
"Lang, kau tahu siapa yang menembak ku tempo hari?" tanya Edwin pada Langit.
"Aku sudah tahu saat kau di ruang operasi. Aku pun juga tidak menyangka jika Bryan yang melakukan itu padamu" ucap Langit seraya menyesap Capucinno yang ia pesan melalui Samuel tadi.
Edwin sudah mulai membaik, meski masih merasakan rasa nyeri di bagian dada nya.
"Dia melakukan itu atas suruhan orang Lang, kau jangan gegabah dalam mengambil sebuah tindakan" ucap Edwin tak merasa marah sedikitpun pada teman lamanya itu, dan itu membuat Langit mengernyitkan dahinya.
"Apa kau tidak merasa marah sedikitpun atas apa yang dilakukan Bryan? Ini masalah nyawa Ed!" Langit tak habis pikir dengan jalan pikiran Edwin yang menganggap masalah ini sepele, padahal dirinya saja masih merasa kesal meskipun sudah mengetahui apa motif dari bos nya Bryan.
Edwin menggeleng kepala lalu dengan santainya ia mengambil jus jambu merah di atas meja yang di bawakan oleh Samuel sebelum nya, lalu Edwin meminum nya dengan perlahan.
"Kalau begitu, kamu cari tahu titik lemah orang picik itu dan kamu bisa menyerangnya balik Lang" saran Edwin.
Langit menganggukkan kepala sebagai jawaban dari ucapan Edwin, Tidak berselang lama, bunyi notif di ponsel Langit berbunyi. Langit tersenyum saat melihat siapa yang mengirimi pesan.
💬 Zie
"Mas aku ada jadwal operasi dulu, mas kalau mau ke kantor hati-hati ya. Semangat my hubby😘"
__ADS_1
"Kau benar-benar sudah gila Lang" cibir Edwin pada Langit.
"Kau akan menjadi lebih gila jika wanita mu bersikap dingin padamu Ed, dan aku berdoa semoga kau mendapat wanita yang super cuek" ejek Langit lalu beranjak dari tempat duduknya.
"Kau mau kemana? Dan bagaimana dengan diriku?" tanya Edwin saat melihat Langit mulai melangkah menjauh.
"Tenang saja, akan ada orang yang memungut mu nanti!" teriak Langit karena kini Langit sudah berdiri di depan pintu lalu berjalan pergi meninggalkan nya.
"Sialan lo Lang!" teriak Edwin kesal dengan sikap seenaknya sahabat sekaligus atasannya.
"Kalo bukan temen, sudah aku cekik kau" gerutu Edwin.
Usai menemui Edwin, Langit mengemudikan mobilnya menuju kantor. Namun tiba-tiba ponsel Langit berbunyi.
Kring-kring....
"Ada apa?" Jawab Langit dengan nada datar.
"Ada seseorang yang ingin menemui Bryen bos, dia ngotot sekali" Ucap orang dari sebrang sana.
__ADS_1
"Tunggu, saya kesana" Jawab Langit dengan singkat dan langsung mengemudikan mobilnya menuju kastil tua tempat persembunyian organisasi Black Leon nya.
Meski Langit seorang atasan yang sangat terpandang di Perusahaanya dan di Black Leon nya, namun Langit selalu berusaha mengatasi setiap permasalahan nya bukan sekedar memerintah. Karena itu lah Langit sangat di kagumi oleh semua bawahannya, sebab ia tak pernah meremehkan setiap permasalahan dan selalu bersikap tanggung jawab.
Membutuhkan waktu tiga puluh menit untuk Langit menuju kesana. Sesampainya di kastil Langit langsung masuk ke ruang bawah tanah, tempat di mana Bryen di kurung.
"Biarkan dia masuk!" Teriak Langit saat berjalan menuju pintu ruang bawah tanah namun mendengar keributan suara bapak-bapak yang umurnya tak lagi muda dengan para bawahan nya.
"Tapi bos.. " Bantah Samuel karena dia takut jika yang datang adalah dalang dari Bryen.
"Tidak, biarkan dia masuk. Dia rekan ku, aku percaya dengannya" Jawab Langit.
"Baik bos" Para bawahan Langit pun langsung membuka kan pintu masuk ruang bawah tanah tersebut.
"Silahkan masuk Pak Hardy"
......**🍃🍃🍃🍃🍃🍃......
......Jangan Lupa Like and Komennya yaa**......
__ADS_1