
"Maaf mas aku telat pulangnya, tadi kuliahku ada kelas siang terus habis kelas aku ngerjain tugas-tugas yang sempet ketinggalan kemaren waktu aku ngga masuk terus pas ngerjain tugas eh ngga sadar udah malem" Zie menyengir pada Langit dan duduk di sebelah Langit.
"Terus kenapa pergi sendiri?" Langit menatap tajam Zie, membuat Zie sedikit tidak mengerti dengan tatapan Langit.
"Maaf mas"
"Siapa yang mengijinkan kamu pergi sendirian" Perkataan Langit semakin membuat Zie gugup.
"Tadi kan aku sudah ijin sama mas kalo aku mau keluar"
"Tapi kamu tidak ijin kalo mau kuliah dan pulang malam begini!" Langit menggertakan giginya geram dengan jawaban Zie.
"Tunggu mas, bukannya di perjanjian kita ngga berhak mencampuri urusan pribadi masing-masing ya? Lagian sebagai istri yang sholehah aku juga sudah ijin" Zie tidak habis kata untuk menyerang Langit.
__ADS_1
"Terus tadi siapa yang melarang aku agar tidak ganjen dengan perempuan lain? Langit tak mau kalah membalas perkataan Zie.
"Itu kan untuk mengantisipasi agar tidak ada orang ketiga di rumah tangga kita mas. Mas kan tampan, pasti banyak ulet bulu di luar sana yang gatel sama mas" Zie berkata sambil wajahnya di buat jijik saat mengatakan ulet bulu.
Langit yang sedari tadi kesal dengan istrinya, kini ia dibuat tersenyum saat melihat ekspresi yang di tampilkan istrinya itu. Tentu saja ia tidak memperlihatkan senyumnya yang memabukkan kaum hawa.
"Mas udah makan belum? Aku mau masak, tadi ngga sempet makan di kampus soalnya aku langsung pulang. Khawatir dengan suami ku ini bila nanti kelaparan menunggu istrinya yang cantik ini pulang"
Zie mengedip-ngedipkan mata saat mengatakan itu pada Langit, ia berusaha menggoda suaminya agar tidak marah lagi padanya. Zie tahu bahwa Langit sangat kesal padanya tapi ia berusaha cuek dan menjalani pernikahan ini dengan ikhlas sampai waktu yang mereka tentukan tiba.
Langit heran pada dirinya sendiri, ia yang tidak pernah di bantah dan kalah dari orang lain namun saat bersama istrinya ini ia tidak bisa apa-apa. Lebih parahnya lagi ia menurut apa yang di katakan istrinya.
*Malam hari
__ADS_1
Zie tertidur begitu lelapnya hingga tidak menyadari Langit mengendap-ngendap saat masuk ke dalam kamarnya. Langit melangkah mendekat ke ranjang dimana Zie tertidur, ia duduk di tepi ranjang lalu menyibak kan anak rambut yang menutupi wajah Zie hingga kini terlihat wajah cantik istrinya.
Langit memperhatikan wajah lelah istrinya itu, menyusuri setiap sisi wajah Zie. Menyentuh bulu mata yang lentik dengan jemarinya, lalu turun ke hidung mancung milik istrinya yang menggemaskan dan terakhir tangannya berhenti di bibir ranum Zie yang sangat menggoda dan meminta untuk di kecup.
Tanpa sadar Langit mencondongkan badannya ke depan lalu mengecup bibir Zie dengan pelan agar si empu nya tidak bangun. Zie menggeliat saat Langit mengecup bibirnya, namun ia tidak sampai terbangun.
Langit tersenyum melihat Zie yang tidak terusik dengan perbuatannya.
"Aku benar-benar sudah gila, apa yang aku lakukan padanya?" Langit merutuki perbuatannya yang telah masuk ke kamar Zie dan mengecup bibir yang sangat menggoda itu.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...