ISTRI SIMPANAN CEO

ISTRI SIMPANAN CEO
128


__ADS_3

Sungguh pelukan itu hanya untuk ucapan maaf nya yang tulus bukan karena ia masih mencintai Erza, dan pelukan itu hanya untuk menyakinkan Erza bahwa ia benar benar merasa bersalah atas apa yang sudah terjadi pada kehancuran hubungan mereka.


" Jangan menangis." Kata Erza masih berusaha menghapus jejak air mata Yasmin.


" Aku benar benar minta maaf." Kata Yasmin dengan sesenggukan.


" Apa kamu bahagia dengan pernikahan mu?." Tanya Erza.


" Iya." Jawab Yasmin dengan wajah tertunduk karena rasa bersalah itu masih begitu besar di hati nya.


" Asal kamu bahagia, aku tidak apa apa, biarkan cerita kita ini menjadi kenangan saja." Kata Erza.


" Menjadi kenangan?." Tanya Yasmin mulai mendongak dan menatap manik manik mata Erza dan ia bingung dengan ucapan Erza.


" Iya." Jawab Erza dengan senyum yang begitu tulus di bibir nya.


" Bukan kah kita masih bisa berteman?." Tanya Yasmin. Erza tersenyum dan ia menggeleng kan kepala nya, karena ia juga berat harus pergi dari Yasmin.


Namun mau bagaimana lagi ia tidak mau karena pertemanan nya dengan Yasmin akan berdampak buruk bagi rumah tangga Yasmin dan Damar.


Karena mau bagaimana pun Erza adalah mantan kekasih Yasmin dan ke dua nya pernah saling menyayangi.

__ADS_1


" Kenapa?." Tanya Yasmin.


" Karena aku tidak mau, suami mu nanti salah paham dengan hubungan kita." Jawab Erza


" Tapi aku akan menjelaskan pada suami ku." Kata Yasmin.


" Tidak, kalau aku dan kamu masih berteman lalu bagaimana bisa aku melupakan mu? Aku ingin pergi dari hidup mu dan melupakan mu, agar aku bisa mencari kebahagiaan ku sendiri dan kamu pun akan selalu bahagia dengan suami mu." Kata Erza.


" Tapi Erza..." Ucapan Yasmin terhenti karena Erza memotong ucapan Yasmin.


" Berjanjilah Yas, kamu akan selalu bahagia dengan suami mu." Kata Yasmin. Yasmin diam dan manik manik mata nya kembali mengeluarkan cairan bening yang menetes dan membasahi pipi nya, sungguh Yasmin tidak tahu harus mengatakan apa, karena ia sudah melukai hati Erza.


" Ayo berjanji kalau kamu akan selalu bahagia.." ucap Erza.


" Terima kasih " kata Erza


" Berjanjilah kalau kamu nanti nya bahagia dan jangan biarkan aku terus merasa bersalah karena sudah membuat mu terluka." Kata Yasmin.


" Iya suatu hari nanti aku juga pasti akan bahagia dan aku berharap kamu selalu mendoakan aku agar aku juga bisa bahagia seperti mu." Kata Erza.


" Iya terima kasih karena kamu sudah memaafkan ku." Kata Yasmin.

__ADS_1


" Ingat kamu harus bahagia." Kata Erza lagi" Ya terima kasih." Jawab Yasmin.


" Aku pergi dan semoga kita tidak akan pernah berjumpa lagi." Kata Erza.


" Erza." Ucap Yasmin yang menghentikan langkah Erza yang akan melangkah pergi. " Iya." Jawab Erza.


" Kalau kamu sudah menemukan wanita yang kamu cintai nanti datang lah bersama nya menemui ku, agar aku tidak selalu di hantui rasa bersalah." Kata Yasmin.


" Iya aku berjanji dan kamu berjanjilah akau selalu mendoakan aku bahagia bersama siapa pun nanti wanita itu." Kata Erza.


" Iya aku berjanji." Jawab Yasmin.


" Aku pergi dan semoga kamu bahagia." Erza melangkah pergi dengan hati yang terluka, ia benar benar belum bisa melupakan Yasmin, wajah Yasmin selalu hadir di setiap hari hari nya.


------------------------------


...Edisi bawang yang terus di iris...


...🌷🌷🌷...


...Happy Reading...

__ADS_1


...Jangan lupa like dan vote...


__ADS_2