
"Papah hiks hiks" tubuh Mama Sinta bergetar terlihat lebam di bagian tubuhnya.
Beberapa jam yang lalu.
Mama Sinta bersama seorang supir juga Zie, sedang mengendarai sebuah mobil. Mereka baru pulang dari Mall sehabis membawa Zie jalan-jalan dan berbelanja mainan sangat banyak.
Namun saat keduanya akan pulang, di perjalanan ada mobil yang menghalangi laju kendaraan mobil mereka.
"Turun" lima orang preman berbadan besar menggedor kaca mobil, namun sang sopir tidak mau membuka pintu.Dengan cepat sopir pribadi mama Sinta mengambil ponsel berniat ingin menghubungi Adam, namun sayangnya kalah cepat dengan preman yang ternyata sudah memecahkan kaca mobil hingga pintu berhasil dibuka.
Tanpa basa-basi sang sopir ditikam benda tajam hingga ia sudah tidak sadarkan diri, mama Sinta tidak tahu entah ia masih hidup atau telah tiada. Sang sopir ditinggal begitu saja dengan darah yang terus mengalir, tanpa ada pertolongan sedikitpun dari si preman.
Suasana jalanan terlihat ramai, namun Mama cinta tidak berani berteriak karena preman itu mengarahkan benda tajam pada Zie. Mama Sinta tidak mau apa yang dialami sopirnya ikut juga dialami oleh Zie.
"Ikut dan jangan berteriak!" Kata preman itu.
__ADS_1
"Iya, tapi jangan sakiti cucu ku" ucap mama Sinta, mama Sinta hanya bisa menangis sambil menuruti keinginan preman hingga ia dan Zie di bawa ke gubuk di tengah hutan itu.
Zie terus saja menangis, bagaimana balita itu tidak menangis ia dibiarkan tergeletak diatas tanah sementara tangan mama Sinta diikat.
Dengan cukup kencang Zie menangis berjalan dengan lambat sambil menangis pada Mama Sinta akhirnya Mama Sinta memohon agar melepaskan ikatan pada tangannya.
"Cepat diamkan bayi itu, berisik!" Bentak seorang preman.
"Iya" jawab Mama Sinta sambil menggendong Zie.
Zie terus menangis karena haus dan lapar, dengan terpaksa Mama Sinta memberinya air mineral yang ada di dekatnya. Mama Sinta menangis saat melihat Zie mendeguk dengan cepat air mineral itu dan akhirnya Zie berhenti menangis.
Demi melindungi Zie, dari pukulan preman yang benci dengan keributan Zie, mama Sinta memeluk Zie hingga ia yang di pukuli. Dan tidak lama berselang mama Sinta mendengar suara Damar yang memanggil nama Zie. Mama Sinta sedikit lega, paling tidak Zie yang merasa kehausan dan kelaparan bisa cepat di tolong.
Dan kini mama Sinta melihat Damar bersama sang suami ada di hadapannya. Dengan suara gemetar dan lemah mama Sinta berteriak, sungguh mama Sinta sangat takut dan ia tidak pernah mengalami hal seburuk itu.
__ADS_1
"Lepas kan mereka!" Kata papa Hardy yang merasa tidak kuat degan Zie yang terus menangis.
"Tidak akan!" Jawab Handoko.
"Kenapa kau curang!" Kata Damar.
"Karena kau juga bermain curang" jawab Handoko.
Ia mengingat saat Damar mengambil semua yang sudah ia dapat kan dengan cara yang sudah payah, lalu dengan mudah nya Damar membawa pengacara dan polisi untuk mengusirnya dari perusahaan milik Yasmin.
"Tapi kali ini kau sudah menang dengan mendapatkan apa yang kau inginkan" kata Damar.
"Mana Yasmin kenapa kau tidak membawanya"
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...