
Yasmin merasa mengantuk tapi ia harus berusaha untuk tidak tertidur karena menunggu Damar yang akan segera sampai. Jadi Yasmin memutuskan untuk duduk di ruang keluarga bersama Sela dan juga mama Sinta, juga si lucu Zie yang sedang aktif-aktifnya.
"Zie jangan nak, kepala bunda lagi pusing" Yasmin tidak kuat karena Zie terus berusaha naik ke punggungnya.
"Danadanda" bocah itu bergumam tidak jelas.
"Ndak" jawab Zie dengan cepat dan tidak lagi mengganggu sang bunda yang sedang duduk.
"Zie main sama Tante Sela yuk, kita main boneka" Sela sangat suka sekali bermain dengan Zie, karena Zie sangat pintar dan sudah mengerti bila di ajak berkomunikasi. Walau pun terkadang masih susah di mengerti namun Sela sangat betah bermain dengan bocah itu.
"Assalamualaikum" terdengar suara Damar yang baru saja sampai, dan terlihat Adam yang berjalan di belakangnya.
"Ayah pulang" kata Yasmin pada Zie.
Dengan cepat Zie berlari meminta digendong oleh Damar, Zie dan Damar memang selalu bertengkar namun bila berjauhan keduanya akan merasa sedih bahkan Zie sangat nakal dan rewel bila Damar pergi.
Seperti kemarin Zie tidak mau tidur kalau belum melihat wajah Damar, akhirnya Zie tertidur sambil video call bersama sang ayah yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
__ADS_1
"Hoyeeee" sorak Zie dengan gembira dan mencium pipi sang ayah dengan air liur yang banyak menempel di pipi Damar, tapi Zie seakan tak perduli ia sudah sangat merindukan saat saat kebersamaannya dengan Damar. Kadang bertengkar, kadang bercanda dan juga tertawa bersama.
"Eh iya, ayah ada hadiah loh buat Zie yang cantik ini" Damar menunjuk paperbag yang dipegang oleh Adam dan terlihat ada banyak paperbag yang dibawa oleh Adam.
"Woooo" teriak Zie kegirangan.
Zie meminta turun dari gendongan damar dan meminta hadiahnya yang sangat banyak dan dengan tidak sabar.
"Ciniiiii" teriak Zie karena ada malah menggodanya dengan mengangkat paperbag milik Zie.
"Nggak" kata ada menjauhkan hadiahnya dari Zie yang menarik-narik celananya.
"Zie mau ini?" Tanya ada mendekatkan paperbag itu pada Zie.
"Auu" jawab Zie dengan mata berbinar dan mengangguk-anggukkan kepala.
"Kiss" ada menunjuk pipinya dan mendekatkannya pada Zie, berharap Zie mencium pipinya.
__ADS_1
Zie malah berlari menuju Sela dan menarik-narik celana Sela.
"Kiss" ucap Zie dengan menunjuk Adam.
"Ahahaha" mama Sinta dan Yasmin tidak sanggup menahan tawa saat mendengar ucapan bocah mungil itu, ide gila yang diucapkan Zie menjadi hiburan tersendiri di siang hari.
"Kok Tante?" kesal Sela dengan wajah memerah dan perasaan dongkol ia menatap Adam yang juga menatapnya.
"Cini" Zie terus meminta hadiahnya, sementara Adam semakin kesal dengan Zie. Ia semakin menggoda Zie dan berlari memutari sofa.
"Kejar" Adam terus mengelilingi sofa dan di kejar oleh Zie.
"Cance kiss" ucap Zie dengan raut wajah yang kesal karena Sela tidak juga mencium Adam dan itu membuat ia susah mendapat mainannya.
"Kok anak lu mirip banget si ngeselin nya sama lu" ketus Adam melihat wajah Damar yang sedang tersenyum bahagia membelai rambut sang istri, Damar yang tidak bisa jauh dari Yasmin merasa tersiksa saat ia pergi selama berhari-hari untuk bekerja. Jadi ia sangat merindukan suasana saat bersama sang istri.
...🌷🌷🌷...
__ADS_1
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...