
Dokter sudah melakukan usaha semaksimal mungkin untuk menyelamatkan nyawa Yumna, tapi sayangnya nyawa Yumna sudah tidak bisa tertolong lagi. Panyakit yang menggerogoti tubuh Yumna telah berhasil membuat Yumna menyerah, Yumna tak bisa bertahan lagi di dunia untuk waktu lebih lama, ia telah di panggil oleh yang Maha Kuasa untuk menghadap nya dan ikut bergabung bersama kedua orang tuanya di alam yang berbeda, alam kekal abadi dan semua makhluk bernyawa pasti akan kesana juga pada akhirnya. Kita hanya perlu menunggu giliran diri kita masing-masing lagi, maka persiapkanlah semuanya sedari tubuh kita masih kuat, akal kita masih sehat. Beribadah dan beramal lah.
Kini, Raisa sudah benar-benar sendiri, tanpa ada anggota keluarga kandung yang menemani nya, dan mengerti akan dirinya.
Sang dokter menghubungi Hendrick beberapa kali, setelah mencoba beberapa kali akhirnya Hendrick mengangkat telepon darinya.
''Iya, Dok,'' jawab Hendrick. Hendrick baru selesai meeting bersama kliennya. Ia merasa penasaran ada apa sang dokter menghubungi dirinya.
''Tuan, maaf mengganggu waktunya. Saya menghubungi Tuan Hendrick untuk mengabarkan bahwa pasien yang bernama Yumna sudah meninggal dunia beberapa menit yang lalu. Kami sudah berupaya sebisa mungkin untuk menyelamatkan nyawanya, tapi sayangnya jantung nya benar-benar sudah berhenti berdetak dan tak dapat di tolong lagi dengan alat kejut jantung.'' Jelas Sang Dokter sambil menghembuskan nafas panjang. Sang Dokter masih berdiri di sisi brankar tempat Yumna terbujur kaku.
__ADS_1
''Innaillahiwainnaillahirrojiun. Em, kenapa kalian menghubungi saya? Apa kalian sudah menghubungi Kakak nya?'' ucap Hendrick dengan pertanyaan di akhir kalimat. Ia sengaja berkata seperti itu, berpura-pura kalau dirinya tak ada hubungan spesial dengan Raisa maupun Yumna.
''Suster sudah berulangkali menghubungi Kakak nya, tapi tak kunjung di angkat, makanya saya memutuskan untuk menghubungi Tuan,'' jelas sang dokter. Mendengar itu, Hendrick di landa rasa penasaran di mana dan sedang apa sang istri sekarang.
''Baiklah, kalau begitu biar saya saja yang memberi tahu Kakaknya. Kalau begitu saya akhiri dulu panggilan ini.'' Ucap Hendrick, setelah itu ia memutuskan panggilan secara sepihak. Karena ia sudah tidak sabar lagi ingin menghubungi Raisa.
''Ya ampun, lagi tidur rupanya,'' Jasmine menggeleng pelan melihat Raisa yang tidur begitu pulas di atas kasur king size. Kemudian ia menghubungi Hendrick untuk mengatakan apa yang ia lihat.
''Tuan, Non Raisa rupanya lagi tidur di kamar,''
__ADS_1
''Apa? Ya sudah, kalau begitu kamu bangunkan dia segera, katakan kalau saya akan menjemput nya ke rumah dan katakan juga kalau saya yang akan menemani nya ke rumah sakit.''
''Baik Tuan,''
Setelah itu Jasmine memanggil dan mengguncang tubuh Raisa dengan pelan agar Raisa segera bangun.
Sedangkan di kantor, Hendrick berpesan kepada sang asisten pribadinya agar sang asisten menggantikan dirinya selama sehari ini di kantor, karena Hendrick akan ikut membantu mengurus jasad Yumna dan juga membantu proses pemakaman. Ia berjalan dengan langkah kaki tergesa-gesa menuju mobilnya, ia harus segera menjemput Raisa di rumah. Selain itu Hendrick juga merasa sedikit was-was dan takut. Ia takut Raisa meninggalkan dirinya karena Yumna sudah meninggal dunia. Sedangkan alasan Raisa ingin menikah dengan dirinya dulu adalah karena ingin meminjam uang untuk biaya pengobatan Yumna.
Bersambung.
__ADS_1