ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Selangkah lagi


__ADS_3

Aku duduk di kursi depan cermin meja rias sembari menatap pantulan diriku di depan cermin. ''Cantik.'' Satu kata itu meluncur begitu saja dari bibir tipis dan seksi ku. Iya, setelah wajahku di poles dengan makeup oleh seorang wanita yang di perintahkan oleh Tuan Hendrick, akhirnya sekarang aku telah menjelma menjadi wanita yang sangat cantik, sampai-sampai aku sendiri di buat pangling menatap pantulan diriku sendiri di dalam cermin. Apalagi tubuh ku yang indah juga telah di baluti dengan gaun bewarna putih yang sangat mewah dan di kepalaku juga terdapat mahkota yang sangat cantik. Rambutku yang panjang sepunggung dan bergelombang di tata sedemikian rupa oleh wanita yang di perintahkan oleh Tuan Hendrick, wanita yang di sebut orang-orang sebagai MUA dan penata rias.


''Ayo, turun. Tuan Hendrick sudah menunggu Nona di lantai bawah,'' ucap wanita berpakaian serba hitam. Setahu aku tadi Tuan Hendrick memperkenalkannya sebagai kepala pelayan di rumah yang aku tempati sekarang. Sekarang aku tengah berada di dalam sebuah kamar yang luas dengan fasilitas lengkap di dalamnya. Kamar yang merupakan kamar pengantin antara diri ku dan Tuan Hendrick.

__ADS_1


''Iya, baiklah.'' Sahut seraya berdiri dari dudukku. Wanita berpakaian serba hitam yang bernama Jasmine membantu ku mengangkat gaun ku yang panjang yang kalau tidak di angkat akan menyapu lantai. Aku heran, kenapa Tuan Hendrick berlebihan sekali dalam memilih gaun dan mendadani aku, bukan kah ini hanya pernikahan rahasia antara kami? Lalu kenapa ia begitu berlebihan. Toh, yang pastinya yang hadir di pernikahan ini hanya penghulu dan beberapa orang saksi saja. Bahkan Tuan Hendrick menyembunyikan tentang siapa aku dari kedua orangtuanya, dari teman-temannya dan dari rekan-rekan kerjanya. Sedangkan untuk kekasih? Aku tidak tahu siapa kekasih Tuan Hendrick saat ini.


Aku berjalan menuruni satu persatu anak tangga dengan Jasmine yang selalu setia berada di belakang ku. Sedangkan dua orang pelayan yang berusia sekitar empat puluh tahun membimbing tubuh ku di sisi kiri dan kanan.

__ADS_1


Saat sudah sampai di lantai bawah, kami berjalan lagi memasuki sebuah ruangan, yang mana kata kepala pelayan ruangan itu merupakan aula di rumah itu. Waw, lagi-lagi aku di buat takjub, rumah Tuan Hendrick memang lengkap, semua ruangan dan fasilitas apapun ada di dalamnya.


''Cepatlah!'' sahut Tuan Hendrick dengan suara nya yang serak dan sedikit menggelegar. Ia menoleh ke arah kami, lalu saat matanya dan mataku bertemu, aku melihat ia diam beberapa saat, matanya tak berkedip, aku lalu menundukkan wajah ku, aku merasa malu di tatap dengan sebegitu lekat oleh pria yang sebentar lagi akan menjadi suami ku. Suami simpanan pastinya. Dan akupun menjadi istri simpanan. Pernikahan macam apa ini? Ya pernikahan rahasia tentunya, hanya pernikahan rahasia yang cocok sebagai sebutan yang pas. Tuan Hendrick terlihat sangat tampan dengan kemeja putih yang membaluti tubuh tegapnya, selain itu aku juga melihat ada yang berbeda pada wajah Tuan Hendrick, aku perhatikan wajah Tuan Hendrick nampak lebih bersih dan bersinar dari biasanya.

__ADS_1


Aku duduk tepat di samping Tuan Hendrick dengan dada terasa sesak serta debaran aneh yang aku rasakan di dada, aku merasa sesak mengingat aku yang harus mengakhiri masa lajang ku dengan cara yang tak baik. Tapi walaupun begitu aku harus selalu tegar, karena semua ini aku lakukan semata-mata untuk menyelamatkan nyawa adikku. Aroma parfum Tuan Hendrick menguar menusuk indra pencium, lalu setelah itu Tuan Hendrick dan pria yang ku taksir sepantaran dengan Ayah saling berjabat tangan. Aku menunduk mendengarkan, mendengarkan Tuan Hendrick dan pria itu mengucapkan kata ijab kabul atas diriku. Sebentar lagi aku akan menjadi istri dari seorang Hendrick. Ya menurut ku ini jauh lebih baik ketimbang aku harus menjadi istri dari juragan tanah yang ada di kampung.


Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2