
"Iya pa" jawab Mama cinta dengan mengangguk.
"Ayo buka mulutnya" Papa Hardy mulai menyuapi Mama Sinta.
"Ish, papa lupa ya biasanya Papa bilang" mama Sinta mempraktekkan khas suara papa Hardy yang berat dan tertahan.
"Mah baca bismillah dulu" kata mama Sinta.
"He he he" Papa Hardy terkekeh paling tidak istrinya kini lebih tenang.
"Papa lupa Ma, tapi yang nggak pernah bisa Papa lupain mama yang selalu ada di hati papa" kata papa Hardy tersenyum pada Mama Sinta.
"Ish, Papa gombal deh" mama Sinta malah mendadak malu, di usia yang tidak lagi muda tapi papa Hardy masih saja seromantis dulu.
"Makan ya sayang" kata papah Hardy.
"Baca doanya?" Tanya mama Sinta.
"Iya baca sama-sama"
"Bismillahirrahmanirrahim" keduanya sama-sama membaca doa.
__ADS_1
"Ayo buka mulut" Papa Hardy menyuapi mama Sinta lalu menyuapi dirinya sendiri, berulang kali begitu hingga selesai.
"Alhamduli..." Ucap Papa Hardy.
"Lah" disambung Mama Sinta. Papa Hardy meletakkan piring kotor di atas nakas lalu ikut naik ke ranjang, ia membaringkan tubuhnya dan menarik tubuh Sinta ke pelukannya.
"Maafin Papa ya Ma" papah arti menyisir rambut mawa Sinta dengan jari-jarinya.
"Kok minta maaf, memangnya papa salah apa?"
"Papa nggak salah tapi papa merasa gagal menjaga Mama seperti janji Papa dulu sebelum kita menikah" tutur Papa Hardy.
Mama Sinta dan papa Hardy dulu kuliah di kampus yang sama, papa Hardy adalah kakak senior mama Sinta tapi mereka terus saja bertemu dengan cara-cara yang tak terduga yang hingga akhirnya tanpa sadar setelah seringnya pertemuan yang hanya berakhir pada perkelahian, tanpa sadar ternyata keduanya saling membutuhkan dan ketergantungan. Kantin kampus.
"Sinta nikah yuk" tutur Papa Hardy dihadapan banyak teman Mama Sinta yang sedang duduk di kursi kantin kampus.
"Kau mau kasih aku makan apa, udah kuliah dulu sana" ketus nama Sinta karena ia tahu papa Hardy dari keluarga berada dan mama Sinta ingin punya suami yang berdiri di atas jerih payahnya sendiri walaupun hidup seadanya.
"Kalau kamu nggak mau nikah sama aku, aku nikah sama Riska" ancam Papa Hardy, Riska adalah orang yang sangat tergila-gila pada Papa Hardy dan yang suka cari perhatian setiap hari.
"Eh jangan!" Kata mama Sinta dengan reflek.
__ADS_1
"Cie Sintaaaaa" teriak teman-teman Mama Sinta yang berada di sana menyaksikan Papa Hardy yang melamarnya.
"Jadi mau nggak?" Tanya papa Hardy lagi.
"Kan kita nggak pacaran" kata Mama Sinta keduanya memang hanya berteman dan tidak ada status pacaran.
"Pacaran setelah menikah" kata papa Hardy menatap wajah mama Sinta yang terlihat malu-malu.
"Tapi...."
"Aku janji akan selalu jaga kamu, aku nggak akan membiarkan sesuatu buruk padamu. Aku akan selalu memberi yang terbaik untukmu dan memberi cintaku hanya untukmu, asal kau mau menjadi kekasih halalku dan menjadi ibu dari anak-anakku kelak. Aku mencintaimu, Will you marry me?" Papa Hardy berlutut di bawah kaki Mama Sinta dengan cincin yang ia beli dengan hasil kerja kerasnya sendiri, cincin yang harganya tidak seberapa tapi terasa berharga saat yang memberinya orang yang sangat berharga.
"Iya" mama Sinta mengangguk bahagia.
"Terima kasih" Apa arti memasangkan cincin Di jari Mama cinta tanpa memeluk mama Sinta sebab Papa Hardy tidak mau menyentuh mama Sinta sebelum ada kata sah dari mulut para saksi yang hadir di pernikahan mereka. Flashback off.
...🌷🌷🌷...
...Happy Reading...
...Jangan lupa like dan vote...
__ADS_1