
Saat ini, di sebuah bukit yang di kelilingi oleh banyak sekali pohon yang terlihat asri dan sejuk, kepadatan Qi disini juga lumayan padat sehingga menambah orang yang datang kesini akan betah.
Di bukit tersebut Bai An dan Mo Shen sedang duduk menikmati teh dan arak, teh untuk Bai An dan arak untuk Mo Shen.
"Di sini sungguh indah," Bai An langsung membuka suara terlebih dahulu setelah ia menyeruput teh-nya.
"Hmmm,, kau benar Tuan Muda Bai, setiap aku gelisah atau ada masalah yang tidak bisa aku selesaikan. Aku pasti akan kesini untuk mencari ketenangan."
Setelah meneguk arak-nya, Mo Shen langsung menjawab.
Bai An mengangguk, "Dari mana anda mendapat Teh ini?, teh ini sungguh nikmat di minum saat seperti ini." Tanya Bai An, lalu menyeruput teh-nya lagi.
"Aku mendapatkannya dari bukit sebelah, disana banyak sekali berbagai sumber daya, tapi aku sengaja membiarkannya dan melarang penduduk ku untuk melewati jalan tersebut," dengan tenang Mo Shen menjawab.
Cukup lama mereka berbincang-bincang. Setelah itu muka Bai An dan Mo Shen langsung serius.
"Yang Mulia, aku tahu anda menutupi sesuatu saat menjawab pertanyaanku. Mungkin anda takut orang-orang anda mendengarnya." Bai An menjeda kata-katanya dan melihat reaksi Mo Shen yang masih tenang.
Bai An langsung menambahkan, "Sekarang kita sudah berdua saja, jadi mohon jelaskanlah secara jujur, apa yang terjadi dan anda pasti tahu tentang orang-orang yang memakai jubah teratai tersebut?"
Mo Shen kini menghela nafas panjang saat mendengar ucapan Bai An, bagaimanapun ia menyembunyikannya. Ia ketahuan juga.
"Sebelum aku menjawab, Tuan Muda Bai jawab dulu pertanyaan ku. Siapa anda sebenarnya?" Muka Mo Shen sangat serius saat ia menanyakan hal ini, karena Mo Shen juga tahu tadi saat masih bersama yang lain, Long Yuan selalu mengganggu dan dengan sengaja mengalihkan, agar Bai An tidak menjawab.
Bai An langsung tersenyum tipis, "Jika aku memberitahukan anda, bahwa aku adalah Putra Leluhur Klan Bai, yaitu Bai Chen dan Ling Mei, apakah anda akan percaya?"
__ADS_1
Glek..
Mendengar itu, Mo Shen langsung tertegun, dan menelan ludahnya sendiri. Tentu saja kini ia percaya, karena di dalam hati Mo Shen mengatakan, Leluhur Bai Chen seorang monster, putranya juga pasti seorang monster. Wajah mereka juga terlihat mirip, ini yang Mo Shen pertanyakan dalam hatinya dari saat pertama kali bertemu, karena wajah Leluhur Bai Chen mirip dengan Bai An.
Namun ia tidak bertanya, karena saat bertemu dengan Bai An tadi, ia berpikir itu hanya mirip saja dan tidak mungkin Bai An adalah putranya.
Tapi yang menjadi pertanyaan Mo Shen sekarang adalah, putra-putra Leluhur Bai Chen semuanya sudah umur melebihi 100 tahun, dan yang termuda yaitu Bai Yin umurnya bahkan sekarang mungkin 300 tahun ke atas dan ia adalah anak terahir dari Leluhur Bai Chen dan Bai Yin.
Mo Shen juga pernah mendengar sebuah isu, jika ia mempunyai anak terahir dan masih bayi. Namun ia hilang seperti di telan bumi.
Bai An kini yang sedang melihat kebingungan Mo Shen langsung berkata, "Aku tahu anda pasti bingung, apakah anda pernah mendengar isu jika seorang bayi hilang 18 - 19 tahun yang lalu?,, itu adalah aku. Jadi dari itulah Long Yuan bilang tadi jika aku berasal dari Benua Rendah ini."
