
"Terus kalau kamu lihat dia sama cewek kenapa nggak nanya cewek itu siapa, Kenapa kamu diam saja memendam semuanya?" Yasmin juga kesal mendengar cerita Sela.
Jujur saja Yasmin juga jadi bingung sendiri, Yasmin mengerti apa yang di pikirkan Sela. Iya juga dulu begitu menikah tanpa ada Damar mengatakan cinta padanya, sama halnya dengan Sela saat ini.
"Sela" kali ini Gita yang masuk untuk menjemput Sela karena akad akan segera dimulai.
Gita di minta mama Sinta untuk menjemput Sela, tadinya Yasmin yang mengatakan menjemput Sela namun kedua nya malah sampai tiga puluh menit belum juga keluar dari kamar.
"Gita" kata Yasmin yang kaget.
"Kalian lama sekali, semua sudah menunggu" ucap Gita.
"Sela ayo" Yasmin merapikan kebaya Sela dan menghapus jejak air mata yang ada di pipi Sela.
"Sela kamu nangis?" Gita juga sedikit bingung terlihat wajah Sela yang menyiratkan kesedihan.
"Git" Sela memeluk Gita dengan rasa sedih yang sama saat ia memeluk Yasmin.
__ADS_1
"Sela kamu jangan sedih, ini kan hari bahagia kamu" kata Gita memberi semangat Sela.
"Gita apa Edo sangat mencintai kamu?" Tiba-tiba pertanyaan itu muncul dari bibir Sela.
"Sela kamu kenapa nanya nya begitu? Udah jangan bahas aku ya, saat ini kamu yang jadi ratunya" jawab Gita tersenyum lembut.
"Udah aku yakin Adam cinta sama kamu, karena Mama sempat cerita kalau Adam ngga pernah pacaran. Jadi kamu jangan ragu mungkin Adam sama mas Damar itu sama, orang yang susah mengatakan kalimat cinta kalau tidak kepepet" Yasmin terkekeh sambil mengingat Damar dulunya juga tidak pernah mengungkapkan kata itu, tapi sekarang justru Damar yang selalu berkata cinta.
"Udah jangan sedih lagi" Gita memegang lengan Sela sambil berjalan keluar dari kamar, sementara Yasmin berjalan di belakang keduanya meski usia kandungan Yasmin memang sangat muda akan tetapi sudah sangat terlihat sebab ada bayi kembar di dalam sana. Bahkan Yasmin selalu makan dan makan tanpa henti.
Adam mulai menjabat tangan penghulu, sebab Sela sudah tidak memilik ayah. Ada pun adik sang ayah sangat jauh di kampung, itu pun sudah sakit-sakitan hingga ia tidak bisa datang. Akhirnya Sela di nikahkan oleh wali hakim.
"Adam Wijaya" tutur penghulu.
"Iya" jawab Adam.
"Aku nikahkan engkau dengan Sela Maharani dengan mahar 10 gram emas di bayar tunai" penghulu mengucap ijab.
__ADS_1
"Saya terima nikahnya dengan mahar tersebut dibayar tunai" Adam melepaskan qobul.
"Saksi?"
Sahhhh...
Teriak para saksi.
Adam diminta untuk memasangkan kalung emas di leher Sela yang hanya 10 gram itu. Adam sebenarnya merasa terhina dengan permintaan Sela yang hanya 10 gram emas saja. Sementara ada mampu memberikan lebih dari itu, bahkan dulu saja Sela meminta cincin berlian Adam langsung membelikan nya dan sampai saat ini masih terpasang di jari manis Sela.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
.......
__ADS_1