ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
74


__ADS_3

" Dasar om om labil, dan apa tadi? minta maaf, oh tidak semudah itu, kamu sudah terlalu menghina ku." batin Yasmin.


" Mas lepasin, aku mau bangun, aku juga mau kerja." kata Yasmin tetap berusaha melepaskan tubuh nya.


" Tidak, kamu hari ini temani mas di rumah, dan mas bos nya, jadi kamu bebas kalau pun tidak masuk bekerja." jawab Damar, ia sama sekali tidak berniat melepaskan tubuh Yasmin.


Yasmin mulai menarik nafas nya. Yasmin sangat malas melihat Damar, ia masih ragu kalau Damar kini benar benar berubah.


Yasmin belum percaya pada Damar, karena Damar adalah manusia labil.


Yasmin ingin melihat pembuktian dulu dari kesungguhan Damar. ia tidak akan membiarkan DAmar datang dan pergi sesuka hati nya lagi, Tidak, Yasmin sudah benar benar banyak belajar dan ia tidak mau tertipu dengan tingkah Damar yang sangat manis seperti pagi ini.


" Mas kalau kamu butuh maaf dari ku, lepaskan aku dan aku mau pergi bekerja." kata Yasmin dengan tegas.


" Tapi sayang." kata Damar yang masih tidak rela Yasmin lepas dari pelukan nya.


" Lepaskan atau aku akan pergi dan tidak akan pernah kembali." Kata Yasmin.

__ADS_1


Setelah mendengar Yasmin berbicara tegas pada nya. Damar dengan refleks melepaskan Yasmin. ia tidak bisa membayangkan kalau Yasmin benar benar akan meninggalkan nya.


Setelah Damar melepaskan nya. Yasmin langsung bangun dari atas tempat tidur dengan melilitkan selimut di tubuh nya, ia tidak mau Damar melihat nya berjalan hanya dengan memakai dalaman saja.


" Sayang aku sudah melepaskan mu, jadi jangan pernah kamu pergi tinggal kan aku." Kata Damar. Yasmin yang sedang berlari dengan lilitan selimut di tubuh nya, mulai berhenti saat ia akan membuka pintu kamar mandi, karena ia mendengar Damar yang berbicara.


" Aku akan meninggalkan mu, bila kamu menyakiti hati dan tidak menghargai aku." kata Yasmin. Yasmin tidak menunggu jawaban dari Damar, ia membuka pintu kamar mandi lalu masuk ke dalam dan menutup pintu dengan sedikit membanting pintu.


Duarrrrrrr!!!!!!!


Damar merasa shok, karena Yasmin kini semakin tegas pada nya. Damar turun dari atas tempat tidur menuju kamar manid, ia ingin masuk tapi sayang ternyata pintu nya di kunci dari dalam sama Yasmin.


ia menempel kan telinga nya di pintu kamar mandi itu dan berharap Yasmin menjawab lalu mengiyakan ucapan nya, namun sayang Yasmin sama sekali tidak memperdulikan nya.


Tok Tok Tok!!!


" Yas, kamu mendengar ku kan?." teriak Damar.

__ADS_1


Tok Tok Tok!!!!!!


" Sayang." panggil Damar.


Ceklek


Yasmin membuka pintu dan keluar dari kamar mandi, dengan melilitkan handuk di tubuh nya. Damar menelan saliva nya, ia ingin menerkan Yasmin, tapi dengan cepat Yasmin menolak nya.


" Jangan macam macam mas, atau kamu tidak akan meliaht ku lagi." ucap Yasmin dengan penuh penekanan. Yasmin berjalan menuju lemari dan mengambil baju kerja nya, lalu ia kembali nlagi ke kamar mandi.


Damar hanya diam saja mematung di depan pintu kamar mandi, karena ia takut dengan acaman Yasmin. Tidak lama kemudian Yasmin keluar lagi dari dalam kamar mandi.


Damar masih dengan tingkah aneh nya, tidak ada lagi wajah sangar yang biasa di lihat oleh para karyawan dan orang orang di sekitar nya.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2