
"Terima kasih" Apa arti memasangkan cincin Di jari Mama cinta tanpa memeluk mama Sinta sebab Papa Hardy tidak mau menyentuh mama Sinta sebelum ada kata sah dari mulut para saksi yang hadir di pernikahan mereka. Flashback off.
"Papa jangan sedih" mama Sinta menghibur Papa Hardy yang merasa bersalah.
"Apa ini dulu cincin yang bapak kerja jadi kuli bangunan kan buat bisa beli ini" mama Sinta menunjuk jari manis yang masih melingkar cincin yang diberikan papa Hardy saat melamarnya dulu.
"Iya Ma, demi Mama karena yang maunya dikasih apa-apa dari hasil keringat papa sendiri dan dulu cuman bisanya kerja sebagai kuli bangunan" jawab papa Hardy yang semula pernah memberi hadiah pada Mama Sinta saat masih berteman tapi mama Sinta menolak tau hadiah itu ia beli dari uang orang tuanya, akhirnya Papa Hardy menjadi kuli bangunan demi memberi cincin dan ia langsung melamar Mama Sinta di hadapan banyak orang.
"Sekali lagi maaf ya Ma" "Papa nggak salah, memang ini musibah" jawab Mama Sinta.
"Iya sayang, tidur yuk" kata papa Hardy mencium kening Mama Sinta.
"Iya pah" mama Sinta tersenyum ia juga memeluk papa Hardy.
Pagi harinya.
"Mas kita jadi ke dokter kan?" Tanya Yasmin setelah selesai memandikan Zie dibantu Damar, sebab Damar kesusahan berjongkok dan juga menggendong tubuh gemuk Zie.
"Jadi sayangku" Damar menggendong Zie yang terlihat lebih segar yang kini sudah memakai baju cantik.
"Zie Bunda siap-siap dulu ya" kata Yasmin sambil mengelus pipi Zie.
__ADS_1
"Danndanda" Zie berbicara ala bayi yang kadang dimengerti dan kadang tidak.
"Iya bunda" jawab Damar membenarkan perkataan Zie. Setelah selesai berganti pakaian kini Yasmin kembali menghampiri Damar dan Zie.
"Ayah, Zie bunda udah siap kita pergi yuk" kata Yasmin yang sudah memegang tas tangan.
"Sayang kamu kenapa?" Damar melihat Yasmin menutup mulut.
"Huekkk" Yasmin kembali ke kamar mandi dan memuntahkan isi perutnya.
"Huek huekkk" sudah menjadi kegiatan rutin Yasmin muntah di pagi hari.
"Masih Mas, aku cuman mual aja kok" Yasmin membilas wajah nya dengan air agar terasa lebih segar.
"Ya udah yuk" ucap Damar.
"Mas kita ajak Sela juga ya, buat teman Zie" kata Yasmin, karena ia masih merasa mual dan tidak kuat untuk menggendong Zie.
"Iya sayang" Damar mencium kening Yasmin. Kini damar dan Yasmin sudah di ruang tamu menunggu kedatangan Sela.
"Halo ponakan tante Sela" Sela merentangkan tangan pada Zie dari kejauhan.
__ADS_1
"Ante" Zie minta turun dari gendongan Damar dan ia langsung berjalan ke arah Sela.
"Uluh uluh ponakan Tante Sela wangi banget sih" Sela menciumi pipi gembul Zie.
"Zie mau ke dokter ya, Tante ikut ya" kata Sela.
"Um cini cini cini cini" Zie seolah berbicara pada Sela dan menunjuk bagian tubuhnya, seolah ia mengadu apa yang masih bayi kecil itu rasakan.
"Udah nanti kita beli es krim aja ya, Zie mau?" Tanya Sela.
"Au" jawab Zie cepat.
"Kiss" Sela menunjukkan pipinya.
"Om citu" tutur Zie.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1