
Kini ke dua nya sudah di perjalanan, Yasmin terus bersandar di bahu Erza, Yasmin sesekali melihat kaca spion, Yasmin mengenali mobil yang berada di belakang mobil Erza, ya mobil itu adalah mobil Damar, Yasmin hanya diam saja seolah olah tidak terjadi apa apa.
Setelah beberapa menit perjalanan, kini Yasmin sudah sampai di depan gerbang rumah nya, Yasmin mulai turun dan begitu juga dengan Erza.
Yasmin melihat di kejauhan ada mobil Damar, yang terparkir di pinggir jalan itu, Erza mulai mendekati Yasmin.
Cup.
Erza mencium sekilas bibir Yasmin.
" Aku pulang ya sayang, besok aku jemput lagi." Ucap Erza pada Yasmin.
" Iya, terima kasih sayang, sudah antar aku pulang." Jawab Yasmin yang mengencangkan suara nya, agar Damar yang berada di seberang mendengar apa yang di ucapkan oleh Yasmin.
" Tidak usah bilang terima kasih sayang, aku kan pacar kamu, kalau kamu bukan pacar aku, tidak mungkin aku mau antar jemput kamu." Ucap Erza.
Deggg.
Damar seperti tersindir dengan apa yang di ucapkan oleh Erza.
" Oh sayang, kamu baik sekali, kecuali aku simpanan kamu, atau orang yang tidak penting buat kamu, mungkin aku pasti di sembunyikan di hadapan banyak orang, ya kak yang " kata Yasmin, masih dengan suara setengah berteriak.
__ADS_1
" Udah ah, aku pulang dulu, kamu itu bagai berlian di mata ku, jadi aku tidak akan menyembunyikan kamu, aku akan dengan bangga nya memperkenalkan mu kepada orang orang, bahwa kamu adalah milik ku." Ujar Erza.
Cup.
Yasmin mencium pipi Erza dan Erza mulai masuk ke dalam mobil nya.
Lalu menghilang dari hadapan Yasmin, setelah itu Yasmin mulai masuk ke dalam rumah nya, dengan senyum di wajah nya.
" Ghani, Gaffar kalian mau kemana?." Tanya Yasmin karena ke dua adik nya sama sama membawa tas dan hampir keluar juga dari pagar rumah itu.
" Kak Yas, sudah pulang?." Tanya Ghani.
" Kak kita ke rumah Rendi dulu ya, ada tugas kelompok." Kata Ghani.
" Oh ya, rumah nya yang di sebelah rumah kita ya, rumah teman kalian itu?." Tanya Yasmin.
" Ya kak, kak kami boleh kerja di tempat pencucian mobil mang Joni tidak?." Tanya Gaffar dengan hati hati, karena ke dua nya takut menyinggung perasaan Yasmin.
Tiba tiba Damar berada di sebelah meraka, Damar berdiri di samping Yasmin, Yasmin tidak memperdulikan keberadaan Damar.
" Loh kenapa kalian mau bekerja?." Tanya Yasmin.
__ADS_1
Karena selama Yasmin kembali ke rumah mendiang ke dua orang tua nya, ke dua adik nya sudah bebas makan tidak perlu lagi terlalu hemat seperti dulu, karena dulu mereka harus mengingat kalau mereka setiap bulan harus membayar kontrakan.
Ghani dan Gaffar saling dorong, tidak ada satu pun yang berani mengatakan tujuan nya.
" Itu kak, kita pengen punya sepeda." Kata Ghani sambil menundukkan kepala nya.
" Kalau kalian mau beli sepeda, besok kak Damar belikan, tapi kalian tidak boleh kerja." Kata Damar.
" Kakak serius." Tanya Gaffar dengan antusias dan Ghani juga tersenyum.
" Iya, tapi kalian harus janji tidak boleh nakal dan harus rajin belajar." Kata Damar lagi.
" Iya kak." Jawab mereka berdua.
" Kak Damar dan kak Yas, kami berangkat dulu ya." Pamit ke dua adik kembar nya dengan berlari, karena besok mereka akan mempunyai sepeda.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1