ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 21


__ADS_3

Gio berusaha setegar mungkin dan tidak menunjukkan raut muka yang sedih, ia juga berusaha menerima semua ini dengan ikhlas karena mungkin inilah yang terbaik untuknya dan juga Zie.


Jujur rasa cintanya pada Zie masih sama seperti dulu Namun keadaan membuat mereka tidak mungkin bersama lagi, ia hanya bisa mengenang masa indahnya dengan Zie di memori nya.


"Jujur aku tak kuasa melihat kau dengannya, tapi ini semua sudah menjadi skenario-NYA meski berat aku akan menerima semua ini dan mengubur kisah cinta kita" Batin Gio.


"Semoga kamu juga mendapatkan wanita yang lebih baik dari aku mas, bolehkah aku menghubungimu saat aku butuh pendapatmu?" Zie menghentikan tangisannya dan mengusap wajahnya dengan tisu.


"Tentu saja boleh, tapi ingat mintalah ijin suamimu terlebih dulu agar tidak ada fitnah di antara kita. Tidak baik bila seorang istri menghubungi laki-laki lain tanpa sepengetahuan suaminya, aku tidak mau bila di anggap pebinor nantinya" ujar Gio seraya menaik turunkan alisnya.


la berusaha menghibur Zie agar tidak terlalu larut dalam kesedihannya meskipun hatinya sendiri lebih hancur dari Zie.


"Pebinor apaan sih, dia pasti mengijinkan aku menghubungimu. Bukan begitu kan mas Langit?"

__ADS_1


Zie mendongakkan wajahnya ke belakang Gio, Gio pun mengikuti arah yang di tatap Zie. Dia menoleh ke belakang dan mendapati Langit yang berada di belakangnya.


Langit tersenyum lalu beranjak dari duduknya, melangkah mendekat ke tempat Zie berada. Saat dia sampai di samping istrinya, ia mengecup puncak kepala istrinya. Membuat Zie terkesima seketika dengan perlakuan Langit di depan Gio.


Langit yang di tatap seperti itu oleh Zie hanya tersenyum tipis lalu duduk di sebelah Zie.


"Tentu saja boleh, asal tidak terlewat batas atau ketemuan di belakangku. Karena aku tidak mau istriku yang cantik ini bertemu laki-laki tanpa aku dampingi"


Langit membelai lembut wajah Zie dengan senyum yang merekah, ia memang dengan sengaja bersikap seperti itu agar Gio sadar Zie adalah miliknya seorang dan tidak ada yang boleh menyentuh miliknya.


"Lelaki mana yang tahan bila istrinya di peluk oleh lelaki lain di hadapannya pula. Pasti dia sedang cemburu sekarang, terus bagaimana denganku? Istighfar Gio, dia sudah jadi istri orang" Batin Gio.


"Kenalin Mas, dia Mas Gio. Mas Gio kenalin dia suamiku, Mas Langit"

__ADS_1


Zie memperkenalkan mereka berdua, lalu mereka saling berjabat tangan dan melempar senyum. Entah senyum yang seperti apa hanya mereka yang tahu.


"Urusan kamu udah selesai kan Sayang?" Langit bertanya sambil mengusap tangan Zie yang berada di atas tangannya.


Zie hanya mengangguk, lalu mereka berpamitan pada Gio dan meninggalkan Gio dengan segala pemikirannya.


Sampai di dalam mobil, Langit merentangkan kedua tangannya menghadap ke Zie. Zie mengerti maksud Langit dan langsung berhambur ke dada bidang milik suaminya, memang itu yang di butuhkan nya sekarang. Melepaskan masa lalunya dan membuka hari barunya bersama Langit.


"Menangis lah! Bila itu bisa meredakan rasa perih di hatimu, mungkin masih berat untuk melupakan semua kenangan yang kamu lalui dengannya. Hari ini adalah hari terakhirmu menangis karena lelaki lain"


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2