
"Sayang, Sela udah ya" Adam bukan kasihan pada Lina, tapi ia tidak mau istri nya sampai balik di serang Lina dan meninggalkan lecet.
Sela melepas Lina dan menghempaskan nya kelantai.
"Auu" ringis Lina merasa sakit.
Sela menatap Adam yang memegangnya dari samping
"Apa kau membelanya!" tanya Sela kesal.
"Sayang Kakak nggak belain dia, cuman malu kalau sampai orang dengar. Kita lagi di kantor" Adam lagi-lagi berusaha menenangkan sang istri.
"Kalau Kakak mau belain dia bilang, biar Sela pulang aja ke rumah Bunda. Dan Kakak bebas sama dia" jawab Sela.
Adam lagi-lagi mendeguk saliva tidak mengerti harus mengatakan apa.
"Sayang jangan bicara begitu ya" Adam tidak mau keras pada Sela apa lagi di hadapan Lina, Adam hanya akan berbicara keras bila hanya berdua saja dengan Sela itu pun hanya untuk menggertak Sela, dan ia takut Lina berpikir Adam membelanya bila ia memarahi Sela hingga akhirnya Adam diam saja menjadi penonton.
"Adam kau takut pada istri mu? Apa mungkin?" Lina berdiri dan melihat Adam tadi bicara tegas padanya, tapi pada istrinya? Jangankan bicara tegas, untuk menenangkan Sela saja Adam takut.
__ADS_1
"Lina sebaiknya kau pergi saja dari sini dan jangan pernah temui aku lagi" kata Adam dengan tegas.
"Kau mengusir ku?" tanya Lina dengan mata berkaca-kaca.
"Kau memilih wanita tidak punya etika seperti ini" Lina mengarahkan jari telunjuk pada Sela.
"Dan sekarang kau mengusir ku?" Lina menepuk dada seolah tak percaya dengan apa yang ia dengar.
"Heh apa kau tidak dengar apa yang di katakan suami ku, kau bilang aku tidak punya etika, lalu wanita seperti apa yang punya etika? Seperti kau? Yang mengharap cinta dari suami orang lain dan menghina istrinya habis-habisan, kau pikir aku tidak berani dengan mu?"
Sela kembali maju lagi mendekati Lina, sementara Adam tidak tau harus apa dan akhirnya ia diam dan menjadi penonton saja.
PLAK.
PLAK.
Sela menampar kedua pipi Lina, ia ingin Lina setelah ini tidak lagi mengganggu suaminya.
"Au" ringis Lina memegang kedua pipinya.
__ADS_1
"Aku peringatkan pada mu, jangan pernah gangu suami ku lagi atau bibir mu yang cantik ini tidak akan berbentuk lagi!" kata Sela.
"Akan aku pastikan kau akan masuk jeruji besi setelah apa yang kau lakukan ini, aku akan melaporkan mu pada polisi" kata Lina.
"Terserah kau saja, kalau perlu kau lapor juga pada nenek moyang mu, aku tidak takut!" teriak Sela.
"Adam tolong aku hiks hiks hiks" Lina berlari mendekati Adam dan ingin memeluk Adam, tapi Adam malah menghindarinya.
"Kak Adam kau mau aku yang pergi dari sini atau kau suruh dia pergi dari sini" tutur Sela dengan mengeratkan giginya.
"Lina aku bilang keluar dari sini dan jangan sentuh aku!" perintah Adam dengan tegas dan telunjuk Adam mengarah pada pintu.
"Adam aku korban wanita sialan ini dan kau malah mengusir aku?" tanya Lina.
"Kau bilang aku wanita sialan?" Sela berjalan mendekata Lina ia masuk di tengah, antara Adam dan Lina yang tadinya saling berhadapan, tubuh Adam yang tinggi di belakangi tubuh Sela yang kecil dan mungil itu.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...