
"Jadi bagaimana Bu Lesti, apa anda merestui mereka menikah?" Tanya papa Hardy lagi.
"Saya setuju saja pak Hardy" jawab bunda Lesti.
"Baiklah kalau ibu Lesti setuju berarti pinangan kami di terima, bukan begitu Bu Lesti?" Kata papa Hardy tersenyum bahagia karena sebentar lagi putra angkatnya akan menikah juga.
"Iya pak" jawab Bunda Lesti.
"Cie nikah" mama Sinta malam menggoda Adam yang sedari tadi diam duduk di sampingnya.
"Mama apa sih" Adam malah malu sendiri karena Mama cinta menggoda nya di hadapan Bunda Lesti.
"Mbak Lesti, Sela dari tadi kok enggak kelihatan" mama Sinta mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Sela yang dari tadi tidak kelihatan.
"Ada Mbak Sinta, anak gadis biasalah di kamar. Malu-malu meong anak zaman sekarang Mbak Sinta seperti tidak pernah muda saja" seloroh Bunda Lesti dengan senyum terkekeh.
"Mbak Lesti benar sekali sama seperti yang di samping saya ini juga" mama Sinta menyenggol lengan Adam yang sedari tadi sangat malu karena dua ibu rempong di hadapannya.
__ADS_1
"Ah, Iya Mbak saya panggilkan Sela dulu ya" kata Bunda Lesti sambil bangun dari duduknya.
Tidak lama berselang Sela keluar dengan senyuman, tentu saja karena ada Mama Sinta dan papah Hardy. Kalau hanya ada Adam dia pasti akan marah marah saja karena kesal, sebenarnya Sela marah karena ada memiliki kedekatan dengan seorang wanita lain. Namun karena Sela wanita yang tertutup dan tidak mau mengungkapkannya alhasil ia marah-marah tidak jelas bila berdekatan dengan Adam.
"Mama" Sela mencium punggung tangan Papa Hardi dan mama Sinta.
"Eh anak mama" Mama Sinta meminta Sela ikut duduk di sebelahnya.
"Mama udah lama datang?" Tanya Sela berbasa-basi padahal ia mendengar semua pembicaraan mama Sinta.
"Udah dong buat lamar kamu" mama Sinta mencubit gemas dagu Sela yang akan segera menjadi menantunya.
"Oh ya, biasanya orang mau nikah itu minta mahar kan ya. Kamu mau minta apa sayang?" Tanya Mama Sinta yang sangat menghargai menantunya.
Bahkan dulu saat ia tahu Yasmin juga ternyata istri Damar, tidak lama kemudian mama Sinta membelikan satu set perhiasan untuk Yasmin. Menghargai bahwa Yasmin menantunya sebab Yasmin menikah pun tanpa resepsi dan mama Sinta sebagai seorang wanita juga merasa sedih.
"Apa aja yang Mama kasih Sela pasti terima" jawab Sela.
__ADS_1
"Anak manis, sepertinya ada yang malu-malu ya" kata mama Sinta lagi menggoda Sela.
"Mama apa sih" Adam juga kesal dengan mama Sinta yang mencoleknya.
"Kamu mau kan jadi menantu mama?" Tanya mama Sinta memegang dagu Sela.
Sela diam dan memperhatikan wajah Mama Sinta yang penuh harap, dengan terpaksa Sela mengangguk sebab tidak enak menolak mama Sinta yang selalu baik dan menyayanginya.
"Alhamdulillah Mbak Lesti kita jadi besan" kata Mama Sinta tersenyum bahagia pada Bunda Lesti.
"Iya Mbak Sinta saya sangat terharu sekali, lelah saya selama ini akan terbayar dengan mereka memberikan cucu pada kita" kata Bunda Lesti dengan bahagia.
GUUK.
Sela hanya bisa menelan saliva mendengar perkataan Bunda Lesti, tadi ia menjawab tanpa berpikir ke sana. Tapi mau ditolak sekarang rasanya tidak mungkin lagi melihat sang Bunda nya dan mama Sinta kini berpelukan lalu bercerita dengan bahagia.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...