
Namun tidak dengan yang lainnya, yang lainnya terlalu segan pada damar dan mereka semua memanggil Yasmin nyonya muda.
"Terima kasih mbok" jawab Yasmin
Karena ia mendapat makanan yang ia inginkan, padahal ia hanya memakan rujak saja dan itu rujak sederhana buatan mbok Yem yang kemudian di diamkan di lemari pendingin.
Namun bagi Yasmin rujak itu melebihi berlian yang mahal untuk saat ini, matanya sangat berbinar saat mbok ingin menyuguhkan rujak itu.
"sama-sama" jawab Mbok Yem.
Yasmin mulai menyentuk rujak itu dengan lahap. Bahkan ia tidak melihat siapapun yang berada disampingnya yang iya peduli hanya makanan yang ada di meja makan saat ini.
"Mbok Gita dimana?" Tanya Yasmin.
Gita adalah seorang dokter wanita yang masih muda yang di tugas kan khusus merawat nya di rumah, dan Gita selalu melihat apa saja yang di makan oleh Yasmin,
" Tadi Gita di belakang neng." Jawab mbok Yem.
Di waktu ya sama di rumah kediaman orang tua Damar
__ADS_1
" Nyonya Celin saya membawa surat dari pengadilan Agama." Kata Adam yang memberikan pada Celin.
" Pengadilan?." Tanya Celin.
" Iya Nyonya." Jawab Adam.
Dengan gemetar Celine menerima surat itu dan ia mulai membuka dan mengeluarkan sebuah kertas terlipat di dalamnya Celin mulai membaca isi surat itu dan ternyata itu adalah surat perceraian yang diajukan oleh.
Mama cinta yang sedang duduk bersama Celine juga merasa sedih atas perceraian Salim dan damar namun mau bagaimana lagi Mama cinta memang ibu kandung Damar.
Namun Damar bukan anak kecil lagi dan mama Sinta yakin apapun keputusan damar itulah yang terbaik dan mama Sinta tidak mau ikut campur dalam urusan rumah tangga anak nya.
" Mama hiks hiks hiks." Celin menangis sambil memeluk mama Sinta.
Karena sebagai seorang wanita ia dapat merasakan apa yang di rasakan Celin saat ini, Mama Sinta pun sudah menyayangi Celin dan ia tidak pernah menganggap Celin menantu tapi ia sudah menganggap seperti anak kandung nya sendiri.
" Mama Celin tidak mau pisah sama Damar hiks hiks hiks." Ucap Celin lagi.
" Mama mengerti." Jawab mama Sinta
__ADS_1
" Ma ini semua karena pelakor itu." Kata Celin dengan emosi dan ia melepaskan pelukan nya pada mama Sinta ia ingin mengeluarkan semua kekesalan nya.
" Apa mama juga mendukung perbuatan Damar yang se enak nya begini!." Tanya Celin karena ia melihat mama Sinta hanya diam saja.
" Sabar nak." Kata mama Sinta berusaha menenangkan Celin.
" Oh jadi mama juga mendukung si pelakor dan sekaligus wanita murahan itu." Ucap Celin sambil tersenyum sinis pada mama Sinta.
" Celin kamu bicara apa?." Ucap mama Sinta dengan lembut.
" Mama juga sama saja, sudah tahu kalau Damar main gila dengan perempuan lain tapi mama diam saja!!!." Kata Celin membentak mama Sinta
Papa Hardy yang melewati ke dua nya tentu saja tidak bisa membiarkan istri nya di bentak oleh Celin, ia menghampiri ke dua nya dan berhenti tepat di hadapan Celin.
" Celin cukup!!!." Kata Papa Hardy.
" Kenapa papa juga mendukung perbuatan salah anak papa?." Kata Celin masih dengan suara tinggi nya.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...