
"Zie kenapa?" tanya Ayah Damar saat tak sengaja mendengar istri nya memanggil nama Zie.
"Itu yah, Zie tadi telepon. Ternyata dia lagi di rumah Mama" jawab Bunda Yasmin.
"Syukurlah.. lega sekali aku mendengar nya, ayo kita kesana" ajak Ayah Damar.
Akhir nya mereka berdua berangkat menemui Zie, meskipun Zie berkata masih tidak ingin pulang terlebih dahulu namun kedua orang tua nya ingin tetap kesana untuk memastikan jika Zie benar baik-baik saja.
Langit pulang ke rumah dengan keadaan yang sangat kacau hingga ia tidak menyadari jika rumah sepi, tidak ada satu pun orang di rumah.
Langit memasuki kamar nya untuk menenangkan pikiran nya agar lebih jernih lalu bisa kembali mencari sang istri sampai ketemu. Namun saat ia duduk di ranjang nya ia seperti melihat sesuatu di meja sana, Langit pun berdiri dan melihat benda tersebut dan ternyata benda itu adalah cincin kawin Zie yang telah di lepas oleh Zie. Yang niat hati ingin menenangkan pikiran, tetapi pikiran Langit kini malah semakin kacau setelah melihat cincin kawin nya dengan Zie. Zie melepas kan cincin kawin nya, sudah pasti Zie akan melepaskan pernihakan ini juga.
*TELEPON
"Cepat cari Zie sampai ketemu, sekarang juga!" Ucap Langit dengan penuh penekanan.
__ADS_1
"Siap bos" setelah mendengar jawaban dari Axel sang bodyguard nya itu, Langit langsung mematikan telepon secara sepihak.
Setelah bertemu dengan Zie dan sudah memastikan sang putri jika dia memang benar baik-baik saja, bunda Yasmin dan ayah Damar memutuskan untuk pulang dan memberi tahu kabar baik ini pada Langit. Meski ayah dan bunda tau bahwa Zie dan Langit pasti sedang ada masalah, namun ayah dan bunda tetap tidak mau memaksa Zie untuk bercerita jika ia masih belum siap.
"Zieeee....." Teriak Langit dengan frustasi.
Ayah Damar dan Bunda Yasmin langsung berlari menuju kamar Langit dan Zie saat mendengar teriakan menantu nya itu.
Ceklek
Bunda langsung masuk kamar dimana Langit berada, ia langsung menghampiri Langit dan menenangkan menantu nya itu.
"Dimana bunda?" Tanya Langit yang sangat bahagia hingga tak sadar air mata nya terjatuh.
"Dia sekarang sedang di rumah Oma dan Opa nya, dia masih belum ingin pulang karena dia ingin menenangkan pikiran nya dahulu. Tolong kasih waktu Zie ya, kamu yang sabar" ucap bunda Yasmin seraya mengelus puncak kepala Langit.
__ADS_1
"Alhamdulillah" ucap Langit dengan mata yang masih berbinar dan di balas senyuman oleh bunda Yasmin.
"Bunda tau kalian berdua sedang ada masalah, maaf kan bunda jika kamu merasa bunda ikut campur masalah kalian. Tapi bunda hanya ingin berpesan pada kamu nak, kamu lebih sabar lagi menghadapi Zie yang sikap nya mungkin masih seperti anak-anak. Dan untuk kamu kedepan nya tolong lebih jaga perasaan Zie ya, perempuan itu kodrat nya memang sangat sensitif dan di tambah lagi sekarang Zie lagi hamil. Bunda tidak ingin anak kalian yang menjadi korban nya" ucap bunda.
"Maaf kan Langit Bun, yang sudah membuat Zie seperti ini" jawab Langit dengan perasaan bersalah.
"Sudah sudah, bunda tidak menyalahkan siapapun disini. Tapi bunda hanya berpesan agar kejadian seperti ini tidak terjadi lagi kedepan nya. Dan kamu tidak perlu khawatir mengenai Zie, jika Zie pikiran nya sudah lebih tenang pasti dia akan kembali lagi kesini" ucap bunda lagi seraya memeluk menantu nya itu agar merasa lebih tenang juga.
Bunda Yasmin dan ayah Damar tidak pernah membedakan antara anak dan menantu, jadi sudah tidak heran jika sekarang bunda Yasmin menenangkan Langit seperti ia menenangkan anak-anak nya yang lain.
*DI TEMPAT LAIN
"Zie" panggil Oma.
"Iya Oma?" Jawab Zie.
__ADS_1
"Oma tau kalau kamu sedang menyembunyikan sesuatu pada Oma tapi Oma juga tidak akan memaksa mu untuk bercerita sekarang, tapi kalau kamu butuh sesuatu langsung bilang ya sayang. Oma sangat menyayangi mu, kalau urusan sayang rasa sayang Oma juga tidak kalah jika di bandingkan dengan ayah dan bunda mu" ucap Oma Sinta.
......Stay terus ya kak, jangan lupa untuk Like dan Vote, Terima kasih......