ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
275


__ADS_3

"Sayang pasangin dasi Kakak dong"


Semenjak menikah Adam yang biasa mandiri kini mendadak menjadi tidak mandiri lagi semenjak ada Sela, Adam selalu meminta bantuan apapun pada Sela tanpa terkecuali.


"Sini" Sela berjinjit dengan susah payah karena terlalu pendek.


"Hehehe" Adam duduk di sisi ranjang dan menarik Sela juga duduk di pangkuannya agar sang istri lebih mudah memasangkan dasi.


"Udah deh" Sela tersenyum bangga karena sudah berhasil memasangkan dasi pada kerah kemeja sang suami.


"Kakak berangkat ya sayang" Adam mengecup mesra kening sang istri.


"Okey, siang Sela ke kantor ya Kak" pinta Sela.


"Iya, kita makan siang bareng" Adam tersenyum lalu pergi berangkat berkerja.


Sela kini sudah tidak bekerja lagi, ia hanya di rumah saja dan ke kampus. Sela sudah tidak di ijinkan Adam lagi untuk bekerja karena merasa kasihan pada sang istri yang harus mengerjakan tugas dari kampus lalu di sibukan dengan pekerjaan di kantor, apa lagi Adam selalu membuatnya bergadang bahkan sering kali Sela tidur ketika sudah hampir pagi.


Pagi harinya Sela harus mengurus sang suami lagi, belum lagi kalau ada meeting Sela seperti angin yang kesana kemari dalam waktu bersamaan. Adam juga ingin Sela cepat hamil dan ia takut kalau Sela terlalu lelah maka bisa memperlambat Sela mengandung anaknya sebab terlalu lelah.

__ADS_1


*******


Prusahaan Sejahtera group.


Saat ini Adam tengah sibuk dengan banyak pekerjaan, Adam menggantikan posisi Sela di perusahaan milik si kembar Ghafar dan Ghani.


Pekerjaan sangat menumpuk sebab Adam yang baru menikah selama beberapa hari ini tidak bekerja, ia lebih memilih di rumah bersama sang istri dan di saat Adam sedang sibuk tiba-tiba ia di kejutkan dengan kehadiran seorang wanita yang ini selalu ia hindari selama satu minggu.


"Adam" Lina langsung masuk keruangan Adam bahkan tanpa permisi atau pun salam terlebih dahulu.


"Lina" Adam menghentikan pekerjaannya dan mulai menatap Lina yang berdiri di depan meja kerjanya.


"Lina kamu kenapa?" Adam bingung mengapa Lina menangis, dengan perlahan Adam menuntun Lina duduk dan memberinya segelas air putih agar wanita itu lebih tenang.


"Adam hiks hiks hiks" Lina malah semakin menangis saat ia bertanya dan Lina mencoba memeluk Adam tapi Adam menolaknya, ia sudah memiliki istri dan ia sangat takut pada sang istrinya jadi Adam harus menghindari Lina.


"Kamu kenapa?" tanya Adam lagi.


"Kamu kenapa menghidar dari aku terus, kamu jahat banget sih, aku sakit karena kamu. Terus kamu janji bakal selalu temani aku sampai aku sembuh" tutur Lina kesal, Lina tau Adam sudah menikah dan semenjak Adam menikah Lina merasa Adam kini menghindarinya.

__ADS_1


"Maaf Lina, ada hati yang harus ku jaga" jawab Adam dengan santai.


"Terus gimana sama aku, gimana sama janji kamu dulu Adam!" kata Lina mulai emosi.


"Aku bakalan terus ada buat kamu, tapi nggak sama lagi seperti dulu dan itu pun aku harus mendapat ijin dari istri ku"


"Kamu jahat hiks hiks hiks" Lina malah menangis, dulu Adam selalu mendahulukannya tapi kini Adam sudah tidak seperti dulu lagi padanya.


"Maaf Lina" kata Adam dengan perasaan menyesal.


CEKLEK.


Pintu terbuka dan Sela datang membawa rantang berisi makanan yang sudah ia masak untuk sang suami.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2