
"Sampek segitunya Sel?" Yasmin terkejut mendengar cerita Sela, Yasmin bisa melihat betapa Adam sangat mencintai Sela tapi ia juga tidak menyangka Adam bisa berbuat sedemikian.
"Iya Sel, akhirnya gue ajak Kak Adam ribut kan terus gue pergi nggak jelas kemana mau kerumah Bunda malu baru dua hari nikah udah ribut, dan di jalan gue berhenti sampek mata gue lihat club malam" Sela mengintat betapa bodohnya ia saat itu.
"Terus lu masuk nggak?" Yasmin semakin penasaran.
"Iya gue masuk, gue minum udah sampek teler dan yang bikin gue trauma gue di ganggu sama cowok gitu tapi gue juga nggak ingat wajahnya, dia bawa gue kekamar malah" jelas Sela.
"Tapi lu nggak di apa-apain kan Sel, atau lu udah..." Yasmin malah melongo sesaat pikiran negativ nya tiba.
"Nggak, lu nggak usah mikir macem-macem, Kak Adam tiba-tiba datang ternyata malam itu gue juga nggak inget jelas, yang gue inget paginya gw udah di kamar dan ada Kakak Adam juga"
"Gue pikir lu di jahatin Sel, syukur lah, eh tapi lu kaburnya kenapa ke club?" tanya Yasmin penasaran sebab Sela tak pernah mengenal dunia malam.
"Nggak tau gue iseng aja."
"Semoga kalian nggak ribut-ribut lagi ya" tutur Yasmin penuh harap.
__ADS_1
"Iya semoga lah, tapi perasaan gue bilang Lina naksir gitu sama Kak Adam" Sela mulai mengatakan kecurigaannya.
"Ya mungkin sih" Yasmin juga mengiyakan pemikiran Sela.
"Aku abis masak mau ke kantor mau anterin Kak Adam makan siang, Kak Adam harus di jagain terus biar nggak ada kesempatan buat pelakor" kata Sela mulai semangat melanjutkan memasak kembali.
"Bener tuh, tapi lu sekarang berubah jadi istri galak ya" seloroh Yasmin.
"Biarin, siapa suruh dulu Kak Adam maksa gue nikah sama dia, sekarang kalau ada yang berani ganggu laki gus dan laki gue mau gue potong itu senjata keramatnya" Sela yang sedang memotong daun bawang melampiaskan kemarahannya.
"Ahahahha, rugi juga lu kalau di potong" kata Yasmin tertawa terbahak-bahak.
"Ahahaha, Sel ngomong-ngomong si Adam keren nggak?" tanya Yasmin menaik turunkan alis matanya.
"Ah bahaya Yas bikin merem melek gue" jawab Sela.
"Ahahahahha," keduanya malah tertawa lepas membicarakan hal yang aneh namun terdengar lucu.
__ADS_1
"Lu sekarang udah nggak sepolos dulu ya?" Yasmin ingat dulu Sela tidak mau di sentuh siapapun pria, kecuali Sandi Kakak sepupu Sela yang bekerja di perusahaan Damar tapi kini Sela sudah sangat mengerti bila berbicara perihal itu.
"Udah setiap hari gue di kasih makan pisang ambon" seloroh Sela.
"Pantesan jinak" kata Yasmin semakin tertawa.
"Ahahaahaa" keduanya kembali tertawa tanpa bisa di tahan.
"Ya kan emang lu juga sama kan jangan ngetawa in gue lu, laki lu nggak ada bedanya sama laki gue pasti kan?" tebak Sela menunjuk wajah Yasmin dengan pisau.
"Heh" Yasmin terkekeh sambil menurunkan pisau yang di pegang Sela.
"Jangan nodong gue pakek pisau pisang boleh?" seloroh Yasmin.
"Parah lu Yas, gila lu" Sela juga kini memegang perut mendengarkan Yasmin, pembicaraan kedua istri itu di pagi ini tidak ada yang beres.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...