ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Part 23


__ADS_3

Hari yang aku takutkan datang, setelah kepergian Yumna, kini aku terancam untuk kehilangan orang yang sudah mulai aku sayang dan cinta. Orang yang begitu peduli terhadap aku.


***


Aku duduk di samping kemudi di sebelah Mas Hendrick, aku merebahkan kepalaku pada bahu kekarnya, sesekali Mas Hendrick mengecup pucuk kepala ku dengan sangat lembut, dan akupun bisa merasakan kalau dirinya sudah mulai mencintai aku. Sama seperti aku yang juga sudah merasa cinta dan nyaman saat bersama nya. Tapi walaupun kami sudah sama-sama saling cinta, pernikahan kami kasih menjadi pernikahan rahasia yang belum diketahui oleh kedua orang tua Mas Hendrick, dan satu lagi, Mas Hendrick sudah punya tunangan.


''Kalau kamu merasa ngantuk dan lelah, tidur lah Sayang. Mas akan membawa mobil dengan hati-hati,'' ucap Mas Hendrick lembut, suamiku memang sangat mengerti dengan diriku.


''Iya Mas.'' Sahutku, lalu aku mulai memejamkan mata, mataku yang terasa panas dan bengkak karena seharian ini air mataku terus keluar. Malam sudah datang, setelah selesai sholat Magrib tadi, kami mulai melakukan perjalanan ke rumah Mas Hendrick. Aku pergi dari kontrakan tanpa sepengetahuan Mas Imam dan Mama nya, karena kalau aku minta izin terlebih dahulu kepada mereka, takutnya mereka banyak bertanya dan aku pasti akan kebingungan untuk menjawab pertanyaan mereka.


***

__ADS_1


''Sayang, bangunlah,'' aku mendengar suara Mas Hendrick berbisik tepat di telinga ku, aku merasa tangan nya juga membelai punggung ku.


''Kita sudah sampai Mas?'' tanyaku, aku membuka mataku perlahan, begitu mataku sudah bisa melihat dengan sempurna, aku melihat di depan kami pagar tinggi menjulang masih tertutup. Iya, ternyata Mas Hendrick menghentikan kendaraan roda empat miliknya di luar pagar rumahnya. Mas Hendrick tak menjawab pertanyaan dari ku, aku melihat wajahnya tampannya, wajah tampan nya terlihat gelisah.


''Kamu kenapa Mas?'' tanyaku karena aku merasa penasaran apa yang terjadi kepada suamiku.


''Sayang, maaf,'' ucapnya lirih. Ia menatap wajah ku lekat, lalu membelai pipi ku.


''Sayang, Mama dan Papa sudah pulang. Tadi waktu di perjalanan saat kamu masih tidur Jasmine menghubungi Mas dan mengabarkan tentang kepulangan Mama dan Papa. Bukan hanya Mama dan Papa yang pulang, tapi ... Anggia juga sudah pulang, sekarang mereka telah berada di dalam rumah menunggu kepulangan Mas. Kata Jasmine mereka sengaja tak memberi tahu tentang kepulangan mereka ke Indonesia kepada Mas karena mereka ingin memberikan kejutan kepada Mas,'' jelas Mas Hendrick dengan wajahnya yang lesu. Seharusnya ia merasa senang dengan kepulangan kedua orang tua dan tunangannya, tapi aku lihat ada yang berbeda di wajah tampannya. Aku pun merasa takut, karena kemungkinan kedepannya kami akan kesulitan untuk berduaan dan menghabiskan malam panjang bersama lagi. Ah, kenapa hidup ku begitu menyedihkan.


''Anggia itu nama tunangan Mas?'' tanya ku sedikit ragu. Jujur, hatiku merasa sakit saat menyebut nama wanita yang lebih dulu bertemu dengan suami itu, wanita yang berstatus sebagai tunangan Mas Hendrick. Aku sangat takut kalau kedepan nya hubungan kami terancam tak bisa di lanjutkan lagi.

__ADS_1


''Iya Sayang. Em, Mas cuma mau mengatakan kepada mu, nanti saat kita sudah sampai di dalam rumah, kamu jangan marah ya sama Mas,''


''Marah kenapa?''


''Nanti Mas akan mengenalkan kamu kepada Mama, Papa dan Anggia kalau kamu itu adalah pelayan baru di rumah Mas. Kamu tak apa-apa 'kan?''


''Mm, tidak, aku tidak apa-apa Mas.'' Aku berkata dengan dada terasa sesak dan hatiku terasa sakit. Luka ku karena kehilangan adikku belum mengering, sekarang aku harus pura-pura menjadi pelayan di rumah suami ku sendiri. Tapi aku sadar dengan posisi dan statusku, aku hanyalah wanita simpanan, dan aku harus tetap kuat serta sabar dalam menghadapi apapun yang berhubungan dengan Mas Hendrick. Karena Mas Hendrick sudah membayar biaya pengobatan Yumna, meskipun nyawa Yumna tak bisa di selamatkan, tetap saja aku sudah berhutang banyak kepada Mas Hendrick, dan aku harus menuruti apa yang di perintahkan nya.


''Mas melakukan ini karena terpaksa Sayang. Karena Mas menyayangi kamu. kalau Mas mengenalkan kamu kepada mereka kalau kamu itu adalah istri Mas, bisa-bisa mereka marah besar kepada Mas. Mas harap kamu mengerti.'' Mas Hendrick berkata lagi seraya menggenggam erat kedua tangan ku. Aku pun hanya mampu menganggukkan kepala dengan memaksa senyum. Aku ingin menunjukkan kepada Mas Hendrick kalau aku tidak apa-apa, walaupun sebenarnya aku merasa begitu terluka dengan situasi yang sungguh tak bersahabat ini.


Setelah itu Mas Hendrick melajukan lagi kendaraan roda empat miliknya memasuki pagar. Aku merasa jantung berdebar kencang, aku sungguh belum siap untuk bertemu dengan kedua orang tua Mas Hendrick, dan aku juga belum siap melihat Mas Hendrick bermesraan dengan wanita lain.

__ADS_1


Bersambung.


__ADS_2