ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 78


__ADS_3

Damar dan Devanno langsung bergegas, bahkan damar melupakan rasa sakit yang ia rasakan, damar begitu bahagia saat melihat kalung putri nya itu.


" Dev kita ke rumah sakit saja, karena tadi dokter Andre bilang mau ke rumah sakit karena ada pasien yang kritis." Ucap Damar.


" Baik yah." Jawab Devanno, devanno begitu bahagia bisa melihat ayah nya seperti saat ini, bahkan rasa bahagia ini tidak pernah ia lihat, dengan penuh konsentrasi Devannno mengengendarai mobil nya.


Mobil yang di kendarai oleh Damar dan Devanno berhenti karena lampu lalu lintas menunjukkan lampu berwarna merah.


Di rumah Damar.


Yasmin yang di rumah dengan Chandra langsung menelpon mama Sinta dan papa Hardy, untuk segera ke rumah nya, karena ada yang mau di bicarakan oleh Yasmin penting, sebenarnya Yasmin ingin ke rumah mertua nya, namun suami nya melarang untuk keluar rumah.


Papa Hardy dan mama Sinta sudah sampai di rumah, mereka yang tadi sedang santai di rumah terkejut setelah Yasmin menelpon mereka, mereka berdua bergegas ke rumah anak dan menantu nya, mereka berfikir telah terjadi apa apa dengan damar.


Yasmin menceritakan semua nya kepada mama Sinta dan papa Hardy, mereka berdua juga sama sama antusias nya seperti Yasmin dan damar tadi, papa Hardy bergegas keluar dan mengajak sopir nya untuk ikut ke rumah sakit dimana dokter Andre bertugas, ia tidak mau sampai ketinggalan berita, sedangkan mama Sinta hanya di rumah saja untuk menemani Yasmin.

__ADS_1


Mereka berdua terlihat bahagia, bahkan Chandra pun bisa melihat wajah yang bahagia dari ke dua wanita yang ia sayangi.


Di tempat lain.


Zie yang bosen di apartemen nya bergegas mengganti baju nya, karena ia ingin pergi ka supermarket yang berada di seberang jalan, ia ingin membuatkan kue untuk suami nya yang nanti sore akan pulang kerja.


Zie lebih memilih untuk berjalan saja karena letak supermarket nya hanya ada di seberang, kalau naik mobil masih jauh untuk putar balik nya


Zie berjalan karena lampu di depan nya sedang merah, namun zie yang tiba tiba menerima telp tidak menghiraukan kalau lampu yang di depan nya hijau yang menandakan kalau Zie harus berHenti.


" ada apa sayang, baru juga mas 2 jam mas tinggal sudah telpon." ucap Langit dengan menggoda Zie.


" mas ini ya, ini Zie mau ijin mas, Zie mau ke supermarket depan, boleh ya." ucap Zie


" sama siapa, naik apa, sayang jangan deh, kamu kan juga baru sembuh, ingat apa yang mas katakan, kamu jangan banyak gerak dulu sayang." jawab Langit

__ADS_1


" sendiri mas, aduh mas, supermarket kan ada di depan apartemen kita, jadi buat apa naik mobil, Zie mau jalan kaki saja, dan mas perlu ingat, orang sakit kalau hanya boleh tiduran saja itu malah membuat stres mas, apa mas mau punya istri stress?." tanya zie yang menakut nakutin suami nya, padahal saat ini Zie ingin sekali tertawa, karena zie suka sekali mengerjai suami yang mudah marah itu.


" ya tidak mau sayang, baik lah mas ijinin kamu untuk pergi supermarket, tapi setelah langsung pulang, tidak usah kemana mana ok." ucap Langit tegas dan tidak ada penolakan bagi nya, zie hanya bisa menghela nafas nya saja, ia sudah yakin kalau suami nya itu akan berbicara seperti itu, tapi itu semua juga demi kebaikan nya juga.


Zie dan langit terus berbicara, bahkan langit tidak tahu kalau saat ini zie sedang menyeberang jalan.


Di dalam mobil damar yang melihat ada perempuan yang menyeberang langsung keluar mobil untuk menolong nya, karena dari arah lain ada mobil dengan kecepatan tinggi.


" Nona, awas." Ucap Damar berteriak sambil berlari.


Zie yang tidak mendengar kan nya karena ia sedang menelpon.


Damar langsung menarik lengan perempuan itu namun naas mobil tidak bisa mengerem mendadak.


Brakkk.....

__ADS_1


aduh aduh aduh Stay terus ya kak.


__ADS_2