ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 50


__ADS_3

Bibir Langit terangkat ke atas kala mendengar ucapan Nadia. Lalu mengangkat tangan kanannya membelai puncak kepala gadis yang berusia kisaran lima belas tahun tersebut.


"Memang kamu tau siapa aku?" tanya Langit menatap gadis yang wajahnya masih terlihat kesal.


Nadia mengangkat wajahnya, menatap sebentar wajah Langit lalu menjawabnya dengan nada yang masih kesal.


"Aku tidak tau kakak itu siapa, tapi yang aku lihat kak Zie menggandeng tangan Kakak. Bahkan dulu saat Kak Gio datang ke sini Kak Zie tidak pernah tuh menggandeng tangannya. Dari situ aku tau bahwa Kakak orang yang dekat dengan kak Zie, benar kan?" jawab Nadia enteng, bahkan ia sempat mengucapkan nama Gio di kalimatnya.


Langit tersenyum tipis, entah ia harus senang apa marah saat mengetahui bahwa dulu Gio pernah ke sini. Tapi ia juga merasa senang saat mendengar Zie tidak pernah menggandeng tangan Gio saat Gio datang ke rumah sakit ini. Kemudian Langit mencondongkan wajahnya ke depan tepat di sebelah telinga gadis itu.


"Bukan hanya dekat, tapi kita sepasang suami istri" bisik Langit membuat Nadia hampir berteriak namun tertahan karena jari telunjuk Langit langsung ia tempelkan di bibir gadis tersebut.


Nadia yang mengerti isyarat itu mengangguk pelan tanda mengerti.

__ADS_1


"Ya sudah, kakak pamit dulu ya Nad? Nanti kakak ajak kamu jalan-jalan ke taman biar nggak jenuh berada di rumah sakit terus" ucap Zie memutuskan percakapan mereka.


Tidak lupa pula Zie menoleh ke belakang menundukkan kepalanya pada wanita yang menggoda Langit tadi serta mengatupkan kedua tangannya, mengisyaratkan tanda minta maafnya tanpa mengucap sepatah kata pun.


Dan apa yang di lakukan oleh Langit? la tetap tidak peduli dengan wanita itu, bahkan tidak mau menatap nya. Langit kemudian menautkan jemarinya pada jemari Zie, lalu menarik Zie untuk segera pergi dari sana dan menuju ke ruangan dimana Edwin di rawat.


Di saat mereka melewati koridor yang menuju ruangan VVIP yang di sediakan oleh rumah sakit Prayoga, Langit menarik pinggul Zie lalu mencium bibir istrinya itu sekilas dan Zie langsung reflek menoleh ke arahnya.


"Marah untuk apa mas?" Zie berbalik bertanya pada Langit.


"Jelas-jelas ada wanita yang menawarkan dirinya untuk jadi yang ke dua, yang itu artinya mau menjadi madumu Zie! Kamu tidak sedikit pun cemburu gitu?" tanya Langit menatap lekat istrinya menanti jawaban apa yang akan di ucapkan oleh istri seksinya itu.


"Memang Mas mau sama dia?" bukan jawaban yang di harapkan oleh Langit yang di ucapkan Zie, ia malah mengucapkan pertanyaan polosnya.

__ADS_1


Langit menundukkan tubuhnya lalu melingkarkan kedua lengan kekarnya di bawah semangka Zie yang membuat Langit terbang melayang beberapa malam terakhir ini. Kemudian Langit mengangkat tubuh seksi istrinya itu di pangkuan tangannya, hingga kini wajah Langit berada tepat di depan dua aset milik Zie yang sudah di stempel kepemilikan oleh Langit.


"Mas turunin aku! Malu kalau ada yang liat, ini rumah sakit mas!" pekik Zie tertahan karena tidak mau mereka menjadi pusat perhatian, meski ada beberapa pasang mata yang melihat ke arah mereka berdua.


"Aku terkadang bingung kenapa aku bisa mendapat istri yang seperti ini?" Langit mengangkat kepalanya menatap Zie yang tengah menahan malu.


"Seperti ini gimana maksudnya mas? Mas menyesal telah melanjutkan pernikahan yang di awali sebuah kesalahan ini?" tanya Zie dengan wajah di tekuk.


...🥀🥀🥀🥀🥀...


...Like dan Vote ya....


...Terima kasih...

__ADS_1


__ADS_2