
"Itu karena kamu suami yang egois, kamu lihat Yasmin di kamar dia lagi sakit" kata Sinta.
Damar yang mendengar ucapan Sinta mengatakan Yasmin sakit, Damar mulai berlari menemui Yasmin.
" Sayang." Kata Damar yang sudah berada di kamar dan ia mendudukkan diri nya di samping Yasmin.
" Mas." Kata Yasmin yang langsung memeluk Damar. Entah apa yang Yasmin rasakan namun ia merasa semenjak hamil, ia ingin terus memeluk Damar dan ia juga merindukan Damar karena semalam juga Damar tidak bersama nya.
" Yasmin ini teh nya." Kata mama Sinta dan ia meletakkan nya di atas meja.
" Iya, Terima kasih ma." Kata Yasmin. Mama Sinta tersenyum dan ia keluar dari kamar itu meninggalkan Damar dan Yasmin, ia mengerti dengan ke dua nya, semalam mama Sinta memberi pelajaran saja pada Damar karena mama Sinta sangat tidak suka dengan keegoisan Damar.
" Sayang kamu mau minum teh?." Tanya Damar sambil meniup niup teh hangat yang ia pegang.
" Iya." Jawab Yasmin dan ia mulai menyeruput teh yang di pegang Damar.
" Sudah mendingan?." Tanya Damar dengan cemas.
" Sudah mas " jawab Yasmin. Damar kembali meletakkan gelas yang ia pegang di atas meja dan ia kembali menarik tubuh Yasmin ke dalam pelukan nya, ia sangat merindukan wangi tubuh Yasmin yang sudah menjadi candu bagi nya.
__ADS_1
" Mas." Kata Yasmin yang masih berada di dalam dekapan mesra suami nya.
" Ya sayang." kata Damar sambil membelai rambut Yasmin
Cupp......
Damar mencium kening Yasmin tanpa melepaskan pelukan nya.
" Mas, Yasmin boleh minta sesuatu?." Tanya Yasmin dengan suara kecil dan ragu namun masih bisa di dengar oleh Damar.
" Istri mas mau apa hmm?." Tanya Damar yang sedikit menjauhkan tubuh nya, agar ia melihat wajah Yasmin yang sedikit pucat.
" Sayang istri mas yang cantik, kamu mau minta apa?." Tanya Damar dan ia kembali memeluk tubuh Yasmin.
Yasmin diam saja, ia bingung bagaimana cara menyampaikan keinginan nya pada Damar, ia juga takut kalau Damar menolak atau pun tidak mau mengabulkan keinginan nya itu.
Karena keinginan nya sedikit konyol tapi mau bagaimana lagi ia memang menginginkan nya saat ini juga.
" Sayang." Kata Damar karena ia menunggu apa yang akan di katakan Yasmin namun ia tidak juga berbicara. Damar mengangkat dagu Yasmin dan me...lu..mat bibir Yasmin karena jujur ia sangat merindukan nya.
__ADS_1
" Mas." Kata Yasmin sambil mendorong Damar menjauh dari nya.
" He he he, kamu mau minta apa, mas nungguin dari tadi." Ucap Damar sambil wajah nya terus menatap wajah Yasmin sambil menunggu apa yang akan di ucap kan oleh Yasmin.
Tok tok tok.
Belum sempat Yasmin mengatakan keinginan nya pintu kamar sudah ada yang mengetuk
" Masuk " kata Yasmin dari dalam kamar nya.
" Permisi Nyonya, di bawah ada nyonya Ratih dan dua adik kembar nyonya mereka semua menunggu anda untuk sarapan bersama." Kata ART seorang Art yang bekerja di rumah besar itu.
" Em, ya saya segera turun." Kata Yasmin pada Art itu dan setelah Art itu pergi Yasmin mulai berjalan mendekati lemari mengambil pakaian yang di belikan mama Sinta kemarin.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1