
"Sabar sayang, dokter akan melakukan yang terbaik demi Ghaffar. Kamu harus kuat semuanya membutuhkan kamu dan Ghani juga butuh kamu dan di rumah ada lima anak-anak kita, kalau kamu kenapa-kenapa bagaimana nasib mereka semua" kata Damar mengelus jepala Yasmin dan merapikan rambut sang istri yang berantakan.
"Tapi Ghaffar Mas, hiks hiks hiks" Yasmin masih belum bisa berhenti menangis.
"Kak" Ghani mendekati Yasmin, dan ketiganya saling berpelukan.
"Sabar ya, kalian nggak cuman berdua lihat di sini banyak keluarga yang sayang sama kalian" kata Damar.
Yasmin melihat di sana ada mami Ratih juga bersama papi Rianda dan Edo yang baru saja datang. Ia terharu kini ia melewati cobaan hidup tak sendirian seperti dulu yang harus berjalan sendiri demi adik-adiknya, tak ada kata yang bisa ia katakan selain terima kasih.
Yasmin menatap Ghaffar yang terbaring lemah dari luar melalui kaca, entah siapa yang tega melakukan ini pada Ghaffar. Bila ini murni kecelalaan lantas mengapa orang itu harus melarikan diri, namun bila ini sengaja maka siapa pelaku dari semua ini dan apa maksud dari semua ini.
__ADS_1
Sejenak Yasmin diam dan mendudukan tubuhnya, ia mengingat tak memiliki musuh. Lalu apakah Ghaffar memiliki musuh? Rasanya tidak mungkin anak sekecil itu sudah memiliki musuh, mau bertanya pada Ghani pun rasanya tidak mungkin untuk saat ini. Sebab Ghani masih terlihat terpukul dengan keadaan Ghaffar dan Yasmin pun tak percaya jika Ghaffar memiliki musuh, pak Handoko sudah tidak ada lagi, lalu siapa?
Keadan Ghaffar kini sangat buruk, tak ada tanda-tanda bahwa Ghaffar akan segera sadar. Tabrakan yang di alami Ghaffar sangat serius hingga nyawanya benar-benar terancam.
"Mas udah dua jam. Tapi Ghaffar belum juga sadar hiks hiks hiks" tangis Yasmin kembali pecah mengingat keadaan sang adik. Rasanya bila ada yang bisa ia lakukan asal adiknya selamat dan pulih kembali, ia akan melakukan itu tanpa pikir panjang seperti dulu.
"Sabar kita doakan semoga Gahffar baik-baik saja" Damar hanya bisa memeluk Yasmin berharap dengan begitu ia bisa membuat Yasmin lebih tenang.
"Mas, yang nabrak Ghaffar siapa ya kenapa dia melarikan diri?" tanya Yasmin menatap Damar.
"Mas udah minta Adam buat mencari siapa orang itu, kamu sekarang fokus sama Ghaffar dan anak-anak kita aja ya. Masalah penabrak itu kamu percayakan sama Mas" Damar mengecup kening Yasmin dan kembali memeluknya.
__ADS_1
"Yasmin kamu belum makan Nak" kata mama Sinta yang duduk di samping Ghani.
"Nanti aja Ma" jawab Yasmin.
"Kamu nggak boleh telat makan, kamu itu harus kasih asi sama empat cucu Mama" mama Sinta memberikan kotak makanan pada Damar untuk menyuapi Yasmin, sementara Ghani sudah makan bersama mama Sinta. Ghani beberapa kali menolak, namun mama Sinta memaksa walau pun hanya dua suap nasi saja.
"Sayang Mas suapin ya" Damar membuka kotak makanan tersebut dan mulai menyuapi Yasmin.
"Yasmin masih belum lapar Mas" jawab Yasmin tak berselera sedikit pun melihat makanan itu, mungkin karena hati dan pikirannya belum tenang. Sehingga nikmatnya makan itu serasa seperti tak nikmat sama sekali.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...