
*Perusahaan Bagaskara Corporation
Usai sampai di perusahaan milik Langit, Devano langsung di sambut dengan Beni selalu sekretaris Langit dan mengantarkannya ke ruangan meeting.
"Silahkan duduk pak Devano" Ucap Langit.
"Baik Pak" Jawab Devano sembari mengulurkan tangan untuk menjabat tangan Langit.
"Oiya, mengapa pak Damar tidak bisa hadir?" Basa-basi Langit karena menurutnya kemarin Damar masih baik-baik saja dan sekarang tiba-tiba sakit.
"Ayah saya sedang sakit pak dan sekarang sedang di rawat di rumah. Bisa kita mulai meetingnya?" Jawab Devano.
Setelah meeting membahas kerja sama antara perusahaan milik Langit dan Damar selesai. Devano pun pamit pergi lalu Devano melangkahkan kakinya dan keluar dari ruangan rapat tersebut. Saat Devano membuka pintu ruangan, ia melihat sosok gadis cantik di sana dan gadis itu memberikan senyuman manisnya sebagai sapaan lalu Devano pun juga membalas senyumannya sembari terus berjalan.
Deg!
Ada rasa desiran aneh yang muncul di hati Zie, dengan reflek Zie langsung menoleh ke arah rekan bisnis Langit yang barusan selesai meeting dengan Langit.
"Hey sayang" Ucap Langit seraya memegang wajah cantik istrinya dengan kedua tangannya.
"Eh mas.." Zie yang terkejut.
__ADS_1
"Suami nya disini kok lihat nya kesana sih" Ucap Langit yang pura-pura cemberut.
Devano yang berjalan belum terlalu jauh menoleh ke arah belakang dan melihat kearah Langit dan sosok gadis tersebut.
"Gadis itu cantik dan manis sekali, siapa ya dia? Apa dia adiknya pak Langit atau bahkan istrinya pak Langit? Hish apasih aku ini" Batin Devano geleng-geleng atas pikirannya sendiri, lalu ia melanjutkan langkahnya pergi dari perusahaan Bagaskara Corporation.
"Apa sih kamu ini, oiya aku udah siapin semua baju kamu buat keberangkatan kita sebentar lagi" Ucap Zie.
Ya mereka akan berangkat ke Jepang hari ini untuk menemui ahli waris dari toko perhiasan Okachimachi, tempat pembuatan kalung Zie dulu. Take off pesawat mereka pukul 4 sore dan kini sudah menunjukan pukul 2 siang, jadi Zie memutuskan untuk menyusul Langit ke kantor agar mempersingkat waktu.
Usai Langit berganti pakaian, mereka berdua langsung menuju bandara agar tidak terlambat keberangkatan pesawat. Dan benar saja, saat mereka sampai di bandara pesawat yang mereka tumpangi akan segera take off sebentar lagi.
Perjalanan Jakarta menuju Tokyo Jepang sekitar 7 jam, waktu demi waktu berjalan namun tak kunjung sampai membuat Zie sangat jenuh dan mengantuk.
"Engga kok mas" Elak Zie, ia mengelak namun matanya tidak bisa berbohong karena ia sudah berkali-kali terjatuh ke pundak Langit sebab Zie sudah mengantuk berat.
"Udah sini ngga usah malu-malu" Ucap Langit seraya menarik tubuh Zie dan meletakkan kepala Zie pada pundak nya.
Setelah pesawat landing ke bandara Tokyo, mereka turun menaiki taxi menuju hotel mewah yang berada di pusat kota Tokyo tersebut. Hotel mewah yang bernuansa khas Jepang dengan pemandangan yang elegan, hotel yang kebanyakan hanya di kunjungi oleh pejabat-pejabat tinggi di negara.
*Ke esokan harinya.
__ADS_1
Langit dan Zie berangkat ke restoran, tempat dimana mereka berjanjian dengan sang ahli waris toko perhiasan Okachimachi. Setelah sekitar satu jam mereka menunggu namun belum ada tanda-tanda datang nya sang ahli waris tersebut.
"Mas, aku ke toilet sebentar ya" Pamit Zie.
"Iya sayang, mau aku antar?" Tanya Langit.
"Engga mas, aku tau kok. Kamu tungguin disini aja dulu, siapa tau sebentar lagi datang" Jawab Zie dengan tersenyum lalu melangkah menuju toilet. Namun tiba-tiba..
BRUK!!
Ada seseorang yang tanpa sengaja menabrak Zie hingga Zie hampir saja terjatuh.
Siapa ya kira-kira yang nabrak Zie? Hayo-hayo ada yang bisa tebak?
...**Jangan lupa mampir di cerita ku yang lain nya ya kak....
...Jodoh pilihan Istri...
...First Love Story**'...
...💐💐💐💐💐💐...
__ADS_1
...Yuk yuk Komen, Like dan Vote nya supaya Author lebih semangat lagi...