ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
211


__ADS_3

"Kenapa kau jatuh cinta padaku?" tanya sela


"Apa cinta butuh alasan tanya?" Tanya Adam dengan mata yang berkabut menatap bibir Sela.


"Tapi aku butuh alasan Adam, aku belum pernah jatuh cinta dan aku hanya ingin jatuh cinta satu kali saja dan menikah dengan orang kaya, banyak uang dan aku bisa berfoya-foya itulah keinginanku" tutur Sela di depan wajah Adam, Sela hanya ingin Adam membencinya dan juga ia terbebas dari Adam jujur saja Sela menyukai seniornya di kampus.


"Aku akan memberikan semua itu padamu".


Adam menarik tengkuk Sela dan mulai mencium bibir Sela, Adam tahu kalau Sela menyukai orang lain dan orang itu juga belum tentu menyukainya. Adam tidak akan melepaskan Sela untuk orang lain. Adam juga tidak pernah berhubungan dengan seorang wanita apa lagi jatuh cinta, hanya semenjak ia mengenal Sela ia baru tahu apa itu cinta dan sungguh ia merasa naluri kelakiannya bangkit bila melihat wajah Sela. Satu-satunya wanita yang mampu menaklukan hatinya, semakin Sela menolaknya semakin Adam penasaran dengan gadis itu sungguh Adam merasa tertantang.


"Adam!!" Sela mendorong dada Adam yang tidak lagi memakai baju itu.


"Kenapa? Apakah kau menginginkan lebih?


"mmmfffgtttt" Adam kembali mengecup bibir Sela dengan perlahan tapi pasti, dan Adam tetap menahan tengkuk Sela. Sela yang tidak bisa lagi bergerak mulai pasrah, lama kelamaan ciuman itu semakin menuntut. Dengan setengah kesadaran Adam melepas Sela dan kembali memakai kemejanya, dengan susah payah Adam mengendalikan diri menahan sesuatu yang sesak di bawah sana minta di bebaskan.

__ADS_1


"Adam jangan ngebut dong" Sela gemetar dan menutup wajahnya, karena Adam mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


"Adam hiks hiks" Sela semakin gemetar karena Adam tidak mendengarnya.


"Kita besok menikah!" Ucap Adam tegas tanpa bisa di bantah.


"Iya, tapi bawa mobilnya pelan aja aku takut Dam" Sela tidak perduli Adam berbicara apa, yang jelas saat ini ia tidak mau mati konyol dengan Adam yang mengemudi begitu ugal-ugalan.


"Panggilan mu itu bisa kau rubah!" Sekilas mata elang Adam melirik Sela yang duduk memeluk lututnya dengan bergetar di sampingnya.


"Adam aku mohon, aku takut" pinta Sela dan perlahan kesadarannya menghilang.


"Sela" Adam terus menepuk pipi Sela.


"Sela aku mohon, aku mencintai mu dan aku tidak bisa kehilangan mu. Sela bangun!!!" Adam terus berusaha membangunkan Sela dengan perasaan yang cemas.

__ADS_1


"Apa dia takut aku mengemudi dengan kecepatan tinggi?" Adam bergumam.


Adam mengambil botol air mineral dan membasahi wajah Sela, Adam terlihat sangat panik.


*******


"Oweeeeeekk oweekkkkk" baby Zie terus menangis sedari tadi, Damar bingung harus bagaimana. Dengan cepat ia memberikan pada Yasmin untuk di beri ASI.


"Yang kayaknya anak kita haus deh" Damar memberikan baby Zie pada Yasmin.


"Uluh-uluh anak bunda haus ya" Yasmin seolah berbicara pada bayinya. Dan benar saja setelah di beri ASI, si bayi mungil itu diam dan asik menikmati sarapan paginya.


"Selamat pagi" Mama Sinta dan Papa Hardy baru saja datang setelah semalam ia pulang, pagi ini mama Sinta sangat bersemangat bahkan ia memerintahkan ART untuk cepat bangun membersihkan semua sudut rumah tidak boleh ada yang berdebu karena baby Zie sore ini akan dibawa pulang, dan Yasmin akan dirawat di rumah dengan dokter.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2