ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 27


__ADS_3

"Kenapa? Meskipun kau menyakitiku?" Zie tidak mengerti apa yang di maksud oleh Langit.


"Mungkin sekarang ini memang belum ada rasa cinta di antara kita, tapi aku merasa akan sangat sedih bila kau tidak ada di sampingku seperti ini. Bila aku menyakitimu suatu hari atau marah padamu, aku mohon genggam tanganku dan peluklah aku dengan erat seperti ini agar aku tidak menyesal kehilangan dirimu Zie"


Langit mengeratkan pelukan mereka, sesekali mengusap lembut puncak kepala Zie.


"Dan aku minta padamu mas, bersabarlah dalam menghadapi diriku yang sebenarnya tidak se tegar yang kau lihat. Pesanku hanya satu, jangan pernah membentak diriku meskipun aku melakukan kesalahan. Ingatkan aku dengan cara yang lembut karena sifat keras kepala yang aku miliki, aku tidak pernah berfikir dua kali bila emosi sudah menguasai ku"


Langit mengangguk mengerti, aneh memang bila tidak ada rasa cinta di antara mereka namun sikap mereka selalu seperti orang yang saling jatuh cinta. Mungkin mereka hanya belum menyadari saja apa sesungguhnya yang mereka rasakan terhadap pasangan mereka.


Saat mereka terdiam menikmati keindahan yang ada pada pasangan mereka, tiba-tiba terdengar suara pintu apartemen di buka. Mereka kompak mengalihkan pandangannya tertuju pada pintu apartemen yang terbuka. Sedetik kemudian, munculah seorang laki-laki asing yang tidak di kenali Zie.

__ADS_1


"Ups! Maaf aku datang di waktu yang tepat ya?" tanpa sungkan Edwin melangkah masuk tak menghiraukan tatapan tajam dari Langit.


"Sialan lo! Ngapain kesini? Pergi sana!" umpat Langit kesal terhadap Edwin yang datang di momen yang tidak pas.


"Gue mau numpang sarapan, udah mateng kan?" dengan tidak tahu diri Edwin mengambil tempat duduk di meja makan tersebut, menunggu Zie menghidangkan masakannya.


Sementara Zie diam membisu, ia berpikir bagaimana orang ini bisa mengetahui kode sandi pintu apartemen milik Langit. Ia masih menatap ke arah Edwin yang bersikap biasa saja tanpa ada rasa canggung maupun sungkan.


"Loh mas, kok cuma dua? Kan ada temen Mas yang datang, lagian ini juga masih ada untuk seporsi" Zie bertanya pada Langit karena Langit hanya menghidangkan dua piring saja. Sementara ada temannya yang berkunjung ke apartemen Langit di pagi buta begini.


"Jahat banget sih lo! Ada temen kesini malah nggak di kasih makan" kesal Edwin karena tidak di sambut dengan baik, lalu ia berdiri menghampiri Zie.

__ADS_1


"Kenalin gue Edwin, sahabatnya Langit dari kecil. Lo pasti Zie kan, istri si singa ini?" Edwin mengulurkan tangannya pada Zie.


Zie hendak menyambut uluran tangan Edwin namun belum sempat jari mereka bersentuhan, Langit segera menepis tangan Edwin yang bermaksud menjabat tangan istrinya yang lembut. Membuat Zie kaget dengan tindakan Langit dan Edwin mendengus kesal atas apa yang di lakukan Langit.


Edwin tahu betul bagaimana sifat Langit karena dirinya dan Langit hampir setiap waktu bersama, jadi ia mengerti semua sifat posesif nya sekarang ketua Black Leon. Langit akan marah bila sesuatu miliknya di sentuh maupun di ganggu dan dia tidak akan mau berbagi dengan temannya apalagi ini menyangkut perasaannya.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2