ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
152


__ADS_3

" silakan pergi nyonya." kata Adam yang mempersilakan ke dua tamu yang tidak di undang itu untuk keluar dari rumah keluarga Wijaya


" ingat tuan Hardi kami tidak akan tinggal diam saja dengan penghinaan ini kalian akan membayar semuanya dan tunggu apa yang bisa keluarga kami lakukan pada keluarga anda." kata Herman ayah dari Celine.


" iya." jawab papa Hardy sambil tersenyum miring.


Rina dan Herman mulai bangun dan berjalan keluar sementara pengacara yang tadi dibawa oleh keduanya sudah dari tadi meninggalkan rumah itu karena ia baru tahu ternyata lawannya adalah seorang pengusaha muda yang selalu mendapat penghargaan di setiap tahunnya dan ia yakin pengacara rendahan sepertinya bukan tandingan keluarga damar daripada ia mendapat masalah yang akan membuat karirnya hancur lebih baik ia mundur saja itu lebih baik.


" sayang." damar yang tadinya meninggalkan ruang tamu langsung menuju taman belakang karena ia tahu Yasmin ada disana dengan rasa bahagia ia mendekati Yasmin kebagian di rumah rasanya sangat berbeda saat ini.


" mas." kata Yasmine iya bangun dari duduknya dan meletakkan piring yang berisi rujak di tangannya dan langsung memeluk tubuh kekar suaminya dengan bahagia.


Damar tersenyum dengan reaksi istrinya saat melihat dirinya Yasmin tidak sungkan untuk memeluknya entah rindu atau bagaimana tapi Yasmin merasa dirinya begitu ingin selalu bersama damar dan semenjak ia hamil tingkah manjanya kini semakin jelas bila sedang bersama damar tidak ada yang ia inginkan selain berdekatan dengan sang suami tidak ada pula yang dapat mengganti rasa bahagia itu selain belaian mesra dari sang suaminya

__ADS_1


" Yasmin nak kamu habiskan dulu rujaknya." kata mama Sinta sangat lembut pada sang menantunya itu apalagi ia akan memiliki cucu lengkap sudah kebahagiaan mama Sinta saat ini.


" iya ma." Yasmin tersenyum dan terharu pada Mama mertuanya tapi sudah seperti ibu kandungnya sendiri yang selalu memperhatikannya juga selalu berusaha menjadi yang terbaik dalam setiap hal nya.


" mas makan rujak yuk." kata Yasmin sambil menarik lengan sang suami.


" iya tapi suapin ya." kata damar tutur damar dengan mesra pada sang istri.


" sayang si kembar kemana?." tanya damar sambil sesekali ia membuka mulutnya untuk menerima rujak yang disuapin oleh Yasmin.


" diajak mami Ratih mas kata mami mereka diajak ke rumah orang tua mami." jawab Yasmin.


" 0, sayang bikinin mas kopi dong sama....." Damar menghentikan ucapan nya karena ia menyadari ada mama Sinta juga di sana.

__ADS_1


" sama?." tanya Yasmin bingung.


Damar berbisik ditelinga Yasmin dengan suara yang sangat kecil. Yasmin tersenyum dan merasa lucu dengan apa yang dibisikkan damar padanya dan matanya menatap damar disampingnya sambil tersenyum dan menaik turunkan kedua alis mata nya


" kalian kenapa?." Tanya Edo bingung dengan tingkah Yasmin dan damar


" Mama ke dalam dulu." kata mama Sinta pergi dan berlalu membawa rujak untuk papa Hardi dan meninggalkan keempat anak muda di gazebo sebelah rumah itu


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2