ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
296


__ADS_3

"Kakak khilaf, Kakak tadi dapat kiriman fhoto dan itu membuat emosi Kakak mendidih hingga Kakak tidak bisa lagi menahannya, kamu tau kan bagaimana Kakak mencintai mu dan bagaimana cara Kakak memaksa mu menikah dengan Kakak, Kakak takut Sela Kakak takut kamu menghianati cinta Kakak" Adam menangis memegang tangan Sela dengan kencang.


"Tapi Kakak jahat!" Kata Sela sambil menangis.


"Kakak minta maaf, Kakak khilaf dan kamu boleh hukum Kakak asal hukumannya bukan berpisah" Kata Adam.


"Tapi Sela maunya pisah sama Kakak!"


"Sayang jangan begini, Kakak tidak bisa hidup tanpa kamu, apa jadinya Kakak kalau kamu pergi tinggalkan Kakak dan kamu sedang mengandung anak Kakak jadi kita tidak akan bisa berpisah" Jelas Adam.


"Mengandung?"


"Iya, kakak mohon maafkan Kakak" Adam memeluk Sela berharap Sela mau memaafkannya, hati Adam bahagia bercampur luka seiringan cara yang ia ketahui tentang sang istri yang tengah mengandung.


"Sela jangan diam saja" Adam benar-benar takut sebab Sela tak menanggapi dan hanya diam saja.

__ADS_1


"Sela mau pulang ke rumah Bunda, Sela kecewa sama Kakak" Sela masih kesal dan belum bisa memaafkan Adam, bagi Sela Adam tak menghargainya sedikit pun hingga dengan mudahnya ia main tangan tanpa mendengar penjelasan darinya.


"Tapi Sayang" Adam masih berusaha di maafkan Sela.


"Udah Kak, Sela cuman minta ke rumah Bunda bukan minta cerai. Tapi kalau Kakak masih maksa juga Sela yang bakalan ajuin cerai" Tegas Sela.


"Ya udah, baik Kakak bakalan antar kamu ke rumah Bunda tapi jangan cerai ya" Adam langsung gemetar saat Sela mengucapkan kalimat cerai, ia lebih memilih mengikuti keinginan Sela.


"Udah sekarang Kakak keluar dari sini!"


"Nggak usah temuin Sela sampe lebam di wajah ku hilang" Kata Sela lagi.


"Nggak!" Tolak Adam dengan tegas.


Sela mencabut infus yang terpasang di tangannya, Adam semakin ketakutan melihat hal itu, dengan perlahan Sela turun dari ranjang.

__ADS_1


"Sela kau mau apa?" Tanya Adam mencoba menghentikan apa yang di lakukan Sela.


"Kau tak pernah berubah, tingkah egois mu selalu saja ada dari dulu sampai sekarang, kau berbuat sesuka hati mu, kau pikir aku tidak punya perasaan hah" Sela berniat keluar tapi Adam menghentikannya.


"Kau masih sakit, mau kemana?" Tanya Adam dengan takut.


"Kalau Kakak tidak mau pergi dari ruangan ini, biar aku saja yang pergi. Jangan halangi aku kalau Kakak halangi aku akan mengajukan cerai di pengadilan, suami itu melindungi istrinya bukan seperti Kakak cemburu tanpa alasan yang jelas, sekarang Kakak main tangan nanti apa lagi, seharusnya Kakak bersukur karena Fahri sudah menolong ku, karena Kakak aku hubungi tidak ada jawaban!" Teriak Sela melampiaskan kekesalannya lalu pergi.


Adam hanya diam tanpa berani mehanan Sela ia hanya mengikuti ke mana istri nya pergi, Adam terlalu takut dengan ancaman Sela yang ingin berpisah. Sementara Sela kini sangat sensitif, ia kesal orang lain saja tak pernah menamparnya tapi Adam malah melakukan itu. Susah sekali saat ini mencairkan bekunya hati Sela.


Sela menaiki taxi, ia hanya pergi dengan tubuhnya saja tanpa membawa uang sepeser pun. Bahkan ia membayar uang taxi setelah sampai di rumah orang tuanya ia meminta pada bunda Lesti.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2