
" Kamu tidak takut kalau karyawan lain nya curiga?." Tanya Yasmin.
" Siapa yang berarti mencurigai mas, kamu itu asisten mas di kantor, dan itu kan sudah biasa kalau asisten dan atasan satu mobil." Kata Damar.
" O." Jawab Yasmin.
" Tapi kalau pun mereka tahu kamu istri mas, mas tidak perduli." Kata Damar.
Yasmin mengangkat sebelah alis nya setelah mendengar ucapan Damar.
" Mas yakin?." Tanya Yasmin
" Iya." Jawab Damar dengan begitu singkat dan tegas. Damar menarik tubuh Yasmin untuk masuk ke dalam pelukan nya, dengan cepat ia mencium bibir Yasmin
" Malu mas sama Adam." Kata Yasmin.
" Adam kamu lihat atau tidak?." Tanya Damar.
" Tidak bos." Jawab Adam.
" Dasar bos aneh, iya lah aku lihat kaca spion." Batin Adam.
" Dia tidak lihat yank jadi boleh lanjut lagi " kata Damar.
" Mas apa sih, aku sudah rapi begini malah gara gara mas aku berantakan lagu." Jengkel Yasmin.
__ADS_1
" Mas gemes soal nya sama kamu yank." Kata Damar. Kini ke dua nya sudah sampai di perusahaan milik Damar, ke dua nya turun dan jalan beriringan.
Semua mata yang melihat CEO mereka lewat menundukkan kepala nya dan tidak ada satu pun yang berani menggosipkan Damar dan Yasmin.
Karena Meraka tahu Damar punya banyak mata mata dan mereka tidak mencari masalah dengan CEO mereka yang terkenal kejam.
" Ting!!!!."
Suara lift terbuka
Ke dua nya keluar dari lift dan berjalan masuk ke ruangan itu.
Yasmin duduk di kursi kerja nya dan Damar pun begitu.
" Satu j lagi mas, aku siapin materi nya dulu ya mas." Kata Yasmin.
" Oke, perlu aku bantuin?." Tanya Damar
" Tidak usah mas." Jawab Yasmin.
Setelah materi yang di siap kan Yasmin selesai. Meeting segera di mulai, dan kini mereka duduk di ruang meeting bersama rekan kerja bisnis mereka.
Dan membicarakan tentang kerja sama mereka yang baru, berikut dengan ke untungan yang akan mereka dapat kan jika bekerja sama dengan perusahaan Damar. Setelah mereka selesai dengan pembicaraan nya.
Meeting pun di tutup dan mereka mulai undur diri satu per satu.
__ADS_1
" Nona Yasmin tunggu." Kata Arkan salah satu kerja bisnis perusahaan Damar.
" Ada yang bisa saya bantu tuan." Kata Yasmin menghentikan langkah kaki nya saat akan keluar dari ruangan meeting tersebut.
" Iya, apa nanti malam kita bisa makan bersama?." Tanya Arkan.
" Emm maaf tuan Arkan, nanti malam kami ada meeting penting." Bukan Yasmin yang menjawab, ya Damar lah yang menjawab pertanyaan dari Arkan dengan cepat.
" Saya permisi tuan." Kata Yasmin mulai meninggalkan ruang itu.
Yasmin mengerutkan alis nya saat berjalan keluar menuju ruang kerja nya, ketika mengingat Damar yang menjawab pertanyaan dari Arkan barusan.
" Meeting? Nanti malam? Meeting panas di ranjang mungkin." Ucap Yasmin dalam hati nya
Kini Yasmin dan Damar sudah ada di ruangan nya. Yasmin yang sedang tidak memiliki pekerjaan hanya bersantai di sofa ruangan itu.
Damar yang sedang menatap layar komputer nya mulai menyadari Yasmin yang berbaring di sofa. Damar tersenyum sambil mengangkat sebelas alis nya.
Seperti nya ide mesum nya akan segera muncul, namun sebelum Damar bangun dari duduk nya pintu terbuka. Damar menghentikan gerakan nya dan Kembali duduk.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1