
Wuuss,,
Bai An dan Long Yuan langsung melesat dengan kecepatan sedang, karena, Bai An tidak berani terlalu cepat, hal itu nanti menyebabkan Long Yuan akan terpisah nanti dengannya.
Leng Cung yang saat ini masih berusaha memulihkan energinya sangat sulit, karena energi kegelapan terus menerus menyerap energi yang masuk dari pil tersebut, namun, energi Leng Cung sudah pulih 40%.
Leng Cung yang tidak puas akan hal tersebut, kemudian mengeluarkan pil_nya lagi, tapi ia tidak jadi memakannya, karena ia dapat merasakan jika kedua pemuda tersebut kini sedang melesat ke arah dirinya.
“Sialan, kenapa mereka bisa menebak lokasi ku,?” gumam Leng Cung, karena saking panik-nya, ia langsung melesat menjauh dan meninggalkan Bai Luan yang masih di dalam formasi pengurung yang mirip sangkar.
Wuss,,
“Sialan dia semakin menjauh,” geram Bai An dalam hati, saat ia baru sampai di tempat Leng Cung memulihkan diri beberapa waktu lalu.
Saat Bai An ingin mengejar, ia langsung berhenti mendadak sehingga, Long Yuan langsung menabraknya.
Buk,,
“Aduduh,, maaf Tuan Muda, aku tidak tahu kau akan berhenti mendadak,” kata Long Yuan cengengesan.
Bai An menghiraukan perkataan Long Yuan, kini ia sedang melihat ke salah satu arah, air mata Bai An langsung menetes saat melihat kondisi Bai Luan yang begitu menyedihkan.
“Tunggu disini saudara Yuan,” kata Bai An langsung pergi.
“Xia'er, bisakah kau membuka Dunia Jiwa, sekali ini saja,” kata Bai An dengan nada memohon.
Mu Xia'er yang baru saja ingin boring, merasa terganggu dan ingin memarahi Bai An, tapi ia melihat wajah Bai An yang sedih langsung membuatnya luluh.
Wuss,,
Lubang hitam langsung tercipta di depan Bai An, tak menunggu lama, Bai An langsung memasukkan Bai Luan dan meminta tolong sekali lagi kepada Mu Xia'er, dan anehnya, kali ini Mu Xia'er hanya mengangguk menuruti perintah Bai An dengan patuh.
Bai An langsung tersenyum, “Terimakasih Xia'er,” ucap Bai An lalu mencium keningnya dan pergi meninggalkan Bai Luan bersama Mu Xia'er di dalam Dunia Jiwa.
Blusss,,,
“Di,, di,, dia mencium ku,” teriak Mu Xia'er dalam hati dengan wajah memerah, karena semenjak dia terlahir, tidak ada seorang laki-laki yang berani mendekatinya, apalagi menciumnya.
Dada Mu Xia'er kini kembang kempes, ia berusaha tenang, “Kau harus tanggung jawab An'Gege, jika tidak, aku akan menguliti mu hidup-hidup,” gumam Mu Xia'er dengan sorot mata serius.
Setelah itu, Mu Xia'er langsung menghancurkan segel formasi yang mengurung Bai Luan, dan melihat ada segel di dalam ingatan Bai Luan, Mu Xia'er dengan santai menghancurkannya juga.
Setelah itu, Mu Xia'er membawa Bai Luan ke tempat dimana Lang Zai dan Xiong Zai berlatih, karena niatnya, ia juga akan melatih Bai Luan setelah ia sadar.
“Kenapa banyak sekali kejadian tak terduga berada di Benua Rendah ya?” gumam Mu Xia'er heran, pertama, Long Yuan, seorang Reinkarnasi Dewa Naga, kini Lang Zai, seorang keturunan salah satu dewa juga, namun Mu Xia'er belum tahu pasti, karena darahnya tercampur dengan banyak darah dari para dewa, Xiong Zai, keturunan suku Binatang kuno bar bar yang melatih tubuh dan sekarang Bai Luan, saat ia melihat ingatan yang tersegel, ia hanya tersenyum, tak tahu harus berkata apa.
Sementara, saat Bai An keluar, ia langsung melesat ke arah Long Yuan menunggunya.
“Saudara Yuan, pelajari ini,” tanpa menunggu jawaban Bai An langsung menembakkan sesuatu ke arah kening Long Yuan menggunakan jari telunjuknya.
“Setelah kau mempelajarinya, kejar aku dengan rasakan auranya ku,” kata Bai An langsung pergi tanpa menunggu jawaban dari Long Yuan.
