
"Adam" Yasmin kini malah berpikir jika Adam bisa di jadikan alat.
"Ya kenapa?" jawab Adam yang masih fokus dengan kertas-kertas di hadapannya.
"Sela pasti nungguin kamu di rumah" kata Yasmin yang mulai menjalankan idenya.
"Ya itu jelas kan istri soleha" jawab Adam dengan bangga.
"Kamu nggak kasihan sama dia, sedih nungguin udah malam begini tapi kamu belum pulang juga" kata Yasmin lagi berharap misinya berhasil, Damar tau dan bisa membaca taktik yang di mainkan Yasmin.
"Percuma di rumah, Adam puasa yang belum bolehkan Sela" tutur Damar mencoba menjaili sang istri, Damar tau rencana Yasmin agar Adam pulang dan Yasmin bisa mengajak dirinya tidur. Bukan Damar tidak mau di peluk sang istri, tapi karena pekerjaannya memang harus segera siap.
"Em, makanya aku males deket bini dua bulan puasa sangat menyiksa" tandas Adam dengan kesedihan.
"Makanya jangan kabur, kan nambah deh puasanya" Damar juga tertawa melihat wajah Adam.
"Tapi Sela udah bisa Adam, kamu nggak itung apa gimana ini udah boleh dari beberapa hari yang lalu" jelas Yasmin menertawai Adam.
__ADS_1
"Kamu yang serius dong" Adam malah kesal dan menggaruk kepala.
"Ck, lu nggak percaya tanya bini lu" Yasmin menunjuk pintu agar Adam cepat pulang.
"Damar, subuh-subuh besok gw balik lagi ya" Adam melompati meja berlari dengan cepat bahkan tanpa meminta persetujuan Damar, rasanya ia sudah sangat rindu pada belaian hangat sang istri yang sudah menjadi candu baginya namun tidak ia rasakan beberapa hari ini.
"Sayang......" Damar mencubit pipi Yasmin dengan gemas, istrinya sungguh pandai membuat pekerjaannya tertunda.
"Hehehe" Yasmin malah cengengesan menatap Damar yang menarik pipinya.
"Kenapa nakal" Tanya Damar.
"Yakin cuman minta peluk?" Damar tau istrinya sekarang sedang ingin yang lain, kehamilan Yasmin yang kedua ini sangat membawa banyak keuntungan menurut Damar sebab Yasmin sangat agresif dalam hal ranjang.
"Pengen itu juga..." tutur Yasmin malu-malu.
"Itu apa?" Damar malah berpura-pura bodoh dan polos.
__ADS_1
"Yang itu loh Mas" Yasmin menyimpan wajahnya dengan memeluk lengan Damar.
"Apa? Mas masih polos kalau kamu nggak ngomong Mas nggak ngerti" Damar sangat suka jika Yasmin berbicara hal yang hanya di pahami suami istri, menurut Damar hal itu terlihat semakin membuatnya berhasrat.
"Polos apaan, nggak ada orang polos ngaku polos" Yasmin kini malah di buat kesal oleh Damar, namun dengan cepat Damar mencari cara agar istrinya tidak marah agar ia pun bisa segera beraksi.
"Becanda yang, yuk ke kamar" Damar menarik tangan istrinya dan keduanya berjalan menujuk kamar.
"Mas..." Yasmin meringis ketika ia berbalik ternyata tangan Damar sudah meremas dan memelintir dua bagian sensitif, namun bagian itu pula yang membuat kenikmatan itu hadir.
"Gimana?" Damar sangat suka melihat sang istri tersiksa karena setelah itu sang istri lah yang akan meminta darinya, setelah sang istri meminta maka semuanya terasa indah sebab goyangan Yasmin dengan tanpa sehelai benang pun sudah menunggu, sungguh menjadi kan seakan tiada lebih indah selain itu.
"Bunda" Teriak Zie dari luar kamar hingga Damar menatap Yasmin dengan wajah kecewa.
"Ya sayang" Damar membuka pintu dan benar ternyata Zie yang memeluk boneka bersama sang pengasuhnya juga berdiri di sana.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...