ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
224


__ADS_3

" Tidak sih mas, kan dua hari yang lalu mas suruh berhenti." Jawab Yasmin.


Damar memang sudah tidak memperbolehkan Yasmin meminum pil KB dan Yasmin menurut saja mengikuti keinginan sang suami lagian tidak ada salahnya kan untuk menambah anggota baru agar rumah mereka bertambah ramai.


Rumah mendiang orang tua Yasmin kini sudah di renovasi oleh Damar, namun tidak dengan kamar orang tua Yasmin, Ghani dan Gaffar tidak ingin kamar itu di rubah sedikit pun, sebab di kamar itu ke dua nya sering kali melepas rindu pada sang mama dan papa.


Ghaffar dan Ghani hampir setiap malam tidur di kamar itu, dan Damar pun mengikuti keinginan kedua adik kembar itu.


Tok tok tok.


Terdengar seseorang mengetuk pintu lagi, padahal Damar masih ingin bercerita dengan Yasmin, sungguh Damar sangat rindu saat berdua saja bercerita tentang masa depan dengan sang istri. Karena waktu Damar akhir-akhir ini hanya bekerja dan bekerja hingga membuatnya jarang di rumah.


"Mas, bentar Yasmin bukain pintu dulu" ucap Yasmin.


"Nanti yank, kalau kamu tetep ngotot Mas pergi kerja aja lah. Dua hari lagi mas keluar negeri, mas percepat saja keberangkatan nya" kesal Damar.


Damar sangat tidak suka dengan tamu yang datang saat tidak tepat waktu itu, lagi pula saat mbok Yem menyebut kata nenek, Damar curiga jika yang menunggu mereka di bawah adalah ibu tiri dari mendiang papa Yasmin.


Seseorang yang sedang di selidiki Damar terlibat dalam pembunuhan berencana pada kedua orang tua Yasmin.

__ADS_1


"Mas apa sih, pakai ancam ancam pula" Yasmin ingin tertawa mendengar ancaman sang suami, mengancam mau pergi sehari saja Damar sudah beribu kali sehari menghubungi nya.


Yasmin ingat beberapa bulan yang lalu, damar pergi dinas keluar negeri selama satu Minggu. Sepanjang malam Damar menelepon nya dengan video call bahkan sampai pagi panggilan nya tetap terhubung. Seperti orang-orang pacaran saja.


"Ya makanya, nanti aja paling tamu ngga penting juga" kesal Damar memberi kan Yasmin alasan.


"Mas kok malah kayak Zie sekarang ya, jadi suka maksa" seloroh Yasmin, sambil mengingat tingkah sang anak sangat sama persis seperti Damar yang suka memaksa dan tidak menerima penolakan.


"Ya kan Zie itu anak mas juga yang" kesal Damar.


"eh iya apa? Yasmin lupa mas" goda Yasmin menertawai Damar yang terlihat kesal padanya.


"Bercanda mas" Yasmin mencoba menenangkan Damar, dan ia juga merasa bersalah atas ucapannya.


"Nggak lucu bercandaan kamu yank." ucap Damar


"Iya nggak lagi ngomong gitu" ucap Yasmin.


"Awas aja sampe diulang lagi" ancam damar

__ADS_1


Tok tok tok


Lagi-lagi terdengar suara ketukan pintu.


"Mas ada yang ketuk pintu lagi" kata Yasmin.


"Sebentar yank" kata damar yang kembali melanjutkan kesenangan nya.


"Kalau penting gimana Mas?" tanya Yasmin.


"Nggak ada yang lebih penting dari kesenangan Mas ini yang" jawab Damar ia tidak peduli siapa yang mengetuk pintu atau siapa yang menunggu mereka di bawah.


"Mas" Yasmin memukul kepala Damar saat menggelitiki nya.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2