
"Kau sudah membuat aku ke hilangan anak ku! Kau juga yang waktu itu mengirim fhoto istri ku di tolong oleh seorang lelaki, lalu yang paling kejam kau hampir membunuh istri ku!" Tegas Adam.
"Aku memang mengirimkan fhoto itu, tapi semua itu nyata Adam istri mu itu memang seorang wanita tak mempunyai harga diri, lalu kenapa kau masih membelanya? Bukankah semua sudah jelas nyata? Apa yang kau harapkan dari wanita yang tidak setia itu!" Tegas Lina bersaha meyakinkan Adam.
"Kurang ajar! Berani kau menghinanya?" Kini mata Adam sangat terbuka lebar dengan tingkah yang tak berhati bahkan wanita di hadapanya ternyata sangat egois, ingin memiliki sesuatu yang sudah di miliki oleh orang lain. Bahkan ingin memiliki tanpa perduli cara salah yang ia tempuh yang melukai banyak melukai orang lain.
"Kenapa kau marah pada ku Adam? Bukan seharusnya kau bersyukur, dengan aku mengirimkan fhoto itu kau sangat tau bertapa hinanya istri yang kau banggakan itu" Lina tak pernah merasa salah, ia selalu merasa benar atas apa yang sudah ia lakukan walau pun sangat merugikan orang lain.
"Aku menyesal sudah pernah mengenal mu!" Jawab Adam yang tak tau lagi harus berkata apa pada Lina, kerasnya hati wanita di hadapannya melebihi batu.
__ADS_1
"Kalau kau tidak mengenal aku, kau tidak akan hidup sampai detik ini" Telunjuk Lina mengarah pada Adam dan menatap Adam remeh.
"Kalau kau tidak ikhlas untuk menolong orang lain, lalu kenapa kau lakukan!"
"Aku ikhlas menolong mu Adam. Bahkan aku mengorbankan diri hanya demi diri mu! Ingat baik-baik Adam kalau bukan karena aku kau sudah tidak bernyawa dan kalau kau sudah tidak bernyawa maka kau tidak akan pernah menikah dengan wanita tak berharga diri itu. Dan aku pun tidak akan menderita seperti ini karena kau yang ternyata tak tau terimakasih atas apa yang sudah aku korbankan pada mu, Ingat semua itu Adam jangan kau seperti kacang kupa kulit!"
"Aku tidak pernah meminta mu menolong ku dan kalau aku tau semua akan begini maka aku lebih memilih mati saat itu" Adam lagi-lagi menegaskan pada Lina agar wanita itu sadar, tapi sulit sekali menyadarkan wanita dengan obsesi yang sangat tinggi di hadapannya ini.
"Sekarang kau berkata begini karena kau masih hidup, benar-benar manusia tak tau terimakasih!" Jelas Lina kesal Adam kini bahkan sedikit pun tak terpengaruh akan ucapannya.
__ADS_1
"Aku tak ingin menghukum mu dengan tangan ku! Karena kau tau penyakit yang menggerogoti mu itu pun sudah sangat membunuh mu, tapi aku ingatkan pada mu kau akan tetap mendapat hukuman dengan cara yang lain!" Adam sangat geram sekali saat ini rasanya Adam ingin membenturkan kepala Lina pada tembok putih di hadapannya, mungkin dengan begitu wanita di hadapannya itu bisa sadar.
"Lihat apa yang bisa aku lakukan Adam!" Lina menatap Adam penuh misteri dengan cepat ia merobek baju dan berlari keluar, ia ingin berteriak mengatakan jika Adam sudah membuatnya ternoda. Namun sayang hingga ia membuka pintu Tomi dan polisi sudah berdiri di sana.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1