.


"Zie baik-baik saja" ucap papa Hardy.


Dengan cepat Mama Sinta memeluk Papa Hardy dengan perasaan yang takut, dengan jelas mata papah Hardy menatap lebam pada tubuh istrinya. Papa Hardy terus memeluk mama Sinta dengan rasa benci dan juga kesal.


"Pak ayo kita bawa Mama pulang dulu sepertinya Mama masih syok" ucap Adam.


"Mau minum dulu ya" Edo memberikan botol air mineral pada papa Hardy.


Dengan bibir bergetar dan keringat dingin, mama Sinta berusaha mendeguk air mineral nya.


"Pa, Zie bener gapapa kan hiks hiks" mama Sinta tidak pernah melepas pelukan Papa Hardy, orang yang sangat ia cintai.

__ADS_1


*******


Di tempat lain


"Owaaaa owaaaa" Zie terus saja menangis didalam mobil.


"Bos kasih cemilannya Yasmin saja bos, ini ada roti" kata Nico anak buah Adam yang ikut pulang duluan dengan Damar.


"Bagaimana caranya, Zie belum bisa makan yang begituan dan saya tidak mengerti" wajar saja Damar sama sekali tidak mengerti bagaimana cara menenangkan Zie karena selama ini Zie selalu bersama mama Sinta.


"Tuan istri saya suka kasih roti sama anak saya, caranya dicelupkan dulu tuan" kata Niko teringat bagaimana sang istri dirumah menyuapi roti untuk anaknya.


"Ayo kamu coba" kata Damar yang menerima usulan Nico.


Sementara Roni menyetir mobil dengan sangat kencang sebab mereka harus segera mendapatkan warung untuk membeli susu formula ataupun minimal membuatkan teh hangat saja untuk Zie. Sebab posisi mereka ada di tengah-tengah hutan dan sinyal pun tidak ada.


"Iya bos" Niko mulai menyuapi Zie dengan mencelup roti pada air mineral milik Yasmin yang memang selalu disiapkan di mobil.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2