ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 109


__ADS_3

Setelah semua sudah beres, semua anak buah Langit dan Opa Hardy langsung kembali ke markas masing-masing.


"Terima kasih atas semua bantuan nya Opa" ucap Langit seraya memeluk Opa Hardy.


"Iya nak, sama-sama" jawab Opa Hardy seraya memeluk Langit juga.


Usai berterima kasih pada Opa Hardy, Langit langsung ber pamitan pada Opa Hardy untuk menemui Bryen di rumah sakit. Sesampai nya Langit di rumah sakit, Langit langsung menuju ruang inap dimana Bryen berada.


"Lang" panggil Bryen saat melihat Langit masuk ke ruangan nya.


"Bagaimana keadaan mu?" Tanya Langit.


"Mengapa kau bawa aku kesini, mengapa kau tidak biarkan aku mati saja Lang" Tanya balik Bryen dengan frustasi.


"Aku tidak layak hidup Lang, sekarang biarkan aku mati" ucap Bryen seraya mengambil pisau buah yang berada di nakas ruangan nya.


"Hentikan!" Perintah Langit yang sontak membuat Bryen langsung berhenti.


"Aku sudah membereskan semua nya, sekarang kau aman dan tidak perlu seperti ini lagi" ucap Langit seraya merebut pisau yang di pegang oleh Bryen dan melempar nya ke sembarang arah.


"Maksud mu Lang?" Tanya Bryen yang masih belum paham.


"Semua anak buah Simon telah kalah, dan saat ini Simon beserta Hutomo ayah nya telah di bawa oleh polisi" jawab Langit.

__ADS_1


"Jadi kau datang ke markas macan milik si gila itu?" Tanya Bryen dengan syok.


"Iya" jawab Langit.


"Tidak ada yang terjadi apa-apa pada mu kan Lang?" Tanya Bryen dengan nada khawatir.


"Nggak usah lebay, udah sana bunuh diri lagi" jawab Langit yang malah menggoda Bryen.


"Sialan lo Lang" ucap Bryen seraya memeluk sahabat nya itu.


"Apa lo peluk-peluk, najis banget" ucap Langit dengan menepis tangan Bryen.


"Gitu ya lo sama gue" jawab Bryen.


"Sialan lo, mentang-mentang udah ber istri" teriak Bryen yang masih di dengar oleh Langit namun Langit tak menghiraukan nya.


Setelah melihat keadaan Bryen di rumah sakit yang sudah membaik, Langit langsung berjalan pulang untuk menemui sang istri tercinta nya. Di tengah perjalanan pulang, Langit melewati penjual martabak langganan Zie dan Langit langsung berhenti untuk membeli martabak tersebut.


Sesampai nya di rumah, seperti biasa yaitu Zie yang sudah menunggu kepulangan Langit di ruang tamu.


"Masss..." Teriak Zie saat melihat suami nya sudah pulang.


"Hmm.. Bau nya enak banget" ucap Zie yang mata nya langsung tertuju ke makanan.

__ADS_1


"Bukan nya cium tangan dulu malah langsung makanan, ya udah deh ini" ucap Langit seraya mengelus rambut Zie.


"Langsung Zie makan ya mas" tanya Zie.


"Iya sayang, kamu tunggu di ruang makan aja ya. Mas ganti baju sebentar habis itu kita makan malam" jawab Langit.


Setelah mengganti baju, Langit langsung turun ke bawah untuk makan malam dengan Zie.


"Sayang.." panggil Langit.


"Hem..." Jawab Zie yang menikmati martabak terakhir nya.


"Astaga Zie" ucap Langit yang kaget karena martabak yang ia beli dua porsi dan Langit hanya meninggal Zie untuk mengganti pakaian saja, namun saat Langit turun dua porsi martabak itu sudah tak tersisa satu pun.


"Kenapa?" Tanya Zie dengan polos nya.


"Enggak kok, pinter istri ku lahap" jawab Langit mencium puncak kepala istri nya.


"Oh iya sayang, kamu nggak makan?" Tanya Langit yang menoleh pada makanan di meja makan.


"Nggak, Zie udah kenyang" jawab Zie dengan cengengesan.


Ye, semoga selalu damai ya

__ADS_1


__ADS_2