Mo Shen langsung langsung tertegun, berpisah dari bayi, dan bisa bertahan hidup. Kini putra Leluhur Bai Chen sekuat ini tanpa bantuan dari Klan-nya, "Sungguh hebat,," gumam Mo Shen dalam hati dan menaruh hormat kepada Bai An.
Mo Shen langsung tersadar dari lamunannya,, "Sudah Tuan Muda,,, oh ya. Jangan panggil saya Yang Mulia lagi, panggil Mo Shen saja." Dengan senyum sederhana Mo Shen menjawab.
Bai An langsung memberitahu jika, ia tetap memanggil Mo Shen dengan sebutan Yang Mulia. Mo Shen dengan ngeyel menyuruh Bai An memanggilnya Mos Shen.
Sehingga terjadi perdebatan yang cukup panjang, sampai kemudian Bai An hanya pasrah.
Mo Shen kini tersenyum, "Tidak bisa mengabdi kepada ayahnya, mengabdi kepada putranya pun jadi." Gumam Mo Shen dalam hati, ia kini sungguh bahagia karena bisa mengabdi dan suatu hari nanti bisa membantu Bai An.
"Jadi, apakah Senior Mo Shen bisa memberitahu saya, apa yang senior ketahui tentang orang berjubah teratai?"
Lamunan Mo Shen langsung buyar akibat pertanyaan dari Bai An.
__ADS_1
Kini wajah Mo Shen langsung menjadi serius.
"Dulu,, kakek ku bercerita jika ia bukan berasal dari dunia ini. Dia kesini karena sebuah misi, dan ia juga bergabung dengan anggota berjubah teratai dan mempunyai lambang teratai 3 kelopak yang mekar. Namun karena kejadian yang aku tidak ketahui, kakek ku tiba-tiba berhenti bergabung dan ingin hidup damai di dunia ini."
Mo Shen tiba-tiba terdiam, lalu melihat ke arah Bai An yang kini memasang wajah serius. Mo Shen lalu menghela nafas panjang dan menambahkan.
"Tapi, saat-saat ia bahagia karena kehadiran ku, ia di datangi oleh pemuda tersebut, aku masih ingat sampai sekarang wajahnya yang selalu tersenyum. Namun mengandung senyum mengerikan bagi orang yang paham. Itu adalah senyum haus darah akan pembantaian, hanya itulah yang aku tahu. Kakek ku belum sempat bercerita kebenarannya karena ia lebih dulu mati."
Wajah Mo Shen terlihat sangat sedih saat mengatakan kata-kata terahirnya.
Bai An paham akan hal itu, namun ini demi kebaikan semua orang, sehingga ia bertanya agar Bai An bisa mengantisipasi jika terkadi hal-hal yang tidak terduga. Namun ia masih belum mendapat gambaran yang jelas dari cerita Mo Shen.
"Aku lupa memberi tahu Tuan Muda, jika pemuda tersebut memiliki 6 kelopak bunga teratai yang mekar dan dua lambang api di tengah kelopak yang mekar tersebut."
Bai An yang mendengar hal tersebut, merenung beberapa saat, berarti kekuatan orang-orang ini berpariasi, tergantung kelopak teratai yang mekar, semakin banyak mereka mempunyai kelopak yang mekar, semakin tinggi pula tingkatan kekuatan orang tersebut.
"Hmm,, baik lah, terimakasih telah memberikan informasi yang cukup berguna ini." Ucap Bai An
Mo Shen hanya mengangguk lalu pandangannya ke arah bukit-bukit yang indah untuk di lihat.
"Bagaimana dengan orang-orang Klan Lee? apakah Tuan Muda akan langsung menyerang mereka?" Mo Shen langsung bertanya sambil pandangannya tetap ke arah bukit.
Bai An langsung berdiri di samping Mo Shen, "Jika semua sudah siap, maka kami akan menyerang ke markas mereka," jawab Bai An.
Tiba-tiba wajah Bai An dan Mo Shen langsung serius, karena merasakan ada kekuatan True God yang baru masuk ke Benua Rendah ini.
__ADS_1