
" Mas, kemana Saja?." ucap Zie dengan wajah cemberut.
" Maaf ya sayang, mas lama ninggalin kamu, mas punya kejutan buat kamu sayang." ucap Langit.
" Apa mas?." tanya Zie.
" Lihat di pintu itu." tunjuk Langit kepada seseorang yang berada di dekat pintu masuk.
Zie melihat dengan Lamat Lamat, bayangan masa kecil dulu teringat kembali, dimana laki laki di depan nya ini selalu menggendong nya kemana pun berada, mencurahkan kasih sayang kepada diri nya.
Zie masih diam, membuat papa Hardy kecewa, ia merasa kalau cucu cantik nya ini sudah lupa dengan diri nya, ya pasti sangat mudah untuk melupakan memori yang sudah 20 tahun lebih.
Papa Hardy tersenyum melihat zie yang menatap nya dengan intens
" Opa." satu kata yang terucap oleh bibir Zie.
Papa Hardy mengembangkan senyuman nya, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar, ia langsung mendekat ke tempat tidur cucu cantik nya, untuk memastikan kalau cucu nya tadi memanggil nya
__ADS_1
" Opa." ucap Zie lagi, karena Zie merasa kalau ia salah orang, jadi baik papa Hardy maupun Zie sama sama menyakinkan kalau mereka tidak salah orang
Papa Hardy yang mendengar itu merasa sangat bahagia, karena cucu tersayang nya kembali, kembali dalam pelukan nya.
" Zie.' ucap papa Hardy lalu memeluk Zie.
zie juga merasakan kebahagiaan yang tiada Tara, ia sangat bahagia bahkan melebihi dengan apa yang ia bayangkan selama ini.
" Auwe." rintih Zie.
" Maaf opa, zie masih lemas, tidak boleh banyak bergerak." ucap Langit.
Papa Hardy membelai rambut zie dengan penuh kasih sayang, namun mata Zie kembali melihat sosok laki laki tinggi, berkulit putih, hidung mancung, wajah nya hampir sama seperti dia, namun ia lupa.
Papa Hardy melihat tatapan yang di arahkan kepada Devanno.
" Dia adik mu Zie, dia devanno yang akrab di panggil Dev." ucap papa Hardy
__ADS_1
" Kesini Dev, pasti kamu dan kakak mu saling rindu kan." ucap papa Hardy lagi.
Devanno dengan langkah yang sedikit ragu tapi ia tetap berjalan ke depan
" Kak Zie." ucap Devanno.
" Dev." ucap Zie.
mereka berdua menangis bahkan papa Hardy dan langit ikut menangis pula, mereka menangis bahagia, bagaimana tidak bahagia, selama 20 tahun lebih tidak bertemu, bahkan khusus untuk ke 4 adik Zie belum tahu kakak nya seperti apa, karena dulu Zie mengalami kecelakaan saat usia mereka baru menginjak 1 tahun.
" Ayah." ucap Zie lagi.
" Opa dimana ayah?." tanya Zie kepada papa Hardy
Papa Hardy membeku, dia mau mengatakan kondisi Damar sebenarnya, namun sebelum menjawab papa Hardy melihat ke arah Langit, Langit menggeleng kan kepala nya, menandakan jangan di beritahu dulu.
" Ayah masih sibuk nak, ayah masih banyak sekali kerjaan nya, kamu harus cepat sembuh ya, kamu mau kan bertemu dengan ayah, bunda dan Oma, serta adik adik mu yang lain nya." ucap papa Hardy
__ADS_1
" Aku mau opa, iya Zie akan makan banyak, minum obat teratur agar cepat pulang, nanti zie juga mau tidur sama ayah bunda." ucap Zie dengan manja, bahkan Langit yang sudah menjadi suami nya beberapa bulan ini, tidak tahu sisi Zie yang seperti ini, Langit hanya bisa tersenyum melihat ini semua nya.
Maaf ya kak, baru up, seharian tidur kak, efek minum obat, rasa kantuk tidak bisa terhindarkan lagi.