
"He he he ketahuan" Sela merutuki ke bodohannya ternyata Adam sudah tau ia berpura-pura pingsan dan Adam kini sedang mengetes dirinya.
"Kamu udah bikin Kakak panik setengah mati tau nggak, pantesan pas Kakak balik bawa baju buat kamu Bunda keluar dan nggak panik lagi, ternyata......" Adam mengkelitiki Sela tanpa ampun sebab sudah berani mengerjainya.
"Ahahhahaha, geli kak Sela nggak kuat, AMPUN...." teriak Sela.
"Nggak ada ampun" kata Adam yang mulai menindih tubuh sang istri.
"Kakak kok malah cari kesempatan sih" Sela baru sadar ternyata keduanya sudah polos.
"Kamu harus bayar, karena udah bikin Kakak panik setengah mati"
*******
Dua hari sudah berlalu kini Yasmin sudah kembali ke rumah bersama dengan ke empat baby A,B,C,D. Kini rumah besar dan megah itu sudah sangat di ributkan oleh tangisan bayi, padahal ada empat suster yang di pilih untuk membantu merawat bayi kembar itu.
"Ooe Ooe"
__ADS_1
Suara salah satu bayi yang menangis.
"Sayang itu Al nangis" Damar yang sedang menggendong salah satu bayinya, melihat bayi yang lainnya menangis yang di letakan di dalam box bayi.
"Bukan Mas, Al yang kamu gendong itu yang nangis Chan adik nya Al" kata Yasmin yang sedang menyusui Dev.
"Oh mas nggak tau yang" kata Damar.
Damar memang Ayah dari bayi kembar itu, tapi ia tak bisa membedakan yang mana Kakak dan yang mana adik di antara ke empat bayi itu, hanya Yasmin yang bisa membedakannya sedangkan mama Sinta juga sudah mulai bisa membedakan ke empat cucu tampannya itu.
"Yang emang bisa duanya sekalian kamu kasih asi?"
Damar di buat bingung sendiri, hilang sudah kepintaran yang selama ini melekat padanya. Kini ia seperti seorang Ayah pada umumnya yang masih bingung dengan suasana barunya.
"Bisa Mas, kasihan Chan dari pagi tadi dia cuman minum susu formula" Yasmin menyusui kedua bayinya sekaligus di bantu suster yang memegang Chan.
Yasmin sedikit merasa sulit untuk bergerak bebas, karena bekas operasinya yang belum sembuh jadi ia harus meminta bantuan pada ke empat suster yang memang di pekerjakan Damar untuk merawat anak-anaknya agar sang istri bisa lebih banyak istirahat dan segera sembuh kembali seperti sedia kala.
__ADS_1
"Al bobonya ayah pindah di box ya nak, ayah juga lagi nunggu antirian selesai. Nanti kalau Chan sama Dev kenyang selanjutnya Ayah" Damar meletakan Al, pada box bayinya dengan sangat hati-hati.
"Mas" Yasmin hanya bisa menarik nafas, suaminya itu tak pernah mengenal tempat jika berbicara.
Bayangkan saja mereka kini di kamar baby boy itu dengan empat bayi di tambah empat suster tapi tetap saja Damar tak pernah menganggap suster itu ada, mungkin bagi Damar suster itu bukan manusia tapi robot yang tak mengrti tentang ranjang.
"Halo cucu Oma" mama Sinta baru saja datang bersama Zie.
Zie semalam menginap di rumah mama Sinta karena Yasmin masih sakit, lagi pula rumah mama Sinta dan rumah Yasmin tak terlalu jauh hanya perlu waktu 20 menit saja sudah sampai.
"Halo Oma" jawab Yasmin menirukan suara anak kecil.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1