ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
235


__ADS_3

"Nggak, Yasmin lagi hamil terus sekarang dia lagi sakit. Jadi Damar minta di rahasiakan sampai Zie dan mama di bawa pulang, kamu mengerti kan?"


"Iya, aku ngerti" Sela mengangguk sambil membuka pintu mobil.


"Ingat, tetap tenang saat bersama Yasmin dan ponsel kamu jangan jauh-jauh"


"Iya, aku turun dulu" kesal Sela karena Adam memegang tangannya.


Sela melangkah masuk sambil berusaha tetap tenang di hadapan Yasmin.


"Sela?" Yasmin sedikit bingung karena tidak biasanya Sela datang tiba-tiba tanpa menghubunginya terlebih dahulu.


"Apa?" Sela duduk di samping Yasmin.


"Tumben ngga ngabarin dulu?"


Sela langsung mengajak Yasmin bercerita seperti biasanya agar Yasmin tidak bingung dan merasa curiga padanya.

__ADS_1


********


"Adam kenapa kita bisa kecolongan gini?" Damar sangat kesal sekali, selama ini ia menjaga Yasmin dan juga rumahnya dengan sangat ketat. Tapi ternyata orang tersebut malah menjadikan mama Sinta tawanannya.


"Mereka mencoba menculik Yasmin dan si kembar bos, tapi pengawal selalu melindungi mereka dan kita tidak pernah berpikir jika mama dan Zie yang akan menjadi korban" kata Adam.


"Dam, kamu telepon papa!" Perintah Damar, Damar tidak mungkin melibatkan papa Hardy sebab mamanya yang kini menjadi tawanan.


"Sudah, papa sedang dalam perjalanan pulang" jawab Adam.


Papa Hardy yang sedang melakukan rapat langsung meninggalkan meja rapat karena ia terkejut mendengar istri dan cucu kesayangannya di culik.


Damar tampaknya tidak bisa berpikir dengan jernih, karena Zie yang masih balita di tahan se gerombolan orang yang menginginkan harta Yasmin. Bagaimana bila terjadi sesuatu pada Zie, Yasmin pasti akan gila. Pikiran-pikiran itu sangat membuat konsentrasi Damar terganggu.


"Iya dam, ayo cepat" Damar dan Adam berangkat menuju tempat yang di inginkan Handoko beserta dengan membawa surat berharga yang di inginkan Handoko.


Untuk saat ini dan hanya menurut pada ide Adam, otak Damar mendadak buntu saat membayangkan anaknya disakiti juga mamah nya yang sedang ketakutan disana.

__ADS_1


Di tengah perjalanan Adam menghentikan laju kendaraannya, sebab Papa Hardy sudah ada bersama dengan Edo juga Aran.


"Kita kemana Adam?" Tanya papa Hardy tidak kalah panik.


"Ke ujung hutan sana pa. Tapi kita ngga bisa rame-rame gini jadi papa sama kita, Aran dan Edo ngikutin kita sama sama orang-orang kita yang lainnya dari jarak jauh dan jangan sampai mereka curiga" kata Adam.


"Semangat bro, Mama sama Zie pasti bakalan baik-baik aja" kata Edo yang melihat Damar yang terlihat sangat cemas.


"Iya" jawab Damar dengan lesu.


"Naik pa" kata Adam.


Adam, Damar serta papa Hardy duluan sementara yang lain mengikuti perintah Edo. Setah perjalanan selama satu jam karena mereka benar-benar di tengah-tengah hutan, Adam sudah melaju dengan kecepatan tinggi namun tetap saja memakan waktu. Kini mereka sudah berada di tempat yang sesuai dengan arahan Handoko.


Damar, Adam dan papa Hardy langsung turun dari mobil. Papa Hardy sangat marah dan sepertinya Handoko tidak tau betapa mafia itu atau mungkin Handoko si mantan pengacara itu tidak pernah tau mereka kini sedang berurusan dengan mafia berdarah dingin.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2