
Damar biasa saja dengan wajah seperti biasanya bila berhadapan dengan orang lain, dengan wajah sangar tanpa ekspresi itu akan muncul ditambah dengan tatapannya yang tajam elang itu.
Rasa nya orang pasti berpikir jika suami Yasmin Thabita itu sangat dingin.
"Kalian kenapa berkata begitu? Dosa!" Ucap nenek Mirna yang sepertinya mengajari si kembar itu.
"Far, kamu tau ngga dosa itu sejenis apa?" Seloroh Ghani.
"Sejenis bubur gitu loh, masa gitu aja ngga tau" balas Ghaffar.
"Oh yang lembek itu terus ada kacangnya ya" kata Ghani lagi.
"Iya terus dimakan, terus jadi kotoran" kata Ghaffar lagi"
"Terus kita lempar kewajah sono" kata Ghani mengisyaratkan kepada nenek Mirna dan Tina.
"Nah itu dia namanya dosa, paham kan?"
"Paham banget dong" jawab Ghani dengan pasti.
__ADS_1
"Kalian ini apa sih" kesal Tina saat mengetahui dua anak kembar itu berani mengejek mereka.
Yasmin hanya diam saja di samping Damar. Kalau dulu Yasmin harus pusing bila menghadapi seperti nenek dan tantenya itu, namun tidak dengan saat ini. Ini posisi Yasmin sudah kuat, kedua adik laki-lakinya sudah besar dan tidak ada lagi yang berani berbuat semena-mena kepadanya sebab ada dua adik laki-lakinya yang pasti siap membelanya.
"Ghaffar dan Ghani kalian belajar yang rajin ya" kata Yasmin menasehati kedua adiknya.
"Iya kak, biar pinter kan kak?" Tanya Ghaffar.
"Iya dong, biar perusahaan papa aman di tangan kita" ketus Ghani.
"Kalian berdua pulang dari sekolah langsung ke perusahaan aja ya, terus kalian temui Kak Adam dan Kak Sela disana. Sementara perusahaan kalian masih bergabung dengan perusahaan Damar sampai kalian mampu memimpin perusahaan itu" kata Damar menasehati kedua adiknya.
"Iya kak, kita berangkat dulu ya" Ghani dan Ghaffar mulai mencium punggung tangan Damar dan Yasmin setelah itu keduanya pergi berlalu begitu saja tanpa peduli kedua wanita yang menatap mereka.
"Ghaffar, Ghani" tampaknya nenek Mirna kesal dengan kedua anak kembar itu yang sama sekali tidak menganggap mereka ada.
"Kamu panggil kita?" kata Ghaffar dan keduanya berjalan berbalik mendekati sang nenek.
"Kalian ngga punya sopan santun ya?" Kesal nenek Mirna.
__ADS_1
"Nggak, kan nggak ada yang ajarin" jawab Ghani.
"Saya ini nenek kamu, jangan kurang ajar" lagi-lagi nenek Mirna mengingat kan si kembar akan hal itu.
"Ghani, emang kamu ngerasa punya nenek?" tanya Ghaffar.
"Hehehe, kayaknya engga deh. Orang dari kecil kita di besarin kak Yasmin doang kan ya" Ghani menggaruk kepala nya seolah bingung.
"Iya bener, abis itu terus kak Yasmin nikah sama kak Damar kan?" Tanya Ghaffar.
"Iya, terus kita tinggal bareng kak Yasmin dan kak Damar" sambung Ghani lagi.
"Kalian dari kemaren-kemaren kemane aje?" Ucap Ghaffar.
"Kita sekarang udah gede dan kita udah ngga butuh keluarga seperti kalian" imbuh Ghani.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
__ADS_1
...Jangan lupa like dan vote...