ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
Zie 23


__ADS_3

Menimbulkan rasa yang nyaman dan tenang bagi Langit. Tak berapa lama, ia pun juga ikut terlelap dengan posisi memeluk Zie dari belakang.


Pagi harinya Zie terbangun karena mendengar suara adzan subuh berkumandang, ia gegas bangun dari tidur lelapnya. Namun saat ia menyibak selimut dan hendak duduk, badannya terasa berat terutama di bagian perutnya.


Zie menoleh ke samping dan mendapati Langit yang tengah memeluk tubuhnya dengan posesif. Ia mendengus kesal, lagi lagi Langit tidak menepati ucapannya.


"Mas aku mau sholat, singkirin tangan mas dulu gih!" ujar Zie seraya memindahkan tangan Langit, namun Langit tak bergeming dan malah mendekap erat tubuh istrinya.


"Kita jamaah bareng aja" bisik Langit lirih tepat di samping telinga Zie, membuat Zie diam terpaku.


Selama mereka menikah ini pertama kalinya Langit mengajaknya untuk sholat berjamaah, sebelumnya dia tidak pernah melihat suaminya itu sholat bila ia sedang berada di rumah.


"Aku nggak salah dengar kan mas?" Zie ingin memastikan sesuatu menatap lekat wajah suaminya itu.

__ADS_1


Langit tersenyum seraya membelai lembut pipi Zie.


"Enggak, kita akan berjamaah. Kamu dulu apa kita barengan aja ke kamar mandinya?" goda Langit membuat Zie memukul bahunya.


"Aku dulu!" dengan kesal Zie bangkit lalu menuju kamar mandi.


Langit terkekeh melihat ekspresi yang Zie tampilkan, ia sendiri tidak menyangka mengatakan hal itu pada Zie. Padahal dirinya sudah terlalu lama meninggalkan sholat, semenjak ia terjun ke dunia hitam. Namun hal itu bukan berati dia tidak mengenal atau mempelajari sama sekali ajaran agamanya.


"Aku harap dengan adanya kamu dalam hidupku kamu mampu membuat aku meninggalkan sisi gelap ku, karena selama ini aku butuh orang seperti kamu. Mudah-mudahan ini awal yang baru untuk kita, aku juga tidak menyangka dengan seringnya aku melihatmu bersujud di atas sajadah mampu memanggil diriku yang sudah terlalu dalam jatuh ke jurang kegelapan" Gumam Langit menatap kepergian Zie.


Saat Zie mencium punggung tangannya, tangan Langit yang satunya ia letakkan di atas kepala Zie tepat di ubun-ubun kepala istrinya itu. Kemudian ia merapalkan do'a yang seharusnya ia rapalkan setelah ijab.


"Allahumma inni as'aluka min khirihaa wa khoirimaa jabaltahaa 'alaih. Wa a'udzubika min syarrihaa wa syarrimaa jabaltahaa 'alaih."

__ADS_1


Artinya: Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu kebaikan dirinya dan kebaikan yang Engkau tentukan atas dirinya. Dan aku berlindung kepada-Mu dari kejelekannya dan kejelekan yang Engkau tetapkan atas dirinya.


Setelah merapalkan doa tersebut, Langit mencium kening Zie sedikit lebih lama. Membuat Zie heran sekaligus bingung dengan sikap Langit.


"Apakah Mas Langit sudah menerima pernikahan ini dengan ikhlas?" Batin Zie, yang hanya mampu bertanya di dalam hati.


"Mas" Zie mengangkat kepalanya menatap lekat wajah Langit.


Jelas terlihat di matanya penuh dengan pertanyaan tentang sikap Langit barusan. Seakan mengerti akan arti tatapan sang istri yang menuntut penjelasan, Langit tersenyum kemudian mengusap pelan pucuk kepala Zie.


"Harusnya aku merapalkan doa ini saat setelah aku selesai mengucap ijab qabul dulu. Maaf, aku telat merapalkannya" ujar Langit dengan tulus dan Zie dapat melihat ketulusan itu melalui mata Langit.


...🌷🌷🌷...

__ADS_1


...Happy Reading...


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2