Wuuss,,
__ADS_1
Long Yuan hanya bengong, namun ia langsung mempelajarinya karena tidak ingin membuat Bai An menunggu lama.
Bai An yang melesat, langsung diam, ia mengedarkan kesadarannya untuk merasakan sisa aura dari Leng Cung.
Setelah menemukan kemana Leng Cung melarikan diri, Bai An langsung melesat dan tak lupa ia meninggalkan jejak agar Long Yuan tahu ke arah mana ia pergi.
Wuss,,
Beberapa saat kemudian.
“Aku menemukan mu,” gumam Bai An langsung mengambil gaya siap menyerang.
“Tebasan Ashura,”
Teriak Bai An langsung maju mengayunkan pedangnya ke arah leher Leng Cung yang sedang fokus bersila memulihkan energinya.
“Kena kau,” gumam Leng Cung membuat jebakan.
Namun, di luar dugaan, jebakan formasi yang di pasang Leng Cung tidak breaksi sedikitpun.
“Sialan,” Leng Cung langsung dengan cepat mengeluarkan pedangnya dan mundur lalu menangkis pedang Bai An yang akan mengenai Dadanya, walau ia mundur, ia tetap akan terkena pedang Bai An, jadi ia dengan cepat mengayunkan pedangnya juga.
Trank,,
Saat pedang Bai An dan Leng Cung berbenturan, dengan cepat kaki kanan Bai An menerjang ke arah perut Leng Cung.
Leng Cung yang tidak menduga itu langsung terkena serangan Bai An.
Bruak,,
Wuss,,
“Sialan, luka ku semakin parah,” gumam Leng Cung.
Bai An yang melihat Leng Cung terpental, ia langsung melesat mengejar, karena akan merepotkan untuk melacak Leng Cung lagi.
“Teknik Naga,”
“Pukulan Naga Bumi,”
Bai An tanpa basa basi langsung mengayunkan pukulannya ke arah wajah Leng Cung.
Leng Cung yang melihat betapa cepatnya Bai Ab menyusul dan melayangkan serangan lagi langsung menyilang kedua tangannya.
Bom,,
“Sialan,” teriak Leng Cung kini terlihat frustasi.
Bai An kembali datang melayangkan pukulannya.
“Mati,” teriak Bai An.
Leng Cung langsung memiringkan badannya ke kiri, dan melayangkan tendangan yang di aliri oleh energi kegelapan.
__ADS_1
Wuuss,,
Bai An dengan cepat mengayunkan kakinya untuk melawan, kaki bertemu kaki.
Bom,,
“Sangat kuat,” gumam Bai An, sama-sama terpental mundur, Bai An kini yakin jika Leng Cung sedang prima, maka ia akan kalah telak.
Leng Cung yang kini sudah tidak sadar, karena terbawa emosi langsung menyerang Bai An dengan membabi buta.
“Mati,”
Teriak Leng Cung mengayunkan pedangnya, Bai An yang melihat itu, dengan cepat mengambil pedangnya dari dalam cincin penyimpanannya.
Trank,,
Trank,,
Trank,,
Serangan demi serangan Bai An dan Leng Cung layangkan, kini kondisi Bai An hanya terluka kecil, untuk Leng Cung tetap seperti biasa.
“Kuat,” gumam Bai An sekali lagi, ia langsung mengayunkan pedangnya.
“Tebasan Ashura,”
Teriak Bai An melesat maju ke arah Leng Cung, Leng Cung juga tak mau kalah.
“Pedang Kegelapan Penghancur,”
Teriak Leng Cung.
Bom,,
Bai An dan Leng Cung sama-sama terpental sejauh 100 meter.
“Hoek,,”
Bai An langsung mengeluarkan seteguk darah, dengan cepat Bai An mengeluarkan pil pemulih luka dan menyuruh energi biru membantunya mempercepat proses penyembuhan.
Leng Cung yang ikut terpental, tidak mengeluarkan darah atau terluka, kondisinya masih tetap sama seperti sebelum ia menyerang Bai An tadi.
“Jika begini, aku bisa kalah, aku harus mengulur waktu sampai Long Yuan datang,” gumam Bai An.
Baru saja Bai An selesai bergumam, Leng Cung sudah melayangkan serangannya.
“Mati,”
Teriak Leng Cung.
Bai An yang tidak siap akan hal itu berusaha menahan serangan Leng Cung.
Srak,,
__ADS_1
Darah langsung berhamburan..
“Akkhh,,”