ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
45


__ADS_3

Ruangan nya adalah ruangan yang sama dengan bos sekaligus suami nya, kini Yasmin mulai membereskan meja kerja nya dan ia mulai mengambil tas nya, dan ingin melangkah keluar karena sudah waktu nya jam pulang kantor, lagi pula pekerjaan nya hari ini sudah beres jadi ia bisa pulang lebih awal.


Saat Yasmin berjalan ke arah pintu, tiba tiba pintu nya terbuka, seperti nya ada yang ingin masuk.


Ceklek.


Pintu terbuka dan Damar mulai memasuki ruangan itu dan dengan cepat Damar menutup pintu, Yasmin sedikit kaget melihat tingkah aneh Damar, namun ia kembali menguasai diri nya, lagi pula Erza sudah menunggu nya di lobi perusahaan, karena sesuai janji tadi pagi kalau Erza lah yang akan menjemput nya.


" Kamu mau kemana?." Tanya Damar yang saat ini mereka saling berhadapan.


" Saya mau pulang mas." Jawab Yasmin santai


" Nanti, temani saya istirahat dulu, baru kamu pulang." Kata Damar.


" Maaf mas, saya sudah janji sama pacar saya." Jawab Yasmin.


Damar sangat emosi mendengar jawaban Yasmin, ia benar benar tidak mengerti apa maksud Yasmin.


" Permisi." Kata Yasmin yang menyenggol bahu kekar Damar, dan berlalu begitu saja.

__ADS_1


Yasmin terus berjalan menuju lobi, dan kini pandangan Yasmin menemukan orang yang ia maksud.


" Sayang." Kata Yasmin, saat sudah saling berhadapan dengan Erza.


" Hei." Jawab Erza. Damar yang mengikuti Yasmin keluar dari ruangan nya, dan melihat Yasmin bersama dengan laki laki lain, Damar mengepalkan tangan nya.


Damar berjalan mendahului Yasmin dan Erza yang juga sedang berjalan di dekat nya.


Begitu Yasmin menyadari ada Damar di dekat nya, Yasmin mulai memeluk lengan Erza dengan erat, setelah Erza berada di dekat mobil nya, Erza membuka pintu mobil untuk Yasmin.


" Terima kasih sayang." Kata Yasmin setengah berteriak, karena mobil Erza dan mobil Damar terparkir saling bersebelahan.


Brakkkk.


Damar membanting dengan kencang pintu mobil nya, iya memukuli kemudi nya dengan kepala nya, karena Yasmin benar benar menguji kesabaran nya.


Sementara Erza yang sudah menutup pintu mobil nya.


" Sayang, sabuk pengaman nya kenapa belum di pasang." Tanya Erza.

__ADS_1


" Oh iya lupa yang." Jawab Yasmin. Kaca mobil itu setengah terbuka, Yasmin memang sengaja membuka nya


" Aku pasangin ya." Tawar Erza, Yasmin mengangguk, meng iya kan tawaran dari Erza.


Erza mulai mendekat pada Yasmin, bahkan sangat dekat, Erza mulai memasangkan sabuk pengaman itu di tubuh Yasmin, dan setelah selesai Erza memasang sabuk itu ia bukan menjauh malah mendekat, tatapan nya fokus pada bibir Yasmin.


Tin tin tin.


Damar yang melihat adegan itu sangat marah. Wajah nya memerah, urat urat nya nampak jelas terlihat di sela sela jari nya.


Hingga dengan sengaja Damar membunyikan klakson mobil nya.


Erza yang mendengar bunyi klakson, mulai menjauh dari wajah Yasmin, Yasmin tahu kalau Damar sengaja membunyikan klakson itu, tapi Yasmin berpura pura tidak tahu dengan apa yang terjadi.


Kini ke dua nya sudah di perjalanan, Yasmin terus bersandar di bahu Erza, Yasmin sesekali melihat kaca spion, Yasmin mengenali mobil yang berada di belakang mobil Erza, ya mobil itu adalah mobil Damar, Yasmin hanya diam saja seolah olah tidak terjadi apa apa.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2