ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
368


__ADS_3

"Damar, berani kamu bentak cucu Mama!" Mama Sinta sangat tidak suka Zie di bentak oleh siapa pun, kalau ada yang berani maka akan berhadapan dengan mama Sinta.


"Woooooeee" Zie menjulurkan lidah mengejek sang Ayah, karena ia di bela oleh sang Oma. Setelah itu mama Sinta membawa Zie keluar dari kamar baby A,B,C dan D.


"Mas apa sih Zie aja di jadiin lawan" Yasmin tak tau lagi bagaimana caranya membuat Damar dan Zie sehari saja untuk akur.


"Yang abis kasih asi baby Al, giliran Mas ya" kata Damar.


"Mas nggak liat, itu tiga lagi ngantri" Yasmin menunjukan tiga box bayi berisi bayi-bayi kembar mereka.


"Giliran Mas kapan yang?" kesal Damar.


"Mas kan dulu pengen punya anak banyak, sekarang udah banyak malah ngeluh" kata Yasmin mencoba mengingatkan sang suami tentang keinginannya dulu.


"Iya sih"


"Terus apa lagi?"


"Terus Mas kapan" Damar mengacak rambutnya dengan kesal, puasa dua bulan sungguh sangat menyiksa.


"Sabar!" Yasmin mengacak rambut suaminya dan tersenyum.


"Kalau Mas sabar, semua cepat terselesaikan" Yasmin menaik turunkan dua alis matanya.

__ADS_1


"Beneran ya yang" tanya Damar penuh harap.


"lya"


"Haloo" Sela datang bersama Adam tanpa permisi langsung saja Sela mengambil baby B dari boxnya.


"Sel kamu lagi hamil loh, jangan terlalu sering gendong gitu kasian itu tertindih kan perutnya" kata Yasmin mengingatkan.


"Ya lagian, bikin dong paan anak gue mulu" seloroh Damar.


"Heh ngomong hati-hati, kita juga udah buat lagi di perut itu entar lahir itu gue buat lagi" jawab Adam asal.


"Kak!" Sela menatap kesal pada suaminya.


"Berbuka woy biar ada kesabaran, haus minum!" jawab Adam tak kalah kesal, lalu ia keluar bersama Sela dan tidak lupa membawa bayi B yang masih di gendong Sela.


"Woy, anak gw balikin" kata Damar.


"Pinjem woy" jawab Adam sebelum benar-benar pergi meninggalkan kamar itu.


"Mas apa sih kenapa coba uring-uringan nggak jelas, tadi Mas ngajak ribut Zie abis itu Mama sekarang Adam?" tanya Yasmin.


"Kamu bodoh banget sih yang" kesal Damar, jelas-jelas Yasmin tau kalau kini ia menginginkan istrinya tapi masih saja Yasmin bertanya.

__ADS_1


"Mas bilang Yasmin bodoh?" tanya Yasmin dengan serius.


"Nggak yang, maaf" jawab Damar dengan perasaan takut. Takut jika Yasmin marah dan malah tak memberinya apa yang kini ia sangat inginkan.


"Terus?" tanya Yasmin sambil meletakan baby A dan kemudian mengambil baby C.


"Yang, masih lama nggak" Damar hanya bisa mendeguk saliva melihat baby C yang sedang minum asi dengan lahap.


"Mas, minum kopi dulu deh biar seger terus pikiran Mas jadi tenang" kata Yasmin memberikan ide.


"Emang kamu pikir Mas gila, nggak tenang gitu?" tanya Damar yang tak pernah merasa senang dengan semua pertanyaan yang di lontarkan padanya.


Yasmin tak lagi menjawab ia kini hanya fokus memberi asi pada bayi-bayinya, Damar saat ini tak butuh nasehat tapi obat. Dan obat itu sangat langka sekali hanya Yasmin yang bisa memberikannya. Yasmin meletakan baby C dan turun dari ranjang.


"Yuk" Yasmin menarik lengan Damar menuju kamar.


"Biar nggak uring-uringan" kata Yasmin sambil menarik tangan Damar.


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...

__ADS_1


__ADS_2